Saturday, September 25, 2021
Home PRANALA Ajisaicraftshop, Suvenir Lokal yang Rambah Singapura

Ajisaicraftshop, Suvenir Lokal yang Rambah Singapura

Jakarta, CNN Indonesia —

Bisnis suvenir Ajisaicraftshop lahir dari kebingungan istri Hartono mencari kado untuk seorang teman. Hartono yang menyadari masih sedikit penyedia suvenir, segera membidik bisnis berupa karangan bunga, lengkap dengan aksesorisnya.

Mulanya, Ajisaicraftshop hanya bergerak dalam skala lokal, dari kampus ke kampus. Hartono yang tinggal di Solo kemudian memasuki ranah digital melalui platform media sosial, sebelum bertemu dengan Shopee pada 2018. Namun saat itu, Shopee bukan bagian dari strategi Hartono.

Perlahan, Hartono menyadari keunggulan Shopee yang memiliki pasar luas. Penjualan terdongkrak melalui berbagai program seperti gratis ongkos kirim, juga iklan, promo seperti flash sale, diikuti beragam kampanye. Selain itu, Shopee juga memberi dukungan pemasaran, sehingga proses pengiriman paket pada konsumen jadi lebih mudah, bahkan tak perlu dikerjakan sendiri.

Sejak saat itu, Shopee terlibat penuh dalam perkembangan Ajisaicraftshop. Penjualan karangan bunga yang berkali lipat pun membuat Hartono harus menambah karyawan sampai tiga kali lipat.

Dia mengatakan, pandemi turut berdampak pada bisnis. Namun berkat Shopee, Hartono kembali bangkit. Bersama Shopee, Hartono belajar cara berjualan secara daring dengan memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan, misalnya Shopee Live dan Shopee Feed, juga mendapatkan banyak manfaat dari Kampus UMKM Shopee Ekspor.




ShopeeFoto: Shopee
Shopee

Di Kampus UMKM Shopee Ekspor, Hartono memperoleh pendampingan dan pelatihan untuk mengoptimalkan penjualan, termasuk optimasi iklan mencakup cara penggunaan dan analisis performa iklan. Baginya, pelatihan ini membantu karena tips dan trik yang dibagikan relevan dan dapat langsung diimplementasikan.

“Pelatihan offline terutama untuk penjual baru membantu kita lebih memahami karena ada kemudahan untuk bertanya secara langsung. Saya melihat penjual yang bergabung untuk mengikuti pelatihan sangat antusias, yang sebelumnya belum pernah mengenal online, mereka menjadi lebih tertarik untuk belajar,” ungkapnya.

Tak hanya pendampingan dan pelatihan, Shopee UMKM Kampus Ekspor juga dilengkapi fasilitas dan layanan pendukung, misalnya pojok foto produk dengan pencahayaan yang baik. Jika ada kendala atau pertanyaan, peserta akan langsung mendapatkan solusi dan jawaban.

Perluas Jangkauan dengan Ekspor Shopee

Pada 2020, Ajisaicraftshop untuk pertama kali mendapatkan pesanan dari luar negeri melalui Program Ekspor Shopee. Hal itu membuat Hartono merasa tertantang untuk memberikan produk dengan desain dan durabilitas terbaik.

“Ekspor bersama Shopee prosesnya sangat mudah, kita tidak perlu repot untuk mengurus berbagai dokumen yang ada. Pengiriman produknya pun juga mudah, kita hanya cukup mengirimkan produk ke Gudang Ekspor Shopee yang ada di Jakarta kemudian Shopee akan membantu untuk mengirimkannya ke negara tujuan,” tutur Hartono.

Dengan kemudahan mengekspor produk, Hartono berharap Program Ekspor Shopee akan membantu menumbuhkan penjualan secara keseluruhan.




ShopeeFoto: Shopee
Shopee

“Saya merasa sangat senang dapat bisa mengekspor produk, terlebih seperti yang saya tahu ekspor produk itu biasanya harus dilakukan dalam jumlah besar, tapi ternyata bersama Shopee, setiap ada pesanan yang masuk dari luar negeri, bisa langsung diproses dari sisi saya dan dikirimkan secara ritel,” paparnya.

Kini, dengan dukungan Shopee, Hartono semakin yakin dapat memenuhi permintaan pasar, terutama dari manca negara, sambil mencari tahu pasar masing-masing negara. Dengan begitu, dia berharap dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Program Ekspor Shopee sendiri merupakan bentuk komitmen Shopee untuk membawa produk lokal menuju global melalui berbagai kolaborasi, seperti peresmian Kampus UMKM Shopee Ekspor di Solo yang bertujuan mewujudkan 10.000 eksportir asal Surakarta pada akhir tahun ini.

Tak sampai di sana, Shopee juga berkolaborasi dengan Sekolah Ekspor, asosiasi gabungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (SMESCO) untuk mewujudkan 500.000 eksportir hingga tahun 2030. Program yang dimulai sejak awal Maret 2021 ini juga didukung Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Perdagangan.

(rea)




https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210724181214-97-671784/ajisaicraftshop-suvenir-lokal-yang-rambah-singapura

RELATED ARTICLES

Pelanggan Indihome yang Terdampak Gangguan Internet Akan Dapat Kompensasi

TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communication PT Telkom...

Kemenkop siap bantu perluas pasar produk rotan Cirebon

Pasar untuk industri olahan rotan memang luar biasa, nanti kita bisa hubungkan dengan ekosistem yang saat ini sudah kita bangun melalui Smesco (lembaga di...

Garuda fasilitasi repatriasi kura-kura leher ular dari Singapura

Melalui penerbangan repatriasi kali ini, kami tentunya berharap bahwa usaha bersama yang dilakukan ini dapat mendorong tercapainya tujuan fundamental dari langkah penting membawa kembali...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Pelanggan Indihome yang Terdampak Gangguan Internet Akan Dapat Kompensasi

TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communication PT Telkom...

Kemenkop siap bantu perluas pasar produk rotan Cirebon

Pasar untuk industri olahan rotan memang luar biasa, nanti kita bisa hubungkan dengan ekosistem yang saat ini sudah kita bangun melalui Smesco (lembaga di...

Garuda fasilitasi repatriasi kura-kura leher ular dari Singapura

Melalui penerbangan repatriasi kali ini, kami tentunya berharap bahwa usaha bersama yang dilakukan ini dapat mendorong tercapainya tujuan fundamental dari langkah penting membawa kembali...

Delegasi Indonesia Terlibat Diseminasi Final Communique di Y20 Italia 2021

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia mengirimkan delegasi ke...

Recent Comments