Tuesday, January 18, 2022
Home PRANALA Kominfo bagi tips tangkal hoaks dan disinformasi

Kominfo bagi tips tangkal hoaks dan disinformasi

Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Usman Kansong membagikan sejumlah kiat bagi masyarakat untuk menyaring dan menangkal hoaks serta disinformasi di ruang digital.

Menurut Dirjen Usman, salah satu manfaat orkestrasi dan narasi tunggal bisa dioptimasikan untuk mencegah penyebaran hoaks dan disinformasi di tengah masyarakat. Namun demikian, ia menilai masyarakat juga perlu membekali dengan keterampilan agar bisa selektif dalam menerima informasi lewat platform digital.

“Sebenarnya ada trik yang simpel bagi Sobatkom (Sobat Kominfo) untuk mengetahui sebuah informasi itu hoaks atau bukan. Kalau satu informasi itu istilahnya adalah too good to be true or too bad to be true,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Sabtu.

Baca juga: Kominfo minta masyarakat kritis agar tak mudah termakan hoax

Dirjen Usman menjelaskan pengertian too good to be true sebagai terlalu baik untuk benar. Sedangkan too bad to be true adalah terlalu buruk untuk benar. Menurutnya, dengan pemahaman seperti itu, terhadap setiap informasi yang diterima masyarakat perlu waspada.

“Nah itu mesti kita waspadai. Banyak contohnya, misalnya ketika ada orang memberikan bantuan jumlahnya sangat besar, kita patut curiga, itu too good to be true. Walaupun belum tentu kecurigaan itu terbukti, siapa tahu benar juga, tapi paling tidak álarm’ kita sudah berdiri,” jelasnya.

Selain itu, Dirjen IKP Kementerian Kominfo menyebutkan cara lain untuk mengetahui informasi mengandung unsur hoaks ataupun disinformasi. Menurutnya ciri yang menonjol dapat dilihat melalui sebuah pesan singkat yang disebarkan.

“Kalau ada kata, ‘sebarkan’, itu harus kita waspadai. Apalagi ditulis dengan huruf kapital semua, nah kita harus curigai itu. Jangan langsung sharing saja sebelum kita saring,” katanya.

Menurut Dirjen Usman, masyarakat juga dapat mengambil langkah lain seperti menelusuri kebenaran informasi melalui media resmi terpercaya atau mesin pencarian di internet.

“Kalau ternyata tidak ada yang memberitakan, berarti tidak benar. Tetap kita coba melakukan cek, ricek dan kroscek itu kepada media mainstream. Karena menurut penelitian, tingkat kepercayaan terhadap media mainstream itu tinggi dibandingkan dengan media sosial,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Kominfo sebut pentingnya tata kelola dan pelaksanaan domain

Baca juga: Kominfo gandeng pemda untuk tingkatkan kepercayaan masyarakat

Baca juga: Pemerintah ajak masyarakat kawal harga tes PCR

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

https://www.antaranews.com/berita/2342114/kominfo-bagi-tips-tangkal-hoaks-dan-disinformasi

RELATED ARTICLES

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

KPAI Sebut Sebanyak 147 Anak Dieksploitasi dan Diperdagangkan Selama 2021

TEMPO.CO, Jakarta  - Komisi Perlindungan Anak Indonesia...

Kominfo Ingatkan Pengguna NFT Tak Sebarkan Konten yang Melanggar Aturan

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Komunikasi...

Kemkes: Sudah 119.992.852 warga divaksinasi COVID-19 dosis lengkap

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan RI melaporkan sebanyak 119.992.852 warga Indonesia telah mendapatkan dosis vaksin COVID-19 secara lengkap hingga Senin 17 Januari 2022.Siaran pers...

Recent Comments