Sunday, January 16, 2022
Home PRANALA Pengelola Tol Solo-Ngawi gandeng peneliti UGM cek kondisi konstruksi

Pengelola Tol Solo-Ngawi gandeng peneliti UGM cek kondisi konstruksi

untuk peningkatan kualitas pelayanan serta pemenuhan standar pelayanan minimal dalam peningkatan keselamatan dan kenyamanan pengguna tol

Semarang (ANTARA) – PT Jasamarga Solo Ngawi menggandeng peneliti dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk meneliti kondisi konstruksi ruas jalan tol segmen Kartasura-Karanganyar.

“Penelitian dilakukan selama 3 bulan yang dimulai Juli 2021 lalu,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi Arie Irianto dalam siaran pers di Semarang, Rabu.

Ia menjelaskan penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur konstruksi yang di sepanjang jalan tol, seperti jembatan, “overpass”, “underpass”, serta perkerasan jalan.

Ia menyebut setidaknya terdapat 8 jembatan di segmen Kartasura-Karanganyar yang diteliti kondisi strukturnya.

Selain itu, terdapat 24 “overpass” serta 27 “underpass” yang tersebar di berbagai titik yang turut diteliti.

Ia menuturkan hasil penelitian ini nantinya bermanfaat bagi penyiapan mitigasi serta pembaruan pengetahuan terhadap konstruksi, pengoperasian, serta pemeliharaan jalan.

“Hasilnya nanti diharapkan bisa dijadikan sebagai masukan untuk peningkatan kualitas pelayanan serta pemenuhan standar pelayanan minimal dalam peningkatan keselamatan dan kenyamanan pengguna tol,” katanya.

Tol Solo-Ngawi merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa yang membentang sepanjang 91,09 km.

Baca juga: Kebut Tol Solo-Ngawi, Jasa Marga peroleh dana talangan tanah Rp1,264 triliun

Baca juga: Jalan Tol Solo-Ngawi sudah siap untuk diresmikan Presiden Jokowi

Baca juga: Jasa Marga: Tol Solo-Ngawi siap dioperasikan

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

https://www.antaranews.com/berita/2350070/pengelola-tol-solo-ngawi-gandeng-peneliti-ugm-cek-kondisi-konstruksi

RELATED ARTICLES

KKP Tetapkan Laut Pasaman Barat Jadi Kawasan Konservasi

Kawasan laut seluas 6.122,14 hektare di Pasaman Barat, Sumatera Barat, resmi menjadi kawasan konservasi. Penetapan itu berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) KP Nomor: 2 tahun...

Menkes: 500 Orang Kena Omicron Dirawat di RS, 3 Butuh Oksigen, 2 Sembuh

Budi mengakui penularan varian Omicron memang lebih cepat dari varian Delta. Tetapi ia menekankan, dari pantauan sejumlah negara, hospitalisasi kasus varian Omicron hanya antara...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

KKP Tetapkan Laut Pasaman Barat Jadi Kawasan Konservasi

Kawasan laut seluas 6.122,14 hektare di Pasaman Barat, Sumatera Barat, resmi menjadi kawasan konservasi. Penetapan itu berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) KP Nomor: 2 tahun...

Menkes: 500 Orang Kena Omicron Dirawat di RS, 3 Butuh Oksigen, 2 Sembuh

Budi mengakui penularan varian Omicron memang lebih cepat dari varian Delta. Tetapi ia menekankan, dari pantauan sejumlah negara, hospitalisasi kasus varian Omicron hanya antara...

Airlangga Dorong Transformasi Digital dalam Industri Kesehatan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian...

Recent Comments