Sunday, August 1, 2021
Home PRANALA Bulog Baru Sebar Beras Bansos PPKM Darurat 1.500 Ton ke Warga

Bulog Baru Sebar Beras Bansos PPKM Darurat 1.500 Ton ke Warga

Jakarta, CNN Indonesia —

PerumĀ Bulog mencatat penyaluran beras bantuan sosial (bansos) di tengah PPKM Darurat baru mencapai 1.500 ton per hari ini, Senin (19/7). Penyaluran ini dilakukan dalam 24 jam terakhir sejak bansos resmi disalurkan pada Minggu kemarin.

“Sudah tersalur 1.500 ton,” ungkap Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal kepada CNNIndonesia.com.

Pada penyaluran beras bansos PPKM Darurat, masing-masing penerima akan mendapat sebanyak 10 kilogram (kg). Dengan begitu, total penerimanya berarti sudah mencapai 150 ribu penerima atau 0,79 persen dari target penyaluran mencapai 18,8 juta penerima.

“Iya mendapat 10 Kg, jadi tinggal dibagi saja untuk jumlah penerimanya,” imbuhnya.

Kendati begitu, Iqbal belum bisa membagi realisasi penyaluran berdasarkan wilayah. Pasalnya, data belum benar-benar terkumpul secara utuh.

“Untuk sebaran wilayah sebenarnya hampir rata semua wilayah, tapi nanti tunggu update-nya,” tuturnya.

Pada masa PPKM Darurat, pemerintah memberikan bansos beras kepada 18,8 juta penerima. Mereka terdiri dari 10 juta penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan 8,8 juta penerima Kartu Sembako.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan anggaran mencapai Rp3,58 triliun untuk pengadaan beras bansos PPKM Darurat ini. Sementara, Bulog menyiapkan cadangan beras mencapai 200 ribu ton.

[Gambas:Video CNN]

(uli/sfr)




https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210719185357-92-669743/bulog-baru-sebar-beras-bansos-ppkm-darurat-1500-ton-ke-warga

RELATED ARTICLES

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Pandemi, anggota DPR: Jangan bergantung kepada impor obat-obatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan bahwa kebijakan yang ada seharusnya membuat Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan untuk mengatasi...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Pandemi, anggota DPR: Jangan bergantung kepada impor obat-obatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan bahwa kebijakan yang ada seharusnya membuat Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan untuk mengatasi...

Guru Besar FEB UI: Indonesia perlu ubah paradigma pembangunan

Depok (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan bahwa perubahan mendasar yang harus dilakukan Indonesia dalam bidang...

Recent Comments