Sunday, January 16, 2022
Home banjir kalimantan selatan Kalsel Banjir, 2.021 Jiwa Terkena Dampak

Kalsel Banjir, 2.021 Jiwa Terkena Dampak

JawaPos.com – Sebanyak 2.021 jiwa di 3 kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan terkena dampak banjir yang terjadi pada Sabtu (11/9) kemarin pukul 08.30 waktu setempat. Banjir dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi sejak Jumat (10/9) lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut merinci, 3 kecamatan yang wilayahnya terendam banjir adalah Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Kintap dan Kecamatan Panyipatan. Di Kecamatan Batu Ampar, sebanyak 75 rumah terendam dan 232 jiwa terdampak, saat ini debit air terpantau sudah menurun.

Lalu, Kecamatan Kintap sebanyak 544 rumah warga terendam dan 1,789 jiwa terdampak dengan tinggi mata air (TMA) berkisar 30-50 cm dan di Kecamatan Panyipatan, banjir dilaporkan berangusur surut namun masih terdapat beberapa perkebunan warga yang terendam.

“Untuk sementara belum ada warga yang diungsikan,” Pusdalops BPBD Tanah Laut, Esty melalui siaran pers, Minggu (12/9).

Selain itu, salah satu tanggul di Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung pun diketahui jebol akibat curah hujan yang tinggi tersebut. Meskipun begitu, tanggul ini tidak mengakibatkan rumah warga terendam.

“Curah hujan tinggi yang terjadi semalaman sejak kemarin (10/9), sehingga tanggul tidak kuat menahan luapan air,” tambah dia.

Saat ini pihaknya bersama pemerintah daerah terkait masih terus melakukan pendataan dan pemantauan terkait kondisi terkini di lapangan. Rencananya juga akan ada giat pendistribusian bantuan logistik bagi warga terdampak banjir.

Adapun berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana Hidrometeorologi masih akan mendominasi sepanjang Agustus 2021. Hujan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu kejadian banjir dengan frekuensi cukup tinggi, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Sementara itu, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Kalimantan diprediksi akan memasuki musim hujan pada bulan September 2021. Hal ini berpengaruh pada meningkatnya potensi kejadian bencana hidrometeorologi basah di wilayah tersebut.

Peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG tersebut juga diinformasikan oleh BPBD Tanah Laut kepada masyarakat di wilayahnya melalui pesan singkat dan media sosial. “Kami selalu bagikan informasi peringatan dini tersebut kepada masyarakat melalau grup WhatsApp dan media sosial secara rutin,” pungkasnya.

BNPB terus mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar selalu waspada dan siaga akan potensi bencana alam di sekitarnya sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko akibat bencana. Masyarakat secara mandiri mengetahui peringatan dini cuaca melalui laman resmi BMKG dan potensi bencana di wilayahnya melalui inaRisk.bnpb.go.id.



https://www.jawapos.com/nasional/12/09/2021/kalsel-banjir-2-021-jiwa-terkena-dampak/

RELATED ARTICLES

KKP Tetapkan Laut Pasaman Barat Jadi Kawasan Konservasi

Kawasan laut seluas 6.122,14 hektare di Pasaman Barat, Sumatera Barat, resmi menjadi kawasan konservasi. Penetapan itu berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) KP Nomor: 2 tahun...

Menkes: 500 Orang Kena Omicron Dirawat di RS, 3 Butuh Oksigen, 2 Sembuh

Budi mengakui penularan varian Omicron memang lebih cepat dari varian Delta. Tetapi ia menekankan, dari pantauan sejumlah negara, hospitalisasi kasus varian Omicron hanya antara...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

KKP Tetapkan Laut Pasaman Barat Jadi Kawasan Konservasi

Kawasan laut seluas 6.122,14 hektare di Pasaman Barat, Sumatera Barat, resmi menjadi kawasan konservasi. Penetapan itu berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) KP Nomor: 2 tahun...

Menkes: 500 Orang Kena Omicron Dirawat di RS, 3 Butuh Oksigen, 2 Sembuh

Budi mengakui penularan varian Omicron memang lebih cepat dari varian Delta. Tetapi ia menekankan, dari pantauan sejumlah negara, hospitalisasi kasus varian Omicron hanya antara...

Airlangga Dorong Transformasi Digital dalam Industri Kesehatan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian...

Recent Comments