Friday, April 1, 2022
Home TRADE & SERVICE Kunjungan Menteri Kesehatan ke Kimia Farma

Kunjungan Menteri Kesehatan ke Kimia Farma

Saat ini 95% Bahan Baku Obat (BBO) di Indonesia masih diperoleh melalui impor. Menanggapi masalah tersebut, melalui Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2016 dan Permenkes no 17 tahun 2017 membuat program Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alkes. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) RI meninjau pabrik bahan baku obat Kimia Farma Sungwun Pharmacopia

Pada tanggal 10 September 2020, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) RI meninjau pabrik BBO, PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) yang berlokasi di Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat KFSP merupakan anak perusahan dari PT Kimia Farma Tbk yang bergerak dalam bidang pengembangan dan produksi BBO di Indonesia.

Saat ini KFSP telah berhasil memproduksi sebanyak 8 molekul BBO dimana 5 molekul BBO (Atorvastatin, Simvastatin, Clopidogrel, Efavirenz dan Entecavir) telah mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik dari BPOM (Sertifikat CPOB) sehingga siap digunakan oleh industri farmasi obat jadi di dalam negeri.

Pada acara kunjungan tersebut, Presiden Direktur KFSP, Pamian Siregar menyampaikan beberapa progress yang sudah dilakukan oleh KFSP guna menurunkan impor BBO di Indonesia diantaranya adalah pengembangan fasilitas pabrik dan produk, termasuk di dalamnya empat molekul obat seperti Simvastatin, Atorvastatin, Clopidogrel, dan Entecavir yang siap digunakan oleh industri farmasi di Indonesia pada program e-katalog. Selain itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, Saat ini KFSP juga sedang dalam proses pengajuan sertifikat halal. Hal ini yang akan menjadikan KFSP sebagai pembeda dari pemasok bahan baku obat lainnya terutama yang berasal dari Cina dan India. Pengembangan produk BBO lain pun terus dilakukan oleh KFSP sehingga diharapkan akan mampu berkontribusi pada penurunan impor BBO hingga 25%, dimana hal tersebut akan berdampak langsung pada percepatan program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian farmasi nasional.

PT KIMIA FARMA TBK

RELATED ARTICLES

Martha Tilaar Group Rilis Produk Jamu Immunomodulator

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Martha Tilaar Group (MTG) merilis produk jamu anyar di akhir tahun...

Investor Saham Tak Menuai Berkah dari Emiten Rumah Sakit saat Pandemi

Kinerja saham emiten-emiten pengelola rumah sakit di Bursa Efek Indonesia selama enam bulan lebih pandemi Covid-19 menunjukkan tren negatif. Dari tujuh emiten,...

IPC Dukung Program Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Jakarta, 23 Oktober 2020 – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC mendukung pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SD Juara Cinta IPC...
- Advertisment -

Most Popular

Bernostalgia dengan kereta api di jalur Garut-Cibatu

Garut (ANTARA) - Suara lokomotif kereta api yang khas itu kini sudah terdengar lagi di sepanjang jalur rel Stasiun Garut-Cibatu mewarnai aktivitas masyarakat di...

KB Bukopin gaet AESPA jadi “brand ambassador”

Video korporasi bersama AESPA ini diharapkan dapat memberikan gambaran perubahan yang akan kami lakukan untuk kepentingan nasabah dalam waktu cukup singkat menuju level selanjutnyaJakarta...

KKP raih penghargaan PR Indonesia kategori terpopuler di media cetak

Terima kasih atas kepercayaan dan apresiasi yang telah diberikan kepada KKP. Prestasi ini menunjukkan di KKP tidak ada superman melainkan superteam,Jakarta (ANTARA) - Kementerian...

Recent Comments