Saturday, September 25, 2021
Home PRANALA KKP: "Washing plant" berikan nilai tambah bagi komoditas garam

KKP: “Washing plant” berikan nilai tambah bagi komoditas garam

Melalui washing plant, kualitas garam mampu ditingkatkan kadar NaCl nya hingga 97 persen dan warnanya lebih putih

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa instalasi washing plant (alat pencuci garam) mampu memberikan nilai tambah bagi para petambak utamanya dalam meningkatkan pendapatan petambak garam.

“Melalui washing plant, kualitas garam mampu ditingkatkan kadar NaCl nya hingga 97 persen dan warnanya lebih putih,” kata Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Pamuji Lestari, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Menurut Pamuji Lestari, pembangunan alat pencuci dan gudang garam nasional (GGN) melalui sentra ekonomi garam rakyat merupakan program KKP untuk memberdayakan petambak garam. Ia juga menyatakan telah meninjau lokasi GGN dan alat pencuci di Kabupaten Indramayu, Jabar.

Program yang dilakukan antara lain seperti di Desa Krangkeng Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat merupakan konsep pengembangan garam dari hulu ke hilir, mulai pra produksi, produksi, pasca produksi hingga pemasarannya.

Washing plant di Indramayu merupakan salah satu dari tujuh washing plant yang dibangun KKP melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020,” jelas Lestari.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten indramayu, sebelumnya rata-rata produksi garam rakyat di Indramayu sekitar 60 ton per hektare per musim, namun sejak KKP mendampingi kini produktivitasnya mencapai 130 ton per hektare per musim.

Lestari menegaskan KKP berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan kualitas garam rakyat diiringi dengan pembinaan ke masyarakat.

“Kita harapkan ini bisa terus berlanjut, tidak hanya di Indramayu tapi juga di beberapa lokasi lainnya sejalan dengan instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk terus meningkatkan kesejahteraan petambak garam dan meningkatkan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar),” papar Dirjen Pengelolaan Ruang Laut.

Baca juga: Asosiasi Petani Garam harapkan PPKM tak berlaku secara menyeluruh

Baca juga: Pemerintah intensifkan teknologi tingkatkan kualitas garam rakyat

Baca juga: Petambak garam minta pemerintah kaji ulang kebijakan impor garam

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

https://www.antaranews.com/berita/2363570/kkp-washing-plant-berikan-nilai-tambah-bagi-komoditas-garam

RELATED ARTICLES

5 Destinasi di Desa Wisata Pujon Kidul Malang, Wisatawan Wajib Mampir!

Terakhir, ada The Roudh 78 merupakan salah satu wisata di Desa Wisata Pujon Kidul yang juga akan memberikan keseruan untukmu. Di sini kamu dapat...

Konten “Venom: Let There Be Carnage” akan hadir di game Free Fire

Jakarta (ANTARA) - Garena Free Fire secara resmi mengumumkan kolaborasi bersama Sony Entertainment Pictures yang memungkinkan para pemain mendapatkan pengalaman dengan ragam konten eksklusif...

Pelanggan Indihome yang Terdampak Gangguan Internet Akan Dapat Kompensasi

TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communication PT Telkom...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

5 Destinasi di Desa Wisata Pujon Kidul Malang, Wisatawan Wajib Mampir!

Terakhir, ada The Roudh 78 merupakan salah satu wisata di Desa Wisata Pujon Kidul yang juga akan memberikan keseruan untukmu. Di sini kamu dapat...

Konten “Venom: Let There Be Carnage” akan hadir di game Free Fire

Jakarta (ANTARA) - Garena Free Fire secara resmi mengumumkan kolaborasi bersama Sony Entertainment Pictures yang memungkinkan para pemain mendapatkan pengalaman dengan ragam konten eksklusif...

Pelanggan Indihome yang Terdampak Gangguan Internet Akan Dapat Kompensasi

TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communication PT Telkom...

Kemenkop siap bantu perluas pasar produk rotan Cirebon

Pasar untuk industri olahan rotan memang luar biasa, nanti kita bisa hubungkan dengan ekosistem yang saat ini sudah kita bangun melalui Smesco (lembaga di...

Recent Comments