Tuesday, January 18, 2022
Home PRANALA Dear Investor Ritel, Cek Dulu nih Rekam Jejak Stock Split BCA

Dear Investor Ritel, Cek Dulu nih Rekam Jejak Stock Split BCA

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5.

Hal ini dilakukan mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Sebagai bagian dari anggota bursa, kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal tanah air, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split) guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam siaran pers yang disampaikan, Jumat (30/7/2021).

Memang tak lain dan tak bukan tujuan BBCA dalam melakukan pemecahan saham adalah untuk meng-capture segmen investor ritel yang saat ini sedang bertumbuh sangat pesat pascapandemi Covid-19. Per Juni 2021 jumlah investor ritel sudah menyentuh angka 5,6 juta investor, angka ini telah tumbuh 96% secara YoY.

Aksi korporasi ini memang telah ditunggu-tunggu oleh para investor ritel, pasalnya saat ini ritel perlu merogoh kocek cukup dalam untuk membeli saham BBCA.

Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (3/8), BBCA terhenti di angka Rp 30.725/unit yang artinya investor harus menggelontorkan dana sebesar Rp 3 juta untung meminang 1 lot saham BBCA (isi 100 saham).

Nantinya pasca-stock split, BBCA akan diperdagangkan di harga sekitar Rp 6.125/unit karena pembulatan ke bawah dari Rp 6.145/unit. Ini artinya investor hanya perlu merogoh kocek sebanyak Rp 612.000 untung membeli 1 lot saham BBCA.

Tentunya pasca-stock split hal ini akan positif bagi saham BBCA karena likuiditas akan naik serta adanya demand baru dari para investor yang sebelumnya berat untuk membeli saham BBCA karena terlalu mahal. Secara psikologis harga saham BBCA juga akan terlihat murah.

Apalagi mengingat BBCA masih merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar Rp 727 triliun.

Nantinya setelah dipecah, harga BBCA juga akan bersaing dengan harga big 4 bank lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang diperdagangkan di kisaran Rp 3.710/unit, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di harga Rp 5.700/unit, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di harga Rp 4.780/unit.

Sejatinya pemecahan saham kali ini bukan merupakan stock split BBCA yang pertama. Tercatat sejak melantai 31 Mei 2020 silam di harga Rp 1.400/unit BBCA sudah memecah sahamnya sebanyak 3 kali.

Pertama, pemecahan dilakukan setahun berselang melantainya BBCA di bursa lokal per tanggal 12 April 2001 di mana BBCA dipecah 1:2 sehingga nominalnya turun dari Rp 500 menjadi Rp 250, sehingga jumlah saham beredar naik dari 2,94 miliar saham menjadi 5,88 miliar saham.

Kenaikan harga kumulatif selama 3 tahun pasca-stock split menyebabkan BBCA kembali memecah harga sahamnya.

Tercatat manajemen kembali menyetujui pemecahan salam lagi-lagi dengan rasio 1:2 sehingga nominal kembali turun menjadi Rp 125 dan jumlah saham beredar naik menjadi 12,26 miliar saham.

Terakhir, di tahun awal tahun 2008 BBCA kembali memecah sahamnya dengan nominal yang sama yakni 1:2 sehingga nominal sahamnya menjadi Rp 62,5 dan jumlah saham beredar kembali naik menjadi 24,65 miliar saham.

Sejak melakukan aksi stock split terakhir, saham BBCA sudah melesat sangat kencang 865,5% dalam kurun waktu 14 tahun.

Hal inilah yang menyebabkan investor ritel berharap BBCA akan melakukan pemecahan saham kembali agar investor cilik bisa ikut masuk sebab sudah lama BBCA tidak memecah kembali sahamnya sementara harga saham terus naik tak terkendali sehingga investor ritel kesulitan untuk mengkoleksi saham milik duo Hartono dari Grup Djarum ini.

Sebelumnya, dalam Rapat Direksi & Komisaris BCA pada 29 Juli 2021 telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 (1 saham lama menjadi 5 saham baru).

Nantinya nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp 12,5. Proses stock split akan mengikuti ketentuan yang berlaku dan membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 23 September 2021.

Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, BCA akan berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk memproses stock split yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Oktober 2021.

Data BEI mencatat, saham BBCA pada awal sesi I, Rabu ini (4/8) turun 1,06% di level Rp 30.400/saham, dengan kapitalisasi pasar Rp 750 triliun. Dalam sepekan saham BBCA naik 1,67% dan 3 bulan terakhir turun 5,07%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210804000812-17-265899/dear-investor-ritel-cek-dulu-nih-rekam-jejak-stock-split-bca

RELATED ARTICLES

Truk hybrid HINO600 tuntaskan Rally Dakar 2022

Jakarta (ANTARA) - Tim Hino Sugawara yang membawa truk balap bermesin hybrid berhasil menuntaskan Rally Dakar 2022, sekaligus menjadi satu-satunya jenama kendaraan komersial Jepang...

Shell Indonesia hadirkan solar berstandar Euro 5

Jakarta (ANTARA) - Shell Indonesia menghadirkan bahan bahar solar V-Power Diesel berstandar Euro 5 yang menyasar pengguna sport utility vehicle (SUV) di antaranya Mitsubishi...

PPnBM DTP resmi diperpanjang, ada skema berbeda dari tahun lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah resmi memperpanjang insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) pada 2022 karena tahun lalu terbukti mampu menggairahkan pasar...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Truk hybrid HINO600 tuntaskan Rally Dakar 2022

Jakarta (ANTARA) - Tim Hino Sugawara yang membawa truk balap bermesin hybrid berhasil menuntaskan Rally Dakar 2022, sekaligus menjadi satu-satunya jenama kendaraan komersial Jepang...

Shell Indonesia hadirkan solar berstandar Euro 5

Jakarta (ANTARA) - Shell Indonesia menghadirkan bahan bahar solar V-Power Diesel berstandar Euro 5 yang menyasar pengguna sport utility vehicle (SUV) di antaranya Mitsubishi...

PPnBM DTP resmi diperpanjang, ada skema berbeda dari tahun lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah resmi memperpanjang insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) pada 2022 karena tahun lalu terbukti mampu menggairahkan pasar...

Realisasi program Sejuta Rumah 2021 capai 1,1 juta unit

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan realisasi Program Sejuta Rumah tahun anggaran 2021 berhasil tercapai hingga sebanyak 1.105.707 rumah...

Recent Comments