Tuesday, July 27, 2021
Home Kasus Meroket Kasus Meroket! Maruf Minta Penanganan Covid-19 di Banten Lebih Intensif

Kasus Meroket! Maruf Minta Penanganan Covid-19 di Banten Lebih Intensif

Suara.com – Wakil Presiden Maruf Amin mencermati kasus Covid-19 di Provinsi Banten yang jumlahnya tertinggi keempat secara nasional. Menurutnya, Banten mesti melakukan penanganan yang intensif.

Data Kementerian Kesehatan pada Selasa (13/7) kemarin, terdapat 4.016 kasus Covid-19 terkonfirmasi di Provinsi Banten. Karena itu Maruf menilai harus ada tindakan guna menekan laju penyebaran virus.

Itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi dengan Gubernur Banten dan seluruh Satuan Tugas Covid-19 Banten Terkait Penanganan Covid-19 melalui konferensi video, Rabu (14/7/2021).

“Saya kira di Banten juga masih cukup tinggi hingga mungkin memerlukan suatu penanganan yang lebih (intensif),” kata Maruf, Rabu (14/7/2021).

Baca Juga:
Wapres Maruf Amin Serukan Ulama Jaga Umat dari Hoaks Terkait Covid

Kalau berdasarkan laporan yang diterima, Maruf menilai tingginya laju penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten itu dikarenakan masih rendahnya kepatuhan menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Kemudian pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) yang masih rendah juga menjadi faktor pendorong tingginya laju penyebaran Covid-19.

“Testing ini kalau testingnya itu sedikit, itu berarti yang bisa diketahui juga sedikit, ya. Ini karena itu juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan saya melihat bahwa di Banten juga masih agak rendah,” ucapnya.

Karena itu, Maruf menekankan tentang pentingnya pemberian vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity. Sebab, menurutnya cakupan vaksinasi di Banten khususnya bagi tenaga kesehatan dan lansia masih rendah dan perlu mendapat perhatian.

Apabila melihat laporan, vaksinasi yang dilakukan Provinsi Banten itu harusnya mencapai 8 juta orang dengan target 50 ribu orang per hari. Dalam praktiknya, per 12 Juli 2021 dari 1,63 juta target tahap 1 dan tahap 2, untuk sasaran tenaga kesehatan baru terdapat 1,15 juta termasuk lansia.

“Dengan mempertimbangkan masih rendahnya cakupan vaksinasi lansia juga masih jauh dari target sasaran. Ini juga perlu mendapat perhatian.” 

Baca Juga:
Pengerjaan Dilakukan di Era WH-Andika, Banten Memiliki Stadion Bertaraf Internasional



https://www.suara.com/news/2021/07/14/225404/kasus-meroket-maruf-minta-penanganan-covid-19-di-banten-lebih-intensif

RELATED ARTICLES

Jasa Raharja dan Polri Gelar Vaksinasi JRKu ke-3 bagi Masyarakat di Surabaya

Kegiatan Vaksinasi JRKu yang diselenggarakan oleh PT Jasa Raharja dengan bersinergi bersama Polri. Foto: PT Jasa Raharja.Gelar Vaksinasi JRKu, Jasa Raharja Bersinergi dengan Polri...

Lexus Indonesia gelar pameran virtual Immersive World

Jakarta (ANTARA) - Lexus Indonesia merangkum seluruh layanan dan kemewahan mobil-mobil yang mereka tawarkan melalui gelaran pameran virtual "Lexus Immersive World" yang dihelat pada...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Jasa Raharja dan Polri Gelar Vaksinasi JRKu ke-3 bagi Masyarakat di Surabaya

Kegiatan Vaksinasi JRKu yang diselenggarakan oleh PT Jasa Raharja dengan bersinergi bersama Polri. Foto: PT Jasa Raharja.Gelar Vaksinasi JRKu, Jasa Raharja Bersinergi dengan Polri...

Lexus Indonesia gelar pameran virtual Immersive World

Jakarta (ANTARA) - Lexus Indonesia merangkum seluruh layanan dan kemewahan mobil-mobil yang mereka tawarkan melalui gelaran pameran virtual "Lexus Immersive World" yang dihelat pada...

Pasar soroti penanganan pandemi, IHSG ditutup terkoreksi

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup terkoreksi seiring pelaku pasar yang menyoroti penanganan pandemi...

Recent Comments