Thursday, September 23, 2021
Home PRANALA 196 Tahun Kabupaten Wonosobo, Erat dengan Diponegoro dan Perang Jawa

196 Tahun Kabupaten Wonosobo, Erat dengan Diponegoro dan Perang Jawa

TEMPO.CO, Jakarta – Berdirinya Kabupaten Wonosobo tidak bisa dipisahkan dari kisah tiga pengembara, yaitu Kyai Kolodete, Kyai Karim, dan Kyai Walik. Ketiganya kemudian berpisah dan menempati tiga daerah yang berbeda-beda. Kyai Kolodete memilih bermukim di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Karim bermukim di daerah sekitar Kalibeber, dan Kyai Walik memilih wilayah yang sekarang menjadi Kota Wonosobo. Dari ketiganya juga muncul keturunan yang kemudian hari menjadi para penguasa di Wonosobo.

Salah seorang cucu Kyai Karim, Ki Singowedono, mendapatkan hadiah dari Keraton Mataram, berupa sebuah wilayah di daerah Selomerto, Ki Singowedono kemudian mendapatkan gelar Tumenggung Jogonegoro. Dari daerah Selomerto pula sejarah asal kata Wonosobo bermuala. Menurut situs resmi Kabupaten Wonosobo, banyak pihak yang meyakini kata Wonosobo berasal dari sebuah dusun di Desa Polobangan, Selomerto. Dusun tersebut bernama Wanasaba dan didirika oleh Kyai Wanasaba.

Sejarah kabupaten ini juga berakitan erat semasa perang Jawa atau dikenal dengan perang Diponegoro tahun 1825-1830. Wilayah Wonosobo menjadi salah satu basisi pertahanan yang mendukung Pangeran Diponegoro. Tumenggung Kertosinuwun, Tumenggung Mangkunegaran, Gajah Permodo, dan Kyai Muhammad Ngarpah berjuang melawan pasukan Belanda di wilayah Wonosobo. Diceritakan, dalam sebuah pertempuran, Kyai Muhammad Ngarpah berhasil meraih kemenangan dan akhirnya diberi gelar Tumenggung Setjonegoro.

Tumenggung Setjonegoro, mengawali kekuasaannya di daerah Selomerto dan berhasil memindahkan pusat kekuasaan ke kawasan yang menjadi Kabupaten Wonosobo saat ini. Pemindahan pusat kekuasaan ini diyakini terjadi pada 24 Juli 1825. Oleh karena itu, setiap tanggal 24 Juli, masyarakat Wonosobo merayakan hari jadi daerahnya.

EIBEN HEIZIER

Baca: Duta Besar India ke Wonosobo Nikmati Matahari Terbit, Ngeteh dan ke Pasar



https://nasional.tempo.co/read/1486895/196-tahun-kabupaten-wonosobo-erat-dengan-diponegoro-dan-perang-jawa

RELATED ARTICLES

5 Tahun Vakum, Tasya Kamila Kembali dengan Single Selalu Riang Serta Gembira

Penggarapan lagu dibantu oleh Febrian dan Ezra dari grup musik HIVI. Lagu ini menghadirkan alunan melodi indah dengan konsep musik pop serta lirik yang...

Pengusaha sarang burung walet adukan hambatan ekspor ke KSP

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah perwakilan pengusaha lokal eksportir sarang burung walet mengadukan hambatan yang dialami dalam mengekspor produk ke China, kepada Kantor Staf Presiden,...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

5 Tahun Vakum, Tasya Kamila Kembali dengan Single Selalu Riang Serta Gembira

Penggarapan lagu dibantu oleh Febrian dan Ezra dari grup musik HIVI. Lagu ini menghadirkan alunan melodi indah dengan konsep musik pop serta lirik yang...

Pengusaha sarang burung walet adukan hambatan ekspor ke KSP

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah perwakilan pengusaha lokal eksportir sarang burung walet mengadukan hambatan yang dialami dalam mengekspor produk ke China, kepada Kantor Staf Presiden,...

Hadapi Liga 2 2021, Persekat Tegal Umumkan Daftar 25 Pemain

TEGAL -  Manajemen Persekat mengenalkan daftar pemain yang siap berlaga di Liga 2 2021, Kamis (23/9/2021) malam di Pendapa Pemkab Tegal. Sebagai informasi, laga perdana tim yang...

Recent Comments