Monday, September 20, 2021
Home PRANALA Lapor COVID Temukan Selisih Data Kematian Corona Daerah dan Pusat 19.192 Orang

Lapor COVID Temukan Selisih Data Kematian Corona Daerah dan Pusat 19.192 Orang

Lapor COVID Temukan Selisih Data Kematian Corona Daerah dan Pusat 19.192 Orang
Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 mengusung jenazah pasien corona di TPU Desa Bakalankrapyak, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2021). Foto: Yusuf Nugroho/Antara Foto

Lebih dari 1.000 kasus kematian corona dilaporkan secara nasional setiap hari dalam beberapa minggu terakhir. Hanya dalam sebulan, 24.496 ribu orang wafat dilaporkan pada Juli lalu.

Sayangnya, data yang disampaikan pemerintah pusat tersebut dinilai bukan angka yang sebenarnya. Ada delay sana sini dan kini memperbaiki data kematian masih menjadi PR utama pemerintah dalam penanganan COVID-19.

Platform masyarakat untuk berbagai informasi angka kejadian terkait COVID-19 yakni LaporCovid19, menyampaikan bahwa terdapat ribuan kasus kematian yang dilaporkan di tingkat kabupaten/kota ternyata tak tercatat di laporan pemerintah pusat.

"Data dari 510 pemerintah kabupaten/kota yang dikumpulkan tim LaporCovid-19 menunjukkan, hingga 7 Agustus 2021, terdapat 124.790 warga yang meninggal dengan status positif COVID-19," tertulis dalam siaran pers, Rabu (12/8).

Namun, di waktu yang sama, kematian yang dilaporkan secara nasional berjumlah 105.598 kasus. Temuan ini menunjukkan adanya selisih hingga lebih dari 19 ribu kasus kematian yang hilang di perhitungan milik pusat.

"Artinya, antara data pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah pusat, terdapat selisih 19.192 kematian," sambungnya.

Permasalahan lain yang disebutkan LaporCovid-19 yaitu adanya data kematian probable yang tak dimasukkan ke data kematian yang biasa dilapor setiap hari.

Setidaknya ada 26.326 kasus kematian yang berstatus probable atau orang yang punya riwayat ISPA berat atau gagal napas namun belum ada hasil yang menyatakannya positif COVID-19.

"Oleh karena itu, jika kematian positif Covid-19 diakumulasikan dengan kematian probable, total kematian terkait pandemi di Indonesia telah mencapai 151.116 jiwa," jelas LaporCovid-19.

Belum lagi dengan banyaknya kasus kematian pada pasien isolasi mandiri. ini menjadikannya sulit untuk didata. Namun berdasarkan laporan yang dihimpun, ada lebih dari 3000 ribu orang meninggal di rumah.

"Hingga 7 Agustus 2021, tim LaporCovid19 mencatat sedikitnya 3.007 warga meninggal di luar rumah sakit. Jumlah kematian yang sesungguhnya bisa jadi jauh lebih banyak karena data itu baru berasal dari 108 kota/kabupaten di 25 provinsi," tambahnya.

Beberapa waktu terakhir, pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan indikator kematian dari penilaian situasi pandemi. Data yang dipublikasikan sebelumnya disebut merupakan akumulasi dari data kematian dalam beberapa waktu terakhir. Sehingga, data kematian tersebut tak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Menurut Jubir Menko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, data kematian hanya tak digunakan sementara. Sebab, saat ini sudah ada tim khusus yang diturunkan untuk memperbaiki data kematian.

"Sedang dilakukan clean up (perapian) data, diturunkan tim khusus untuk ini. Nanti akan di-include (dimasukkan) indikator kematian ini jika data sudah rapi," katanya dalam keterangan, Rabu (11/8).

Jika dilihat dari permasalahan tersebut, ada banyak kasus kematian akibat corona yang sebenarnya tak tercatat dengan baik. Sehingga, pemerintah harus segera memperbaiki sistem pencatatan maupun pelaporan data kematian tersebut agar tak ada selisih data antara daerah dan pusat.

https://kumparan.com/kumparannews/lapor-covid-temukan-selisih-data-kematian-corona-daerah-dan-pusat-19-192-orang-1wJfjk8a6ql

RELATED ARTICLES

Layanan TelkomGroup kembali normal setelah perbaikan kabel laut

Manado (ANTARA) - Layanan TelkomGroup baik fixed maupun mobile broadband di beberapa wilayah Indonesia sudah berangsur pulih setelah gangguan pada sistem komunikasi kabel laut...

Mengungkit jejak kejayaan pelabuhan nusantara di Bumi Melayu

Tanjungpinang (ANTARA) - Syahdan, pelabuhan Negeri Riau (sekarang Kepulauan Riau) yang terpusat di kawasan Sungai Carang itu konon pernah menjadi pelabuhan transito yang menghubungkan...

Bupati Bangli buka kembali wisata air terjun Tukad Cepung Bali

Bangli (ANTARA) - Dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat dan keterpurukan akibat pandemi COVID-19, kurang lebih dua tahun lamanya Tukad Cepung ditutup untuk umum, dan...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Layanan TelkomGroup kembali normal setelah perbaikan kabel laut

Manado (ANTARA) - Layanan TelkomGroup baik fixed maupun mobile broadband di beberapa wilayah Indonesia sudah berangsur pulih setelah gangguan pada sistem komunikasi kabel laut...

Mengungkit jejak kejayaan pelabuhan nusantara di Bumi Melayu

Tanjungpinang (ANTARA) - Syahdan, pelabuhan Negeri Riau (sekarang Kepulauan Riau) yang terpusat di kawasan Sungai Carang itu konon pernah menjadi pelabuhan transito yang menghubungkan...

Bupati Bangli buka kembali wisata air terjun Tukad Cepung Bali

Bangli (ANTARA) - Dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat dan keterpurukan akibat pandemi COVID-19, kurang lebih dua tahun lamanya Tukad Cepung ditutup untuk umum, dan...

Federal Oil Indonesia harap FOGM2 raih lebih banyak poin di Austin

Jakarta (ANTARA) - ExxonMobil Lubricants Indonesia bersama merek pelumas Federal Oil mengapresiasi kinerja dua pebalap Federal Oil Gresini Moto2 (FOGM2), Fabio Di Giannantonio (Diggia)...

Recent Comments