Friday, September 24, 2021
Home PRANALA Harap Hati-hati! IHSG Munculkan Sinyal 'Malapetaka' di Sesi 2

Harap Hati-hati! IHSG Munculkan Sinyal ‘Malapetaka’ di Sesi 2

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di sesi pertama dengan depresiasi 0,15% ke level 6.087,76 jelang rilis hasil rapat komite pasar terbuka The Fed.

Nilai transaksi hari ini sebesar Rp 7 triliun dan terpantau investor asing menjual bersih Rp 81 miliar di pasar reguler. 203 saham naik, 286 turun, sisanya 146 stagnan.

Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) dimulai malam tadi (WIB). Tengah malam ini rapat akan selesai dan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dijadwalkan memberikan konferensi pers pukul 14:00 waktu setempat, atau 02:00 besok (WIB).

Semua mata dan telinga tertuju pada agenda konpers tersebut, yang biasanya berisikan pandangan terbaru mereka terkait kondisi ekonomi AS, inflasi dan pengangguran. Namun kali ini, pasar menunggu pernyataan tambahan soal tapering off atau pengurangan pembelian aset di pasar (quantitative easing/QE).

Di tengah suku bunga acuan nyaris nol, The Fed melakukan pembelian obligasi pemerintah dan surat utang beraset dasar (kredit pemilikan rumah/KPR) di pasar sekunder, dengan nilai minimal US$ 120 miliar per bulan. Tujuannya untuk memasok likuiditas bagi para investor, karena aset mereka dibeli sehingga mereka memegang dana tunai.

Harapannya sederhana. Dana tunai itu diputar ke sektor riil dan pasar modal AS atau ke negara lain, yang otomatis menciptakan suplai pendanaan. Ketika pendanaan tersedia, maka ekonomi AS-dan juga negara lain yang mendapat limpahan dana tunai itu-tentu akan berputar.

Namun yang kini terjadi, dana tersebut kesulitan mencari tempat aman dan menguntungkan untuk berbiak di kala pandemi. Tak heran, bursa AS mencetak reli selama pandemi dan memicu kekhawatiranbubble. Tak sedikit pula dana itu mengalir ke instrumen spekulatif seperti kripto.

Oleh karenanya, aksi pasok likuiditas The Fed dinilai tidak lagi terlalu mendesak. Pasar pun terbelah mengenai arah kebijakan soaltapering off. Analis Commonwealth Bank of Australia (CBA) Joe Capurso menilai jika The Fed mengindikasikan pengurangan program QE akan dilakukan dalam waktu dekat, maka dolar AS akan melesat lagi.

Sementara itu Kepala Riset Valas G10 Standard Chartered Steve Englander menilai tapering masih jauh, dengan mengacu pada pernyataan The Fed terkait inflasi. Meski inflasi di AS sangat tinggi (5.4%), tetapi The Fed berulang kali menyatakan hal tersebut hanya bersifat peralihan.

“Kami perkirakan ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan akan lebih bersabar melihat inflasi ketimbang beberapa pejabat The Fed lainnya, sebab perekonomian masih belum pulih dan pasar tenaga kerja lesu kembali,” kata Englander, sebagaimana dikutipCNBC International.

Analisis Teknikal




TeknikalFoto: Putra
Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di area batas bawah dengan BB yang kembali melebar maka pergerakan IHSG selanjutnya cenderung terdepresiasi.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area 6.120. Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area 6.013.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 48 yang belum menunjukkan adanya indikator jenuh jual akan RSI terkonsolidasi turun yang menunjukkan indeks berpotensi lanjut melemah.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB di batas bawah dan kembali melebar, maka pergerakan selanjutnya cenderung terkoreksi. Hal ini juga terkonfirmasi dengan indikator RSI yang terkonsolidasi turun.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210728115343-17-264259/harap-hati-hati-ihsg-munculkan-sinyal-malapetaka-di-sesi-2

RELATED ARTICLES

TNI AL Kukuhkan Dansatgas Pembangunan Kapal Fregat Teknologi Inggris

Kapal fregat AH140 buatan Babcock International Inggris, yang dikerjasamakan dengan PT PAL (Persero). Foto: Babcock InternationalMenteri Pertahanan Prabowo Subianto membawa teknologi kapal perang canggih...

Gempa Dewa Nilai Patroli Polisi Purworejo Picu Keresahan Warga Desa Wadas

TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa...

Pemerintah perlu pertimbangkan lanjutkan moratorium sawit

Kita masih perlu moratorium jilid II. Kalau tidak dilanjutkan, negara dan petani justru akan mengalami banyak kerugianJakarta (ANTARA) - Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan untuk...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

TNI AL Kukuhkan Dansatgas Pembangunan Kapal Fregat Teknologi Inggris

Kapal fregat AH140 buatan Babcock International Inggris, yang dikerjasamakan dengan PT PAL (Persero). Foto: Babcock InternationalMenteri Pertahanan Prabowo Subianto membawa teknologi kapal perang canggih...

Gempa Dewa Nilai Patroli Polisi Purworejo Picu Keresahan Warga Desa Wadas

TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa...

Pemerintah perlu pertimbangkan lanjutkan moratorium sawit

Kita masih perlu moratorium jilid II. Kalau tidak dilanjutkan, negara dan petani justru akan mengalami banyak kerugianJakarta (ANTARA) - Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan untuk...

Recent Comments