Thursday, September 16, 2021
Home PRANALA Dolar AS Terjungkal & Terkapar, tapi Rupiah Menguat Tipis

Dolar AS Terjungkal & Terkapar, tapi Rupiah Menguat Tipis

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah sukses mempertahankan penguatan melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (30/7/2021), tetapi sayangnya tidak terlalu besar.

Padahal, indeks dolar AS sedang terjungkal dan terkapar. Ambrolnya bursa saham Asia membuat rupiah kesulitan mencetak penguatan tebal pada hari ini, apalagi dari dalam negeri kasus penyakit virus corona (Covid-19) masih tinggi.

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan impresif, menguat 0,41% ke Rp 14.420/US$. Sayangnya, level tersebut merupakan yang terkuat hari ini, rupiah terus memangkas penguatan hingga tersisa 0,03% saja. Tetapi rupiah tidak mencicipi zona merah hari ini, penguatan kembali bertambah hingga 0,14% di akhir perdagangan ke Rp 14.460/US$.

Penguatan tajam rupiah di awal perdagangan dipicu oleh jebloknya dolar AS setelah pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed), serta rilis data produk domestik bruto (PDB).

The Fed melihat perekonomian AS semakin kuat, tapi masih perlu melihat kemajuan substansial lebih lanjut, khususnya untuk pasar tenaga kerja dan inflasi, sebelum memulai tapering.

“Kami menggunakan pendekatan yang setransparan mungkin. Kita belum mencapai kemajuan substansial lebih lanjut,” kata ketua The Fed, Jerome Powell, sebagaimana dikutip CNBC International, Kamis (29/7/2021).

Sementara itu untuk pasar tenaga kerja, Powell mengatakan masih perlu lebih kuat lagi, sebelum memulai tapering.

“Saya ingin melihat pasar tenaga kerja lebih kuat lagi dalam beberapa bulan ke depan sebelum memulai mengurangi QE yang saat ini senilai US$ 120 miliar per bulan,” kata Powell.

Sementara itu Departemen Perdagangan AS kemarin melaporkan PDB tumbuh 6,5% di kuartal II, sedikit lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya 6,3%, tetapi jauh di bawah estimasi Dow Jones sebesar 8,4%.

Rilis tersebut menguatkan spekulasi The Fed tidak akan melakukan tapering di tahun ini. Indeks dolar AS pun merosot hingga 0,5% ke level 91,864 kemarin, dan berlanjut lagi turun tipis 0,03% ke 91,84 sore ini yang merupakan terendah dalam satu bulan terakhir.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Bursa Asia Jeblok, Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi

https://www.cnbcindonesia.com/market/20210730154538-17-264943/dolar-as-terjungkal-terkapar-tapi-rupiah-menguat-tipis

RELATED ARTICLES

Ooredoo Group dan CK Hutchison sepakat bergabung di Indonesia

Perusahaan gabungan akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif.Jakarta (ANTARA) - Ooredoo Group dan CK Hutchison Holdings Limited mengumumkan...

DPR: Manfaat hilirisasi industri baterai mobil listrik berlipat ganda

ndustri baterai ini menggunakan nikel, sumber daya alam yang banyak terkandung di bumi Indonesia, sehingga pemanfaatannya juga harus untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatJakarta (ANTARA) -...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ooredoo Group dan CK Hutchison sepakat bergabung di Indonesia

Perusahaan gabungan akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif.Jakarta (ANTARA) - Ooredoo Group dan CK Hutchison Holdings Limited mengumumkan...

DPR: Manfaat hilirisasi industri baterai mobil listrik berlipat ganda

ndustri baterai ini menggunakan nikel, sumber daya alam yang banyak terkandung di bumi Indonesia, sehingga pemanfaatannya juga harus untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatJakarta (ANTARA) -...

Recent Comments