Rangkaian Proyek Pengembangan PLTS PT Bukit Asam Tbk

0
92

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki visi untuk menjadi perusahaan energi kelas
dunia yang peduli lingkungan. Sejalan dengan visi ini, perusahaan juga memiliki
tagline “Beyond Coal” yang coba diwujudkan dengan melakukan diversifikasi bisnis
dan hilirisasi industri batu bara.
Salah satu diversifikasi bisnis yang menjadi pilihan PTBA adalah pengembangan
sektor energi baru dan terbarukan, yang juga merupakan fokus pemerintah dalam
menyediakan energi lebih ramah lingkungan untuk rakyat Indonesia.
PTBA ingin mengambil bagian dalam roadmap pengembangan PLTS, berikut
adalah beberapa proyek PLTS yang sedang dikembangkan oleh PTBA:
Proyek CSR Pembangunan PLTS untuk Pompa Irigasi
PTBA memiliki 3 proyek pengembangan PLTS untuk pompa irigasi yang masuk
dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

  1. PLTS Irigasi Pesawaran, Lampung (Operasi Oktober 2020)
    Diresmikan pada hari ini, Selasa (6 Oktober 2020), bantuan Pompa Irigasi
    yang diberikan oleh PTBA terletak di Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng
    Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung dan akan beroperasi di tahun ini.
    Peresmian pompa ini dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo
    dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Sementara dari PT Bukit Asam Tbk
    hadir Direktur Operasional Hadis Surya Palapa dan Direktur Niaga Adib
    Ubaidillah.
  2. Pompa yang digunakan merupakan pompa jenis Submersible. Pompa tersebut
    memiliki kapasitas 50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head
    10 meter. Bantuan tersebut terdiri dari 1 unit Pompa Submersible, 1 unit
    inverter, 1 unit bak intake ukuran 3×3 meter dengan kedalaman 6 meter.
    Pompa irigasi ini akan dialiri listrik dari PLTS berkapasitas 38.500 watt

yang dioperasikan melalui rumah panel kontrol seluas 4×4 meter, 140 keping
panel surya, dan pipanisasi sepanjang 50 meter.
Listrik yg dihasilkan oleh pompa tersebut adalah 35.000 watt, sementara
untuk kebutuhan Pompa Irigasi di Desa Trimulyo ini hanya 25.000 watt.
Lahan yg akan dialiri seluas 167 hektar dengan jarak dari danau ke lahan lebih
kurang 1 kilometer.
Proyek ini berkolaborasi dengan Pemrov Lampung. Saat ini petani masih
mengandalkan pompa diesel untuk tanaman cabe pada musim kemarau.
Sementara pada musim penghujan petani akan memanfaatkan lahan untuk
ditanami padi.

  1. PLTS Irigasi Talawi, Sawahlunto (Beroperasi sejak 2019)
    Bantuan Pompa Irigasi Tenaga Surya di Desa Talawi Mudik Kota
    Sawahlunto. Pompa ini beroperasi sejak tahun 2019 dan memiliki kapasitas
    50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head 50 meter.
    Bantuan tersebut terdiri 1 unit pompa submersible, 1 unit inverter, 1 unit bak
    intake ukuran 3×3 meter dengan kedalaman 6 meter.
    Listrik untuk pompa irigasi dengan daya 11 kW ini akan dialirkan oleh PLTS
    Talawi berkapasitas 16,5 kW yang dioperasikan melalui rumah panel kontrol
    1 unit, 142 keping panel surya, dan pipanisasi sepanjang 1,2 km.
    Luas lahan yang telah dialiri adalah 62 hektar dengan hasil panen mencapai
    1.000 ton per tahun dari 3 kali panen. Sebelumnya hanya 248 ton per tahun.
    Jumlah penerima manfaat adalah 460 orang yang terdiri dari 115 petani dan
    345 anggota keluarga dari masing-masing petani.
    Pemeliharaan melibatkan kerja sama dengan warga, dimana para petani akan
  2. memberikan kontribusi 1 kg beras per petani saat setiap kali panen. Dimana
  3. harga per kilonya Rp10.000,- jadi petani dapat berkontribusi senilai
  4. Rp1.150.000,-/panen. Artinya, di setiap tahunnya petani mampu
  5. mengumpulkan dana senilai Rp3.450.000,- untuk biaya perawatan dan pemeliharaan Pompa Irigasi tersebut.
  1. PLTS Irigasi Tanjung Raja (Rencana Beroperasi di 2020)
    Bantuan Pompa Irigasi Tenaga Surya di Desa Tanjung Raja Kecamatan
    Muara Enim Kabupaten Muara Enim akan beroperasi di tahun ini.
    Pompa tersebut merupakan Pompa Jenis Submersible yang memiliki
    kemampuan dapat menyedot air yang mengandung lumpur. Kapasitas pompa
    tersbut adalah 50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head
    mencapai 30 meter.
    Bantuan tersebut terdiri 1 unit pompa submersible, 1 unit inverter, 1 unit bak
    intake berukuran 1,5×3 meter dengan kedalaman 4 meter.
    Pompa irigasi berdaya 11 kW ini akan disokong listriknya oleh PLTS
    berkapasitas 18,7 kW yang menggunakan 140 keping panel surya.
    Lahan yang akan dialiri seluas 63 hektar dengan perkiraan hasil panen 3 kali
    setahun mencapai 567 ton dan jumlah penerima manfaat adalah 90 petani.
    Sebagai informasi, sebelum adanya bantuan ini, panen hanya dapat dilakukan
    1 kali per tahun dengan hasil sekitar 189 ton.
    Proyek Pengembangan PLTS Bandara Soekarno Hatta (Beroperasi di Oktober
    2020).

  2. Proyek PLTS di Bandara Soekarno Hatta sejalan dengan cita-cita PT Angkasa Pura
    II (AP II) untuk menghadirkan Green Airport di Indonesia. Dimulai dari Bandara
    Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, harapannya
    pemasangan PLTS di bandara terbesar ini bisa mendorong bandara lain untuk
    mengadopsi EBT melalui PLTS.

  3. Pengoperasian PLTS di Bandara Soekarno Hatta ini juga komitmen PTBA dan AP
    II dalam mewujudkan sinergi BUMN dan upaya Kementerian BUMN dalam
    pemanfaatan energi baru terbarukan.

  4. Meskipun berlokasi di kawasan AP II, PLTS di Gedung AOCC ini dibangun oleh
    PTBA yang juga menggandeng anak usaha PT LEN Industri yakni PT Surya Energi
    Indotama. Pengoperasian PLTS dijalankan oleh PTBA secara langsung.
  5. PLTS ini terdiri dari 720 solar panel dengan kapasitas 241 kilowatt peak (kWp) dan
  6. beroperasi pada Oktober 2020.

Bantuan PLTS untuk Yayasan Az-Zawiyah (Rencana Operasi 2020)
Yayasan Az-Zawiyah terletak di Desa Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, dan
menyediakan Pendidikan secara gratis kepada para siswanya.
Mayoritas siswa yang bersekolah di yayasan tersebut berasal dari keluarga kurang
mampu.

Listrik yang dihasilkan oleh PLTS adalah 6 kWp atau setara dengan 6.849 watt.
Kebutuhan listrik yang diperlukan oleh Yayasan tersebut adalah sekitar 5.520 watt.
Bantuan tersebut terdiri dari 18 keping panel surya, 2 unit inverter, 8 unit baterai,
panel listrik 1 unit dan 1 set kabel dengan kapasitas 7 kWp. Daya listrik yang
dihasilkan digunakan untuk 9 ruang kelas tingkat SMP, 10 ruang kelas tingkat SMK,
Ruang Kepsek, Ruang Guru, Ruang Kantor, Ruang Tata Usaha, Ruang UKS, Ruang
OSIS, Perpustakaan, Toilet dan Gudang.

Jumlah penerima manfaat 1.921 orang terdiri dari 374 siswa tingkat SMK, 247 siswa
tingkat SMP, 58 guru dan 1.242 orang tua. Sebelum mendapatkan bantuan PLTS,
Yayasan tersebut harus membayar listrik sebesar Rp3.000.000,-/bulan atau
Rp36.000.000,-/tahun.

PLTS Lahan Pasca Tambang Ombilin 100 MW (Perencanaan)
PTBA berencana menggarap proyek pengembangan PLTS di lahan pasca tambang
milik perusahaan yang berada di Ombilin, Sumatera Barat.
Lahan tambang yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu world
heritage ini akan terpasang PLTS dengan kapasitas mencapai 240 kWp.

Konstruksi PLTS dilakukan dalam 2 tahap, dan pembangunan tahap pertama
ditargetkan bisa rampung dengan kapasitas mencapai 100 Megawatt (MW).
Pembangunan tahap I saat ini dalam tahap perencanaan dan studi.
Pembangunan tahap II ditargetkan rampung pada 2022, sehingga total kapasitas
PLTS bisa mencapai 200 Megawatt.

Untuk Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Apollonius Andwie C
Corporate Secretary
PT Bukit Asam Tbk
www.ptba.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here