Sunday, August 1, 2021
Home PRANALA Dubes Ungkap Alasan Jepang Memulangkan Warganya dari Indonesia

Dubes Ungkap Alasan Jepang Memulangkan Warganya dari Indonesia

TEMPO.COJakarta – Pemerintah Jepang mulai memulangkan sementara sebagian warga negara mereka dari Indonesia di tengah lonjakan kasus Covid-19. Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kenji Kanasugi menyebut menyebut kebijakan ini terkait dengan program vaksinasi bagi warga Jepang yang tinggal di luar negeri.

Program tersebut akan dimulai pada 1 Agustus 2021. Sehingga, warga Jepang yang pulang tersebut akan dapat vaksinasi di Tanah Air mereka sendiri.

"Namun, mereka akan kembali ke Indonesia setelah mendapatkan vaksin di Jepang," kata Kenji lewat akun resmi instagram @jpnambsindonesia pada Rabu, 14 Juli 2021.

Dalam seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Per 13 Juli 2021, kasus aktif baru harian mencapai 47 ribu.

Sementara, kabar pemulangan warga Jepang ini awalnya disampaikan oleh Kepala Sekretaris Kabinet yang juga juru bicara Pemerintah Jepang, Katsunobu Kato. “Warga Jepang yang ingin pulang bisa kembali ke Jepang sesegera mungkin, sebanyak mungkin,” kata Kato, seperti diberitakan Nikkei Asia pada Selasa, 13 Juli 2021.

Rabu siang, Nikkei Asia juga melaporkan sebuah pesawat dari maskapai All Nippon Airways sudah membawa pulang 50 ekspatriat Jepang dan keluargnya meninggalkan Indonesia. Pesawat mendarat di Bandara Narita, dekat Tokyo.

Kabar ini berasal dari sumber di pemerintahan Jepang dan Shimizu Corp. Perusahaan disebut menyewa sebuah pesawat untuk memulangkan pegawainya karena keterbatasan tempat tidur dan pasokan oksigen di Indonesia. Sesampai di Jepang, para keluarga dan karyawan juga akan divaksin.

Baca: Menperin Sebut Investasi Rp 45,9 T dari 4 Raksasa Otomotif Jepang, Ini Detailnya



https://bisnis.tempo.co/read/1483260/dubes-ungkap-alasan-jepang-memulangkan-warganya-dari-indonesia

RELATED ARTICLES

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Pandemi, anggota DPR: Jangan bergantung kepada impor obat-obatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan bahwa kebijakan yang ada seharusnya membuat Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan untuk mengatasi...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Pandemi, anggota DPR: Jangan bergantung kepada impor obat-obatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan bahwa kebijakan yang ada seharusnya membuat Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan untuk mengatasi...

Guru Besar FEB UI: Indonesia perlu ubah paradigma pembangunan

Depok (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan bahwa perubahan mendasar yang harus dilakukan Indonesia dalam bidang...

Recent Comments