Monday, August 2, 2021
Home FINANCE Adi Sarana Armada (ASSA) bakal rights issue, ini rincian penggunaan dananya

Adi Sarana Armada (ASSA) bakal rights issue, ini rincian penggunaan dananya

PT Adi Sarana Armada Tbk bakal segera menggelar penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu 1 (PMHMETD 1) atau rights issue sebanyak 600 juta obligasi konversi dengan jumlah pokok sebesar Rp 450 miliar.

Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto menjelaskan, aksi korporasi ini menjadi langkah awal bagi persiapan bisnis perusahaan di tahun 2021. “Penerbitan obligasi untuk memperkuat alternatif sumber dana sesuai dengan pengembangan bisnis model,” kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (10/11).

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat belanja modal atawa capital expenditure (capex) perusahaan tahun depan. Namun, ia belum menyebutkan proyeksi belanja modal di tahun depan.

Dalam rencana aksi korporasi tersebut, emiten berkode saham ASSA ini akan menyelenggarakan PMHMETD 1 sebanyak 600 juta obligasi konversi dengan jumlah pokok sebesar Rp 450 miliar.

Rinciannya, setiap pemegang 453 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham ASSA pada tanggal 7 Januari 2021 berhak memperoleh 80 HMETD, yang mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 unit obligasi konversi dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 750.

“Kami harapkan Desember 2020 hingga Januari 2021 sudah bisa dieksekusi,” ungkap Prodjo.

Dana segar yang diperoleh dair aksi korporasi ini akan digunakan untuk anak usaha perusahaan dan pembayaran pinjaman perbankan. Di mana, 51,5% akan disalurkan ke anak-anak perusahaan yaitu PT Tri Adi Bersama, PT Adi Sarana Logistik, PT Surya Fajar Indonesia, PT Adi Sarana Investindo, dan anak perusahaan dengan bidang jasa reparasi elektronik yang akan didirikan di kemudian hari. 

“Itu untuk pengembangan usaha untuk end to end logistic, lastmile, dan warehouse sharing,” jelas dia. 

Kemudian, sisanya sebesar 48,5% akan digunakan untuk pelunasan pinjaman bank. Prodjo menyebutkan utang bank yang jatuh tempo itu untuk pendanaan pada waktu mendirikan bisnis baru yang selama 1,5 tahun di bridging dengan pinjaman bank.

Bisnis baru yang dimaksud Prodjo adalah AnterAja. “Ya, pada saat melakukan investasi bisnis baru menggunakan utang bank dan akan digantikan dengan sebagian proceed daripada covertible bond,” jelasnya.

Sementara itu, hingga tutup tahun ASSA memperkirakan kebutuhan capex sekitar Rp 300 miliar. Dana tersebut masih akan digunakan untuk pembelian unit baru.

Adapun hingga semester I-2020, ASSA telah menggelontorkan capex sebesar Rp 393 miliar yang mana sebagian besar juga digunakan untuk pembelian unit baru.

Dengan penambahan unit-unit baru, perusahaan optimis bisa meraih peningkatan pendapatan dibandingkan realisasi tahu  lalu sebesar Rp 2,33 triliun. “Target pendapatan ASSA sampai akhir tahun sekitar Rp 3 triliun,” pungkas dia.

Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN NEWS

RELATED ARTICLES

Nikmati Keuntungan Plus Fitur Simpan Kartu Lewat ‘DANA Pesta Kartu Bank’

Jakarta, 12 Juli 2021 – Hingga 25 Juli 2021, program ‘DANA Pesta Kartu Bank’ masih akan terus menghadirkan manfaat plus bagi pengguna...

Industri Keuangan Syariah RI Naik Peringkat ke-2 Dunia

Jakarta, CNN Indonesia -- Islamic Finance Development Indicator (IFDI) menempatkan industri keuangan syariah Indonesia di posisi kedua dunia pada tahun ini atau naik 2 peringkat...

Dapat suntikan modal, Bank Banten naik kelas jadi bank BUKU 2

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setoran modal yang diterima PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) Rp 1,55 triliun...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Kunjungan wisman ke Kepri naik jadi 271 orang pada Juni

Jumlah kunjungan wisman masih rendah akibat banyak negara membatasi warganya berkunjung ke negara lain, karena masih ada wabah COVID-19.Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik ...

PLN Imbau Pelanggan Bayar Tagihan di Awal Bulan Agar Listrik Tak Diputus

TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengimbau agar para pelanggan listrik pascabayar untuk membayar tagihan di awal bulan. Dengan begitu, pelanggan...

Kinerja keuangan Bakrie & Brothers pertengahan 2021 membaik

Alhamdulillah hingga saat ini kami bisa terus menjaga pertumbuhan perusahaan dan melewati pasang-surutnya dunia usaha, berbekal resiliensi dari sektor-sektor usaha yang kami milikiJakarta (ANTARA)...

Ketika PKL Pasang Merah Putih Sebagai Perlawanan pada Pandemi Corona

Pandemi corona memukul berbagai sektor. Tak terkecuali para pedagang kecil yakni pedagang kaki lima atau PKL. Mereka melakukan perlawanan pada pandemi corona dengan memasang...

Recent Comments