Sunday, August 1, 2021
Home PRANALA Aturan Baru Perjalanan: Wajib Bawa STRP, Warga di Bawah 18 Tahun Dilarang...

Aturan Baru Perjalanan: Wajib Bawa STRP, Warga di Bawah 18 Tahun Dilarang Bepergian

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah kembali mengatur pengetatan perjalanan jarak jauh atau antar-daerah untuk rute domestik guna menekan pergerakan masyarakat selama Idul Adha 1442 Hijriah. Ketentuan itu termaktub dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 tahun 2021.

Dalam aturan tersebut, warga yang diizinkan melakukan perjalanan jarak jauh hanya mereka yang bekerja di sektor esensial serta kritikal atau orang dengan kepentingan mendesak.

“Ini berlaku untuk perjalanan menggunakan transportasi di semua moda maupun untuk kendaraan pribadi,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, dalam konferensi pers virtual, Sabtu, 17 Juli 2021.

Orang dengan kepentingan mendesak meliputi pasien yang sedang sakit keras, ibu hamil dengan pendamping maksimal satu orang, orang dengan kepentingan persalinan dengan pendamping maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non-Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang. Pelaku perjalanan pun dibatasi dengan usia minimal 18 tahun.

Dengan begitu, warga dengan usia di bawah 18 tahun untuk sementara dilarang melakukan perjalanan jarak jauh. Aturan ini akan berlaku mulai 19 Juli hingga 25 Juli 2021 dan bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Adapun mereka yang diizinkan melakukan perjalanan jarak jauh harus menaati syarat khusus. Berikut syarat perjalanan yang ditetapkan oleh Satgas Covid-19 dan Kementerian Perhubungan.

– Pelaku perjalanan jarak jauh dari dan ke Jawa maupun Bali dengan transportasi udara wajib melakukan vaksinasi minimal dosis pertama dan menunjukkan hasil negatif Covid-19 dari tes swab PCR dengan masa berlaku tes 2×24 jam.



https://bisnis.tempo.co/read/1484501/aturan-baru-perjalanan-wajib-bawa-strp-warga-di-bawah-18-tahun-dilarang-bepergian

RELATED ARTICLES

Cdm Indonesia optimistis dapat tambahan medali di laga pemungkas besok

Jakarta (ANTARA) - Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan P. Roeslani, mengaku optimistis kontingen Merah Putih dapat menambah perolehan medali saat...

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Cdm Indonesia optimistis dapat tambahan medali di laga pemungkas besok

Jakarta (ANTARA) - Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan P. Roeslani, mengaku optimistis kontingen Merah Putih dapat menambah perolehan medali saat...

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Pandemi, anggota DPR: Jangan bergantung kepada impor obat-obatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan bahwa kebijakan yang ada seharusnya membuat Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan untuk mengatasi...

Recent Comments