Wednesday, July 28, 2021
Home PRANALA Covid Varian Delta Bikin Mata Uang Asia Tak Tentu Arah

Covid Varian Delta Bikin Mata Uang Asia Tak Tentu Arah

Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah meningkatnya penyebaran virus corona varian delta, mayoritas mata uang Asia bergerak bervariasi melawan dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan tersebut terbilang menarik, sebab dolar AS merupakan aset yang dianggap safe haven, dan permintaannya akan meningkat dan nilainya menguat ketika virus corona kembali “meledak”.

Tetapi, nyatanya beberapa mata uang Asia masih mampu menguat, artinya virus corona membuat arah pergerakan mata uang tak menentu.

Melansir dara Refinitiv, hingga pukul 13:17 WIB rupee India yang pagi tadi melemah, kini berbalik menguat tipis 0,01%. Dolar Singapura mempertebal pelemahan menjadi 0,26%, sementara peso Filipina menjadi yang terbaik dengan penguatan sebesar 0,26%. 

Sementara itu rupiah dan ringgit Malaysia hari ini libur Hari Raya Idul Adha. Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia.




idr

Virus corona varian delta sedang meningkat penyebarannya di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Presiden AS Joseph “Joe” Biden, mengatakan penyebaran terjadi di negara bagian yang vaksinasi berjalan lambat.

“Jadi tolong, tolong segera vaksinasi,” kata Biden sebagaimana dilansir Reuters.

Penyebaran virus corona varian delta membuat pasar saham mengalami aksi jual sejak Senin kemarin, yang menjadi indikasi memburuknya sentimen pelaku pasar. Lagi-lagi, hal tersebut bisa menguntungkan bagi dolar AS. Tetapi nyatanya tidak, the greenback masih kesulitan menguat.

Masih belum jelasnya kapan bank sentral AS (The Fed) akan melakukan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) membuat dolar AS kesulitan menguat.

Ketua The Fed Jerome Powell berulang kali meredam spekulasi tapering akan dilakukan di tahun ini.

Powell berbicara dalam rangka Semi Annual Monetary Policy Report di hadapan House Financial Services Committee pada pekan lalu, dan mengatakan belum akan merubah kebijakan moneternya. Sementara itu inflasi tinggi di AS, yang kembali memunculkan spekulasi tapering di tahun ini, sekali lagi ditegaskan hanya bersifat sementara, dan ke depannya tekanan inlasi akan moderat.

Menurut Powell, tolak ukur The Fed yakni “kemajuan substansial” menuju pasar tenaga kerja penuh (full employment) dan stabilitas harga masih “jauh” dari kata tercapai.

Namun di sisi lain, Presiden The Fed wilayah Chicago Charles Evans mengindikasi tapering bisa terjadi di tahun ini. Ia mengatakan perlu melihat perbaikan pasar tenaga lebih lanjut, untuk memulai tapering. Dan menurutnya perbaikan tersebut akan tercapai di tahun ini.

“Melihat beberapa bulan terakhir, pertumbuhan pasar tenaga kerja lebih lambat dari yang saya perkirakan. Saya akan bilang masih ada beberapa hal yang perlu dinilai untuk mencapai kemajuan substansial yang kita perlukan untuk merubah kebijakan moneter kami,” kata Evans, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (15/7/2021).

Tingginya inflasi di AS sudah “memakan” korban, sentimen konsumen di AS merosot di bulan ini. Indeks keyakinan konsumen yang dirilis University of Michigan (UoM) menunjukkan angka 80,8 turun yang merupakan level terendah dalam 5 bulan terakhir, dan turun dari bulan Juni 85,5.

Maklum saja, inflasi yang tinggi tentunya bisa memukul daya beli warga AS, dan berisiko menahan laju pemulihan ekonomi.

Namun, The Fed masih tetap pada pendiriannya jika inflasi yang tinggi hanya sementara. Alhasil, terjadi kebingungan di pasar mengenai kapan tapering akan dilakukan.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210720131742-17-262217/covid-varian-delta-bikin-mata-uang-asia-tak-tentu-arah

RELATED ARTICLES

Minyak sedikit melemah di tengah penyebaran virus dan ketatnya pasokan

Masalah saat ini tampaknya adalah varian Delta dari virus corona, yang menahan pasar meskipun semua bukti saat ini menunjukkan pengetatan pasokan yang dramatisNew York...

Manchester United Perkenalkan Raphael Varane Sebagai Rekrutan Baru

Raphael Varane, bek tengah Real Madrid. INDOSPORT.COM – Manchester United berhasil mendapatkan Raphael Varane dari Real Madrid di bursa transfer musim panas ini setelah kedua...

Leave and Goodbye, Karya Kolaborasi Titi Radjo Padmaja dan Petra Sihombing

Titi Radjo Padmaja rilis single Leave and Goodbye. Foto: Dok. IstimewaAkhirnya, pada tahun ini, Titi merilis sebuah single bertajuk Leave and Goodbye. Perempuan 40...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Minyak sedikit melemah di tengah penyebaran virus dan ketatnya pasokan

Masalah saat ini tampaknya adalah varian Delta dari virus corona, yang menahan pasar meskipun semua bukti saat ini menunjukkan pengetatan pasokan yang dramatisNew York...

Manchester United Perkenalkan Raphael Varane Sebagai Rekrutan Baru

Raphael Varane, bek tengah Real Madrid. INDOSPORT.COM – Manchester United berhasil mendapatkan Raphael Varane dari Real Madrid di bursa transfer musim panas ini setelah kedua...

Leave and Goodbye, Karya Kolaborasi Titi Radjo Padmaja dan Petra Sihombing

Titi Radjo Padmaja rilis single Leave and Goodbye. Foto: Dok. IstimewaAkhirnya, pada tahun ini, Titi merilis sebuah single bertajuk Leave and Goodbye. Perempuan 40...

Gandeng CDP, PTBA targetkan jadi perusahaan energi peduli lingkungan

Kami optimistis dapat mewujudkannya dengan kekuatan SDM yang ada saat iniPalembang (ANTARA) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai anggota BUMN Holding Industri Pertambangan...

Recent Comments