Thursday, September 16, 2021
Home PRANALA Katanya The Fed Mau Kasih Sinyal Tapering, Rupiah Apa Kabar?

Katanya The Fed Mau Kasih Sinyal Tapering, Rupiah Apa Kabar?

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah berakhir melemah tipis 0,07% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.490/US$ Selasa kemarin (27/7), padahal di pembukaan perdagangan menguat 0,21%.

Pergerakan tersebut mengindikasikan pelaku pasar menanti pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) Kamis dini hari waktu Indonesia. Artinya, pada perdagangan hari ini, Rabu (28/7/2021), rupiah masih akan bergerak volatil dan berisiko melemah.

Ketua The Fed, Jerome Powell dalam konferensi pers saat pengumuman kebijakan nanti diperkirakan akan memberikan sinyal tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE). Jika itu terjadi, maka dolar AS akan perkasa lagi, dan rupiah tertekan.

“Saya pikir Powell akan memberikan sinyal ke pasar jika The Fed mendiskusikan seberapa besar QE akan dikurangi, bagaimana tapering akan dilakukan, tetapi mereka juga masih akan melihat rilis data ekonomi lebih lanjut,” kata Edward Moya, analis di OANDA, sebagaimana dilansir CNBC International, Selasa (27/7/2021).

Secara teknikal, sejak akhir Juni lalu, rupiah membentuk pola Rectangle atau persegi panjang. Batas bawah pola tersebut berada di kisaran Rp 14.450/US$ sementara batas atas berada di kisaran Rp 14.550/US$. Kemarin rupiah sempat menyentuh batas bawah tersebut dan akhirnya berbalik melemah, yang menjadi indikasi support kuat.

Diperlukan penembusan salah satu batas tersebut untuk menentukan kemana arah rupiah selanjutnya.




idrGrafik: Rupiah (USD/IDR) Harian
Foto: Refinitiv

Mata Uang Garuda saat ini sedikit diuntungkan dengan munculnya pola-pola candle stick. Pada Rabu (30/6/2021), rupiah membentuk pola Shooting Star, sehari setelahnya muncul pola Gravestone Doji.

Keduanya tersebut merupakan pola ini merupakan sinyal reversal atau berbalik arahnya harga suatu aset. Dalam hal ini dolar AS melemah dan rupiah yang menguat.

Level psikologis Rp 14.500/US$ menjadi resisten terdekat. Selama tertahan di bawahnya rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.450/US$ yang merupakan batas bawah pola rectangle.

Jika mampu menembus level tersebut, rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.400/US$. Di pekan ini, jika mampu melewati level yang disebutkan terakhir, rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.350/US$.

Sementara jika kembali ke atas Rp 14.500/US$, rupiah berisiko melemah ke Rp 14.550/US$ yang merupakan batas atas pola Rectangle.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210728075119-17-264165/katanya-the-fed-mau-kasih-sinyal-tapering-rupiah-apa-kabar

RELATED ARTICLES

Ooredoo Group dan CK Hutchison sepakat bergabung di Indonesia

Perusahaan gabungan akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif.Jakarta (ANTARA) - Ooredoo Group dan CK Hutchison Holdings Limited mengumumkan...

DPR: Manfaat hilirisasi industri baterai mobil listrik berlipat ganda

ndustri baterai ini menggunakan nikel, sumber daya alam yang banyak terkandung di bumi Indonesia, sehingga pemanfaatannya juga harus untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatJakarta (ANTARA) -...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ooredoo Group dan CK Hutchison sepakat bergabung di Indonesia

Perusahaan gabungan akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif.Jakarta (ANTARA) - Ooredoo Group dan CK Hutchison Holdings Limited mengumumkan...

DPR: Manfaat hilirisasi industri baterai mobil listrik berlipat ganda

ndustri baterai ini menggunakan nikel, sumber daya alam yang banyak terkandung di bumi Indonesia, sehingga pemanfaatannya juga harus untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatJakarta (ANTARA) -...

Recent Comments