Sunday, August 1, 2021
Home PRANALA Hingga Juli, Realisasi Penerbitan Sukuk Negara Mencapai Rp 160,94 Triliun

Hingga Juli, Realisasi Penerbitan Sukuk Negara Mencapai Rp 160,94 Triliun

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah menyerap dana Rp12,5 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp51,1 triliun. 

"Hasil lelang sukuk ini melebihi target indikatif Rp11 triliun," dikutip dari keterangan pers dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Selasa, 13 Juli 2021.

Jumlah dimenangkan untuk seri SPNS14012022 sebesar Rp1 triliun serta imbal hasil rata-rata tertimbang 3,09 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 14 Januari 2022 ini mencapai Rp8,11 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 3,09 persen dan tertinggi 4,5 persen.

Untuk seri PBS027, jumlah dimenangkan mencapai Rp6,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,26824 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2023 ini mencapai Rp15,44 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 4,23 persen dan tertinggi 4,45 persen.

Untuk seri PBS017, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,28996 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2025 ini mencapai Rp10,5 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,25 persen dan tertinggi 5,42 persen.

Untuk seri PBS029, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,54975 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 15 Maret 2034 ini mencapai Rp8,62 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,5 persen dan tertinggi 6,95 persen.

Untuk seri PBS028, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,22903 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2046 ini mencapai Rp5,33 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,2 persen dan tertinggi 7,3 persen.

Pemerintah tidak memenangkan penawaran sukuk dari seri PBS004 mengingat lelang sudah melebihi target indikatif, meski permintaan masuk mencapai Rp3,08 triliun. Dengan lelang tersebut, maka realisasi penerbitan sukuk negara hingga Januari-Juli 2021 telah mencapai Rp160,94 triliun.

BACA: Selama 2021, BEI Catat 35 Emisi Obligasi dan Sukuk Senilai Rp 39,43 T



https://bisnis.tempo.co/read/1482987/hingga-juli-realisasi-penerbitan-sukuk-negara-mencapai-rp-16094-triliun

RELATED ARTICLES

Cdm Indonesia optimistis dapat tambahan medali di laga pemungkas besok

Jakarta (ANTARA) - Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan P. Roeslani, mengaku optimistis kontingen Merah Putih dapat menambah perolehan medali saat...

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Cdm Indonesia optimistis dapat tambahan medali di laga pemungkas besok

Jakarta (ANTARA) - Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan P. Roeslani, mengaku optimistis kontingen Merah Putih dapat menambah perolehan medali saat...

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Pandemi, anggota DPR: Jangan bergantung kepada impor obat-obatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan bahwa kebijakan yang ada seharusnya membuat Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan untuk mengatasi...

Recent Comments