Friday, September 24, 2021
Home PRANALA Investor Antisipasi Konpers The Fed, Bursa Eropa Dibuka Mixed

Investor Antisipasi Konpers The Fed, Bursa Eropa Dibuka Mixed

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Eropa bergerak variatif pada pembukaan perdagangan Rabu (28/7/2021), di tengah antisipasi investor atas kinerja keuangan emiten Benua Biru dan hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS).

Indeks Stoxx 600 yang berisi 600 saham unggulan Eropa dibuka hanya naik 0,1% pada sesi awal perdagangan, dengan indeks saham sektor perjalanan dan tamasya bertambah 0,9% sementara indeks saham sektor kimia tertekan 0,7%.

Selang 30 menit kemudian, indeks Stoxx 600 menguat 0,8 poin (+0,17%) ke 459,41. Indeks CAC Prancis bertambah 31,3 poin (+0,48%) ke 6.524,64, FTSE Inggris naik 18,3 poin (+0,28%) menjadi 6.550,26. Namun, indeks DAX Jerman minus 5,6 poin (-0,04%) ke 15.513,56.

Mayoritas bursa utama Asia Pasifik melemah dengan indeks Hang Seng Hongkong berusaha menguat dari koreksi beruntun 2 hari lalu. Di AS, harga kontrak berjangka (futures) indeks saham melemah.

Perhatian tertuju pada Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) yang akan tuntas tengah malam ini dan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan menggelar konferensi pers pukul 02:00 nanti (WIB).

Di musim laporan keuangan kali ini, beberapa emiten yang akan merilis neraca keuangan per kuartal II-2021 di antaranya adalah Deutsche Bank, Barclays, British American Tobacco, GlaxoSmithKline, Rio Tinto, BASF dan Santander.

Deutsche Bank melaporkan laba bersih yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar meski divisi bank investasi (investment banking) mengalami tekanan pendapatan. Bank asal Jerman tersebut melaporkan laba bersih €692 juta (US$ 818 juta), jauh di atas ekspektasi ekonom dalam polling Refinitiv yang memperkirakan angka €328 juta.

Bank asal Inggris Barclays juga membukukan laba bersih impresif, sebesar £2,1 miliar (US$ 2,9 miliar), naik dari posisi kuartal yang sama tahun lalu yang hanya £90 juta. Divisi bank investasi dan saham mencetak rekor omzet tertinggi. Saham Barclays pun melesat 5,2% memimpin reli indeks Stoxx 600, sementara saham Deutsche Bank melompat 3,4%.

Dampak Covid-19 kian mencekam pasar Eropa, di mana Inggris pada Selasa melaporkan angka kematian tertinggi akibat virus tersebut sejak Maret 2021, meski angka infeksi harian terus menurun. Hal ini memaksa Perdana Menteri Boris Johnson meningkatkan kehati-hatian.

Dari kabar korporasi, Reuters melaporkan bahwa konsorsium yang dipimpin oleh produsen otomotif Jerman Volkswagen melancarkan pembicaraan untuk mengakuisisi Europcar (perusahaan sewa mobil asal Prancis) senilai €2,5 miliar.

Investor juga memantau rilis data ekonomi, di antaranya survei keyakinan bisnis Italia per Juli yang akan dirilis hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210728150421-17-264328/investor-antisipasi-konpers-the-fed-bursa-eropa-dibuka-mixed

RELATED ARTICLES

TNI AL Kukuhkan Dansatgas Pembangunan Kapal Fregat Teknologi Inggris

Kapal fregat AH140 buatan Babcock International Inggris, yang dikerjasamakan dengan PT PAL (Persero). Foto: Babcock InternationalMenteri Pertahanan Prabowo Subianto membawa teknologi kapal perang canggih...

Gempa Dewa Nilai Patroli Polisi Purworejo Picu Keresahan Warga Desa Wadas

TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa...

Pemerintah perlu pertimbangkan lanjutkan moratorium sawit

Kita masih perlu moratorium jilid II. Kalau tidak dilanjutkan, negara dan petani justru akan mengalami banyak kerugianJakarta (ANTARA) - Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan untuk...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

TNI AL Kukuhkan Dansatgas Pembangunan Kapal Fregat Teknologi Inggris

Kapal fregat AH140 buatan Babcock International Inggris, yang dikerjasamakan dengan PT PAL (Persero). Foto: Babcock InternationalMenteri Pertahanan Prabowo Subianto membawa teknologi kapal perang canggih...

Gempa Dewa Nilai Patroli Polisi Purworejo Picu Keresahan Warga Desa Wadas

TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa...

Pemerintah perlu pertimbangkan lanjutkan moratorium sawit

Kita masih perlu moratorium jilid II. Kalau tidak dilanjutkan, negara dan petani justru akan mengalami banyak kerugianJakarta (ANTARA) - Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan untuk...

Recent Comments