Thursday, September 16, 2021
Home PRANALA Bikin Kaget! Ini Rasio Stock Split BCA, Lippo Jual LINK ke XL

Bikin Kaget! Ini Rasio Stock Split BCA, Lippo Jual LINK ke XL

Jakarta, CNBC Indonesia – Akhir pekan lalu jelang pergantian bulan, dua aksi korporasi menyita perhatian publik pasar modal terutama setelah perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pukul 15.00 WIB, Jumat (30/7/2021).

Saat itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup minus 0,83% di 6,070, dengan nilai transaksi Rp 15,42 triliun dengan volume perdagangan 22,86 miliar saham.

Kedua aksi korporasi tersebut yakni pertama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5 dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang akan membeli saham terbesar PT Link Net Tbk (LINK) dari Grup Lippo.

Untuk BCA, tujuan stock split dilakukan dengan mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di BEI.

“Sebagai bagian dari anggota bursa, kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal tanah air, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split) guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam siaran pers yang disampaikan, Jumat (30/7/2021).

Rapat Direksi dan Komisaris BCA pada 29 Juli 2021 juga telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 (1 saham lama menjadi 5 saham baru).

Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp 62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp 12,5.

“Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri.” kata Jahja.

Proses stock split akan mengikuti ketentuan yang berlaku dan membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 23 September 2021.

Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, BCA akan berkoordinasi dengan BEI untuk memproses stock split yang diperkirakan akan terjadi pada Oktober 2021.

Tercatat pada penutupan perdagangan akhir Juli, saham BBCA terhenti di angka Rp Rp 29.850/saham, yang artinya investor harus menggelontorkan dana sebesar Rp 2,9 juta untuk membeli 1 lot (100 unit) saham BBCA.

Nantinya pasca-stock split, BBCA akan diperdagangkan di harga sekitar Rp 5.950/unit karena pembulatan ke bawah dari Rp 5.970/saham. Ini artinya investor hanya perlu merogoh kocek sebanyak Rp 597.000 untung membeli 100 saham BBCA.

Dengan demikianm harga BBCA juga akan bersaing dengan harga big four bank lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang diperdagangkan di kisaran Rp 3.710/saham, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk BMR) di harga Rp 5.700/saham, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) di harga Rp 4.780/saham.

Data BEI mencatat, Jumat lalu (30/7), saham bank Grup Djarum ini ditutup turun 1,16% di Rp 29.850/saham.

Dalam sepekan terakhir saham BBCA turun 1,08%, sebulan terakhir juga turun 0,91% dan year to date masih minus 11,82% dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI Rp 736 triliun. Saham BBCA diperdagangkan dengan PBV (price to book value, rasio harga terhadap nilai buku) 3,93 kali dan PER (price to earnings ratio, rasio harga terhadap laba) 25,46 kali.

EXCL

Adapun manajemen PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyatakan akan mengakuisisi 66,03% saham Link Net yang akan dilepas oleh pemegang saham sebelumnya, termasuk Grup Lippo.

Setelah transaksi jual beli ini dilakukan, maka sebagai pemegang saham pengendali baru, XL akan melakukan penawaran tender wajib kepada pemegang saham lainnya.

Saat ini XL tengah melakukan negosiasi mengenai rencana transaksi tersebut. Perusahaan telah menandatangani term sheet yang belum mengikat untuk mengambilalih 1.816.735.484 (66,03%) saham LINK dari pemegang saham sebelumnya.

Pengambilalihan saham ini dilakukan dalam rangka pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan perusahaan.

Tidak disebutkan berapa harga per saham yang akan ditebus, tetapi dengan asumsi harga rata-rata LINK pada Jumat (30/7) di Rp 4.588/saham, maka pembelian berpotensi bisa saja mencapai level Rp 8 triliun.

“Tujuan rencana pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha dan memperluas jaringan usaha serta untuk memperkuat posisi bisnis XL dan Axiata di bidang penyediaan jasa telekomunikasi kepada para pelanggan,” tulis manajemen EXCL dalam laporan keterbukaan informasi BEI tersebut, Jumat (30/7/2021).

Sebelumnya diberitakan bahwa pemegang saham mayoritas Link Net memang berniat untuk melepas kepemilikannya. Pemegang saham yang dimaksud adalah Grup Lippo melalui PT First Media Tbk (KBLV) dan perusahaan private equity global CVC Capital Partners via Asia Link Dewa Pte.

“Saat ini, LINK sedang dalam tahap advance merger and acquisition atau M&A dengan buyer,” kata Marlo Budiman, EO dan Presiden Direktur Link Net, kepada CNBC Indonesia, Rabu (7/7/2021).

Marlo menegaskan, calon pembeli potensial tersebut masih di kawasan Asia Tenggara, meski ia belum bisa merinci nama lebih lanjut. Jumlah calon investor ini berubah dari tahun lalu saat Marlo menyatakan ada empat calon investor strategis.

Menurut Marlo, pertimbangan pelepasan saham ini adalah keinginan dari pemegang saham.

Kepemilikan saham Link Net oleh CVC (Asia Link Dewa) adalah sebesar 36,99%, sementara kepemilikan saham Link Net oleh First Media adalah 29,04%.

Data BEI mencatat, saham EXCL ditutup naik 5,91% di Rp 2.690/saham pada Jumat lalu (30/7). Saham EXCL naik 9,8% sepekan dan sebulan terakhir naik tipis 1,8%. Year to date saham emiten telco milik Axiata Berhad Malaysia ini turun 1,47%. 

Sementara saham LINK ditutup naik 1,55% di Rp 4.600/saham. Sepekan sahamnya melesat 9% dan sebulan juga naik 6%. Year to date saham LINK melejit 91%.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210801214554-17-265258/bikin-kaget-ini-rasio-stock-split-bca-lippo-jual-link-ke-xl

RELATED ARTICLES

Ooredoo Group dan CK Hutchison sepakat bergabung di Indonesia

Perusahaan gabungan akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif.Jakarta (ANTARA) - Ooredoo Group dan CK Hutchison Holdings Limited mengumumkan...

DPR: Manfaat hilirisasi industri baterai mobil listrik berlipat ganda

ndustri baterai ini menggunakan nikel, sumber daya alam yang banyak terkandung di bumi Indonesia, sehingga pemanfaatannya juga harus untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatJakarta (ANTARA) -...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ooredoo Group dan CK Hutchison sepakat bergabung di Indonesia

Perusahaan gabungan akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif.Jakarta (ANTARA) - Ooredoo Group dan CK Hutchison Holdings Limited mengumumkan...

DPR: Manfaat hilirisasi industri baterai mobil listrik berlipat ganda

ndustri baterai ini menggunakan nikel, sumber daya alam yang banyak terkandung di bumi Indonesia, sehingga pemanfaatannya juga harus untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatJakarta (ANTARA) -...

Recent Comments