Sunday, August 1, 2021
Home PRANALA Efek Rights Issue ABBA-KRAS 'Ngamuk', Saham NICL-MEDC Jeblok!

Efek Rights Issue ABBA-KRAS ‘Ngamuk’, Saham NICL-MEDC Jeblok!

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan emiten media Grup Mahaka yang didirikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir PT Mahaka Media Tbk (ABBA) sama-sama berhasil menjadi top gainers pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (21/7/2021).

Sementara, emiten nikel PT PAM Mineral Tbk (NICL) dan emiten migas yang dipimpin pengusaha Hilmi Panigoro PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terjungkal di deretan saham ‘pecundang’.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound hingga siang ini. IHSG naik 0,34% ke posisi 6.037,783 pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (21/7).

Menurut data BEI, ada 270 saham naik, 208 saham merosot dan 152 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,84 triliun dan volume perdagangan mencapai 11,70 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 158,24 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 4,64 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (21/7).

Top Gainers

  1. Kioson Komersial Indonesia (KIOS), saham +22,53%, ke Rp 1.115, transaksi Rp 64,3 M

  2. Bank Ganesha (BGTG), +15,98%, ke Rp 196, transaksi Rp 215,2 M

  3. Krakatau Steel (KRAS), +14,50%, ke Rp 545, transaksi Rp 176,4 M

  4. Mahaka Media (ABBA), +11,18%, ke Rp 358, transaksi Rp 49,4 M

  5. Wijaya Karya (WIKA), +10,15%, ke Rp 1.085, transaksi Rp 82,2 M

Top Losers

  1. MNC Studios International (MSIN), saham -6,56%, ke Rp 456, transaksi Rp 11,0 M

  2. PAM Mineral (NICL), -6,52%, ke Rp 258, transaksi Rp 20,4 M

  3. Prodia Widyahusada (PRDA), -3,68%, ke Rp 7.850, transaksi Rp 37,6 M

  4. Medco Energi Internasional (MEDC), -3,60%, ke Rp 535, transaksi Rp 31,6 M

  5. Surya Esa Perkasa (ESSA), -3,08%, ke Rp 378, transaksi Rp 23,0 M

Menurut data di atas, saham KRAS melonjak 14,50% ke Rp 545/saham, setelah terkoreksi 0,83% pada Senin (19/7) lalu. Dengan ini, dalam sepekan, saham KRAS menguat 10,77% dalam sepekan, tetapi ambles 6,03% dalam sebulan.

Kenaikan saham KRAS terjadi di tengah laporan keuangan kuartal I perusahaan yang terbilang ciamik. KRAS mencatatkan laba bersih US$ 32,46 juta atau setara dengan Rp 471 miliar (asumsi kurs Rp 14.500/US$) hingga semester I tahun ini.

Angka tersebut melesat 619,59% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai US$ 4,51 juta atau Rp 65,39 miliar.

Seiring dengan kenaikan laba bersih, pendapatan perusahaan naik 90,88% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi senilai US$ 1,05 miliar (Rp 15,30 triliun) dari sebelumnya di akhir semester I-2020 yang sebesar US$ 552,82 juta atau Rp 8,02 triliun.

Selain KRAS, saham ABBA menanjak 11,18% ke Rp 358/saham. Dengan ini, saham ABBA sudah melaju kencang di zona hijau selama 5 hari beruntun. Dalam sepekan saham ini melejit 38,76%, sementara dalam sebulan melesat 61,26%.

Kabar teranyar, ABBA berencana menambah modal dengan skema memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 1,20 miliar saham.

Mengacu prospektus yang dipublikasikan ABBA, nilai nominal rights issue tersebut sebesar Rp 100 per saham. Aksi korporasi ABBA juga telah mengantongi restu pemegang saham.

Manajemen menyatakan, penambahan modal tersebut akan dilakukan sesuai keperluan permodalan perseroan. Adapun pelaksanaan rights issue dilaksanakan tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Berbeda nasib, saham NICL ambles hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 6,52%. Ini adalah kali ketiga secara beruntun saham ini menembus ARB, setelah sebelumnya mencatatkan reli kenaikan selama 5 hari secara berturut-turut atau sejak melantai pada 9 Juli lalu.

Setali tiga uang, saham MEDC melorot 3,60% ke Rp 535/saham, melanjutkan koreksi pada Senin lalu yang sebesar 2,63%. Dalam seminggu saham MEDC turun 7,76%, sedangkan dalam sebulan belakangan anjlok 22,46%.

Kabar terbaru, MEDC akan melaksanakan rights issue melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) kepada para pemegang saham saat ini dalam jumlah sebanyak-banyaknya 12.500.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham (PUT IV).

Harga pelaksanaan belum ditentukan, tetapi mengacu harga rata-rata saham MEDC pada Rabu ini (21/7), di level Rp 548/saham, potensi dana rights issue bisa mencapai Rp 6,85 triliun. Jika mengacu pada harga terendah dalam 3 bulan terakhir Rp 555, maka potensi dana bisa mencapai Rp 6,94 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210721121411-17-262434/efek-rights-issue-abba-kras-ngamuk-saham-nicl-medc-jeblok

RELATED ARTICLES

Cdm Indonesia optimistis dapat tambahan medali di laga pemungkas besok

Jakarta (ANTARA) - Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan P. Roeslani, mengaku optimistis kontingen Merah Putih dapat menambah perolehan medali saat...

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Cdm Indonesia optimistis dapat tambahan medali di laga pemungkas besok

Jakarta (ANTARA) - Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan P. Roeslani, mengaku optimistis kontingen Merah Putih dapat menambah perolehan medali saat...

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Pandemi, anggota DPR: Jangan bergantung kepada impor obat-obatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan bahwa kebijakan yang ada seharusnya membuat Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan untuk mengatasi...

Recent Comments