ANTAM Mencatatkan Pertumbuhan Kinerja Positif Pada Periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2020

0
203

ANTAM Terus Melakukan Inovasi Dalam Bidang Produksi Dan Penjualan Dengan Fokus Pada Peningkatan Nilai Tambah Produk, Optimalisasi Tingkat Produksi dan Penjualan serta Implementasi Kebijakan Strategis Terkait Pengelolaan Biaya yang Tepat dan Efisien.

ANTAM Membukukan Tingkat Penjualan Sepanjang Periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2020 (Januari-September 2020, 9M20) Sebesar Rp18,04 Triliun. Pada Triwulan Ketiga Tahun 2020 (Juli-September 2020, 3Q20) Penjualan ANTAM Tercatat Sebesar Rp8,81 Triliun, Tumbuh Signifikan Sebesar 119% Dibandingkan Penjualan Pada Triwulan Kedua Tahun 2020 (April-Juni 2020, 2Q20) Sebesar Rp4,02 Triliun.

Capaian Laba Kotor ANTAM Pada 9M20 Sebesar Rp2,90 Triliun. Kontribusi Laba Kotor Pada 3Q20 Tercatat Rp1,59 Triliun, Tumbuh 114% Dibandingkan Laba Kotor ANTAM Pada 2Q20 Sebesar Rp747,23 Miliar.

Pada 9M20 Laba Usaha ANTAM Tercatat Sebesar Rp1,44 Triliun, Naik 16% Dibandingkan Laba Usaha Periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2019 (Januari-September 2019, 9M19) Sebesar Rp1,24 Triliun. Kontribusi Laba Usaha Pada 3Q20 Tercatat Rp988,97 Miliar, Naik Signifikan Sebesar 215% Dari Laba Usaha 2Q20 Sebesar Rp313,90 Miliar.

Pertumbuhan Kinerja Produksi dan Penjualan Positif Pada 9M20 Serta Pengelolaan Tingkat Biaya Optimal Mendukung Capaian Laba Tahun Berjalan ANTAM Sebesar Rp835,77 Miliar, Tumbuh 30% Dibandingkan Laba Tahun Berjalan 9M19 Sebesar Rp641,51 Miliar. Sepanjang 3Q20, Laba Tahun Berjalan ANTAM Mencapai Rp750,95 Miliar, Naik 105% Dari Laba Tahun Berjalan Periode 2Q20 Sebesar Rp366,66 Miliar

Jakarta, 27 Oktober 2020 – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM; IDX: ANTM; ASX: ATM) mengumumkan pertumbuhan kinerja Keuangan Perusahaan yang signifikan sepanjang periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2020 (9M20) (unaudited). Capaian pertumbuhan kinerja positif tersebut tidak terlepas dari upaya ANTAM untuk terus melakukan inovasi dalam bidang produksi dan penjualan dengan fokus pada peningkatan nilai tambah produk, optimalisasi tingkat produksi dan penjualan serta implementasi kebijakan strategis terkait pengelolaan biaya yang tepat dan efisien.      

Di tengah volatilitas kondisi perekonomian global serta kondisi new normal pandemi Covid-19, ANTAM dapat menjaga kesinambungan produksi dan pertumbuhan penjualan melalui penerapan protokol kesehatan yang tepat dan konsisten, sehingga performa profitabilitas ANTAM terjaga tetap solid. Performa tersebut tercermin dari capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada 9M20 sebesar Rp2,14 triliun. Tercatat pertumbuhan EBITDA pada triwulan ketiga tahun 2020 (3Q20) mencapai Rp1,32 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan capaian EBITDA pada triwulan kedua tahun 2020 (2Q20) sebesar Rp794 miliar. Performa solid tersebut terutama didukung oleh kesetabilan kinerja operasi dan peningkatan penjualan komoditas utama ANTAM serta penerapan strategi efisiensi biaya yang tepat, berujung pada tercapainya tingkat biaya tunai operasi ANTAM yang optimal.      

Pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada 9M20 tercermin pada capaian laba kotor Perusahaan sebesar Rp2,90 triliun. Kontribusi laba kotor pada 3Q20 tercatat sebesar Rp1,59 triliun, tumbuh 114% dari tingkat laba kotor 2Q20 sebesar Rp747,23 miliar. Pertumbuhan tingkat penjualan serta pengelolaan biaya beban pokok penjualan dan usaha yang optimal, mendukung pencapaian laba usaha ANTAM pada 9M20 sebesar Rp1,44 triliun, naik 16% dibandingkan laba usaha pada periode Sembilan bulan pertama tahun 2019 (9M19) sebesar Rp1,24 triliun. Pada periode 3Q20, laba usaha ANTAM tercatat sebesar Rp988,97 miliar, tumbuh signifikan sebesar 215% dari laba usaha 2Q20 sebesar Rp313,90 miliar.   

Pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha mendukung capaian laba bersih ANTAM pada periode 3Q20 sebesar Rp750,95 miliar, tumbuh signifikan mencapai 105% dari capaian laba bersih pada periode 2Q20 sebesar Rp366,66 miliar. Secara akumulatif, ANTAM membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp835,77 miliar pada periode 9M20, tumbuh 30% dari laba tahun berjalan periode 9M19 sebesar Rp641,51 miliar.

Implementasi strategi operasional yang tepat mendukung pertumbuhan profitabilitas seluruh segmen operasi utama ANTAM yang berbasis pada komoditas nikel, emas dan bauksit. Hal tersebut tercermin pada posisi arus kas bersih ANTAM yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 3Q20 sebesar Rp991,81 miliar, tumbuh signifikan lebih dari 800% dibandingkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 2Q20 sebesar Rp106,83 miliar. Secara akumulatif, ANTAM mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 9M20 sebesar Rp1,12 triliun. Dengan tingkat posisi kas dan setara kas sebesar Rp3,67 triliun (9M20), ANTAM memiiki posisi keuangan yang solid untuk mendukung kesinambungan operasi dan pengembangan Perusahaan.

Pada Laporan Keuangan ANTAM yang berakhir pada tanggal 30 September 2019, Perusahaan melakukan penyajian kembali terhadap laporan keuangan konsolidasian terutama terkait dengan pencatatan akuntansi ekuitas atas investasi dalam mata uang asing, aset tidak lancar, kapitalisasi atas pengeluaran tertentu, persediaan, provisi atas pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup dan akun perpajakan tertentu. Selain itu dilakukan reklasifikasi pada akun-akun tertentu untuk menyesuaikan dengan penyajian Laporan Keuangan audited di tahun 2019.

Kinerja Produksi & Penjualan Komoditas Utama yang Solid Selama Periode 9M20

Nilai penjualan bersih ANTAM sepanjang periode akumulatif 9M20 tercatat sebesar Rp18,04 triliun. Kontribusi penjualan bersih pada periode 3Q20 tercatat Rp8,81 trilun. Capaian tersebut tumbuh signifikan sebesar 119% dibandingkan tingkat penjualan periode 2Q20 sebesar Rp4,02 triliun.   

Pada 9M20, produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan kontribusi 72% terhadap total penjualan ANTAM dengan nilai penjualan sebesar Rp12,98 triliun. ANTAM mencatatkan pertumbuhan pendapatan dari penjualan emas pada 3Q20 dengan capaian nilai penjualan emas sebesar Rp6,58 triliun, tumbuh 170% dibandingkan nilai penjualan emas periode 2Q20 sebesar Rp2,43 triliun. Pertumbuhan nilai penjualan tersebut sejalan dengan peningkatan volume penjualan emas ANTAM di tengah apresiasi positif tingkat permintaan emas di pasar dalam negeri serta didukung terjaganya tingkat produksi emas ANTAM. Sepanjang periode 3Q20, ANTAM membukukan volume penjualan emas sebesar 6.967 Kg (223.994 troy oz), tumbuh signifikan sebesar 147% dibandingkan capaian penjualan emas pada 2Q20 yang mencapai 2.818 Kg (90.600 troy oz). Secara akumulatif, capaian volume penjualan emas ANTAM pada 9M20 tercatat sebesar 14.882 Kg (478.467  troy oz). Produksi emas ANTAM dari tambang Pongkor dan Cibaliung sepanjang periode 3Q20 sebesar 430 Kg (13.825 troy oz), tumbuh 6% dari capaian produksi periode 2Q20 sebesar 404 Kg (12.988 troy oz). Dengan capaian tersebut, tercatat volume produksi emas ANTAM sepanjang 9M20 mencapai 1.280 Kg (41.152 troy oz).  

ANTAM fokus dalam memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri serta penerapan strategi efisiensi biaya operasi yang optimal. Capaian laba usaha segmen operasi Logam Mulia dan Pemurnian pada 9M20 tercatat sebesar Rp1,05 triliun tumbuh sebesar 136% dibandingkan capaian 9M19 sebesar Rp446,86 miliar. Pada 3Q20 segmen operasi Logam Mulia dan Pemurnian membukukan laba usaha sebesar Rp558,51 miliar, tumbuh 186% dibandingkan periode 2Q20 sebesar Rp195,49 miliar. Selain itu penguatan harga rata-rata emas global pada 9M20 sebesar 27% (dibandingkan periode 9M19) turut meningkatkan profitabilitas segmen Logam Mulia dan Pemurnian. Saat ini produk emas batangan Logam Mulia merupakan top brand di Indonesia.  

Guna menjaga kualitas layanan yang prima penjualan emas di tengah kondisi new normal pandemi Covid-19, ANTAM mengedepankan mekanisme penjualan emas secara online melalui website resmi www.logammulia.com. Melalui jaringan Butik Emas Logam Mulia yang tersebar di 11 kota di Indonesia dan penjualan sales canvassing di beberapa lokasi strategis, ANTAM menjalankan operasional dengan menetapkan protokol kesehatan yang ketat guna menjaga kesehatan para pekerja dan pelanggan.

Pada periode 9M20, penjualan feronikel merupakan kontributor terbesar kedua penjualan ANTAM dengan kontribusi sebesar Rp3,26 triliun atau 18% dari total penjualan. Volume penjualan feronikel ANTAM pada 9M20 mencapai 19.507 ton nikel dalam feronikel (TNi) relatif stabil jika dibandingkan penjualan feronikel pada 9M19 yang mencapai 19.703 TNi. Capaian volume produksi feronikel pada 9M20 mencapai 19.133 TNi, tumbuh dari capaian produksi feronikel 9M20 sebesar 19.052 TNi. Terkait dengan pengelolaan biaya tunai produksi (cash cost) feronikel, ANTAM memperkokoh posisi sebagai salah satu produsen feronikel global berbiaya rendah dengan capaian cash cost sebesar USD3,34 per pon nikel sepanjang periode 9M20. Capaian tersebut memperlihatkan terjadinya penurunan biaya tunai sebesar 15% jika dibandingkan biaya tunai rata-rata feronikel ANTAM tahun 2019 sebesar USD3,95 per pon.    

Untuk komoditas bijih nikel, tercatat produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTAM dan penjualan kepada pelanggan domestik pada 3Q20 mencapai 1,49 juta wet metric ton (wmt), tumbuh 100% dibandingkan capaian produksi bijih nikel pada periode 2Q20 sebesar 745 ribu wmt. Capaian penjualan bijih nikel pada 3Q20 tercatat sebesar 1,04 juta wmt, tumbuh signifikan sebesar 522% jika dibandingkan dengan tingkat penjualan pada 2Q20 sebesar 168 ribu wmt. Secara akumulatif pada 9M20, produksi bijih nikel ANTAM mencapai 2,86 juta wmt dengan tingkat penjualan mencapai 1,21 juta wmt. Nilai penjualan bijih nikel periode 9M20 tercatat sebesar Rp663,07 miliar dengan kontribusi nilai penjualan pada periode 3Q20 sebesar Rp573,81 miliar. Sejalan dengan ditetapkannya Harga Patokan Mineral Logam di dalam negeri oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, memberikan tingkat harga jual mineral dalam negeri yang lebih kompetitif dan hal tersebut memberikan peluang bagi ANTAM untuk meningkatkan jangkauan pemasaran bijih nikel di dalam negeri.

Tercatat laba usaha segmen operasi Nikel (komoditas feronikel dan biji nikel) pada 9M20 sebesar Rp1,03 triliun. Pada 3Q20, segmen operasi Nikel mecatatkan laba usaha sebesar Rp692,70 miliar, tumbuh signifikan sebesar 163% dibandingkan laba usaha pada 2Q20 sebesar Rp263,06 miliar. Pertumbuhan tersebut terutama didukung capaian positif tingkat penjualan bijih nikel serta tren positif apresiasi kenaikan harga nikel global pada 3Q20.  

Pada komoditas bauksit, pada periode 9M20, ANTAM mencatatkan volume produksi bauksit yang digunakan dalam untuk mendukung produksi Pabrik Chemical Grade Alumina Tayan serta penjualan kepada pihak ketiga sebesar 1,30 juta wmt. Capaian produksi tersebut tumbuh 18% dibandingkan volume produksi 9M19 sebesar 1,10 juta wmt. Sepanjang 9M20, total volume penjualan bauksit ANTAM mencapai 951 ribu wmt dengan nilai penjualan sebesar Rp444,22 miliar.

Pengembangan Hilirisasi ANTAM

Terkait dengan proyek pengembangan usaha, saat ini ANTAM sedang menyelesaikan tahap konstruksi proyek pembangunan pabrik feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 13.500 TNi per tahun. Dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, saat ini ANTAM terus berfokus dalam pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun (Tahap 1).

ANTAM memiliki pengalaman lebih dari 52 tahun mendukung pengembangan hilirisasi mineral di Indonesia, khususnya pada komoditas nikel, emas dan bauksit, melalui operasi pertambangan yang terintegrasi.  ANTAM memiliki profil aset nikel dan bauksit yang solid. Hingga tahun 2019 tercatat posisi sumber daya bijih nikel dan bauksit ANTAM masing-masing mencapai sebesar 1,36 miliar wmt bijih nikel dan 598 juta wmt bijih bauksit. Potensi sumberdaya mineral tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangkan skala bisnis Perusahaan melalui hilirisasi mineral strategis guna menciptakan nilai tambah produk mineral serta meningkatkan kontribusi yang positif kepada negara dan masyarakat.

Kontribusi ANTAM dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Sejak pandemi Covid-19 meluas di Indonesia, ANTAM memiliki komitmen kuat dalam penerapan protokol kesehatan yang tepat dan konsisten di area kerja tambang, pabrik pengolahan dan perkantoran guna menjaga kesehatan pekerja dalam melakukan aktivitas pekerjaan bebas Covid-19. Implementasi protokol kesehatan yang ketat tersebut sejalan dengan upaya ANTAM dalam menjaga kesinambungan operasi produksi, penjualan dan pengembangan Perusahaan.

ANTAM juga bersinergi dengan pemangku kepentingan dalam melakukan pencegahan dan penanganan pandemi diantaranya melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, bantuan fasilitas umum & APD untuk tenaga medis, perlengkapan kebersihan & bantuan bahan makanan pokok, penyediaan Rumah Sakit Ready Covid-19 di Jakarta, serta bantuan unit Polymerase Chain Reaction & reagent di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Tercatat hingga periode September 2020, ANTAM telah merealisasikan total Rp22,31 miliar terkait kontribusi bantuan penanganan Covid-19.