Friday, September 24, 2021
Home PRANALA Angka Inflasi Naik, Kurs Dolar Australia Bisa Makin Murah

Angka Inflasi Naik, Kurs Dolar Australia Bisa Makin Murah

Jakarta, CNBC Indonesia – Australia merilis data inflasi kuartal II-2021 pada hari ini, yang menjadi salah satu acuan bank sentralnya (Reserve Bank of Australia/RBA) memutuskan kebijakan moneter.

Data inflasi tersebut menunjukkan kenaikan, tetapi nyatanya dolar Australia masih melemah melawan rupiah. Pergerakan tersebut menunjukkan dolar Australia bisa turun makin dalam lagi.

Pada Rabu (28/7/2021), pukul 11:21 WIB AU$ 1 setara Rp 10.655,84, dolar Australia melemah tipis 0,08% di pasar spot, melansir data Refintiv.

Biro Statistik Australia pagi tadi melaporkan inflasi di kuartal II-2021 tumbuh 0,8% dari kuartal sebelumnya. Rilis tersebut lebih tinggi dari prediksi di Forex Factory sebesar 0,7%.

Sementara jika dibandingkan dengan kuartal II-2020, inflasi meroket 3,8%, naik tajam dibandingkan kuartal sebelumnya 1,1%.

Sementara itu inflasi inti yang tidak memasukkan item volatil tumbuh 0,5%, sesuai dengan prediksi. Sementara itu jika dibandingkan tahun lalu inflasi inti tumbuh 1,6%.

RBA menetapkan target inflasi inti sebesar 2% hingga 3% sebelum mulai menaikkan suku bunga. Meski demikian ING memperkirakan kenaikan tajam inflasi hanya bersifat sementara, dan tidak akan merubah proyeksi RBA jika inflasi baru akan mencapai target pada tahun 2024.

“Inflasi saat ini masih belum mencapai target. Kami ingin melihat inflasi mencapai target sebelum menaikkan suku bunga,” kata Gubernur RBA Philip Lowe, sebagaimana dilansir Reuters awal bulan ini.

Artinya, suku bunga di Australia tidak akan naik hingga 2 tahun ke depan. Selain itu, perekonomian Australia banyak yang memprediksi akan melambat di kuartal III-2021, bahkan bisa mengalami kontraksi lagi.

Berbalik arahnya perekonomian membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) batal mengurangi nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE).

RBA saat ini menggelontorkan program pembelian aset (Quantitative Easing/QE senilai AU$ 5 miliar per pekan, dan akan berakhir pada September mendatang. Dalam rapat kebijakan moneter bulan ini, RBA memutuskan memperpanjang QE tersebut dengan mengurangi nilai pembelian menjadi AU$ 4 miliar per pekan.

“Yield obligasi bergerak turun bukan naik akibat pengetatan lockdown di dua negara bagian yang penting untuk perekonomian, hal tersebut memicu perdebatan RBA akan menunda mengurangi nilai QE di bulan September,” kata Magdalene Teo, analis dari Julius Baer, sebagaimana dikutip poundstelring live, Kamis (22/7/2021).

Sementara itu dolar Australia diprediksi akan melemah lebih dalam lagi oleh Commonwealth Bank of Australia (CBA).

“Kami perkirakan dolar Australia akan terkena dampak yang besar setelah pelaku pasar melihat outlook perekonomian global memburuk,” kata Kim Mundy, ahli stratgi di CBA, sebagaimana dilansir poundsterling live, Rabu (21/7/2021).

Mundy dan timnya di CBA kini mengantisipasi penurunan dolar Australia yang lebih dalam, sebab momentum pemulihan ekonomi global meredup, serta kemungkinan respon kebijakan moneter RBA.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210728113531-17-264252/angka-inflasi-naik-kurs-dolar-australia-bisa-makin-murah

RELATED ARTICLES

5 Tahun Vakum, Tasya Kamila Kembali dengan Single Selalu Riang Serta Gembira

Penggarapan lagu dibantu oleh Febrian dan Ezra dari grup musik HIVI. Lagu ini menghadirkan alunan melodi indah dengan konsep musik pop serta lirik yang...

Pengusaha sarang burung walet adukan hambatan ekspor ke KSP

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah perwakilan pengusaha lokal eksportir sarang burung walet mengadukan hambatan yang dialami dalam mengekspor produk ke China, kepada Kantor Staf Presiden,...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

5 Tahun Vakum, Tasya Kamila Kembali dengan Single Selalu Riang Serta Gembira

Penggarapan lagu dibantu oleh Febrian dan Ezra dari grup musik HIVI. Lagu ini menghadirkan alunan melodi indah dengan konsep musik pop serta lirik yang...

Pengusaha sarang burung walet adukan hambatan ekspor ke KSP

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah perwakilan pengusaha lokal eksportir sarang burung walet mengadukan hambatan yang dialami dalam mengekspor produk ke China, kepada Kantor Staf Presiden,...

Hadapi Liga 2 2021, Persekat Tegal Umumkan Daftar 25 Pemain

TEGAL -  Manajemen Persekat mengenalkan daftar pemain yang siap berlaga di Liga 2 2021, Kamis (23/9/2021) malam di Pendapa Pemkab Tegal. Sebagai informasi, laga perdana tim yang...

Recent Comments