Saturday, September 25, 2021
Home PRANALA Saham BCA Bangkit & Menguat 3% Lebih, Tanda Apa Ini?

Saham BCA Bangkit & Menguat 3% Lebih, Tanda Apa Ini?

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten perbankan yang dikuasai Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat setengah jam sebelum penutupan perdagangan pagi ini, Selasa (3/8/2021). Penguatan saham BBCA kali ini diikuti oleh naiknya mayoritas saham bank BUKU IV (bank dengan modal inti di atas Rp 30 triliun) lainnya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.27 WIB, saham BBCA melonjak 3,19% ke Rp 30.750/saham. Nilai transaksi sebesar Rp 528,54 miliar, menjadikan saham ini menjadi saham nomor dua yang paling banyak ditransaksikan di bursa.

Investor asing tercatat ramai-ramai memborong saham BBCA siang ini, yakni dengan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp 180,7 miliar, membuat saham BBCA menjadi saham yang paling banyak dibeli asing di BEI.

Dengan ini, saham BBCA naik 2,41% dalam sepekan, sementara dalam sebulan menguat tipis 0,57%.

Penguatan ini terjadi di tengah kabar BCA akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5.

Pada Jumat (30/7) pekan lalu, manajemen BCA mengumumkan akan akan melakukan stock split saham. Tujuan stock split dilakukan dengan mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di BEI.

“Sebagai bagian dari anggota bursa, kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal tanah air, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split) guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam siaran pers yang disampaikan, Jumat (30/7/2021).

Rapat Direksi dan Komisaris BCA pada 29 Juli 2021 juga telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 (1 saham lama menjadi 5 saham baru).

Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp 62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp 12,5.

“Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri.” kata Jahja.

Proses stock split akan mengikuti ketentuan yang berlaku dan membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 23 September 2021.

Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, BCA akan berkoordinasi dengan BEI untuk memproses stock split yang diperkirakan akan terjadi pada Oktober 2021.

Tercatat pada penutupan perdagangan akhir Juli, saham BBCA terhenti di angka Rp Rp 29.850/saham, yang artinya investor harus menggelontorkan dana sebesar Rp 2,9 juta untuk membeli 1 lot (100 unit) saham BBCA.

Nantinya pasca-stock split, BBCA akan diperdagangkan di harga sekitar Rp 5.950/unit karena pembulatan ke bawah dari Rp 5.970/saham. Ini artinya investor hanya perlu merogoh kocek sebanyak Rp 597.000 untung membeli 100 saham BBCA.

Selain BBCA, saham bank kelas kakap lainnya melaju di zona hijau seiring asing yang cenderung melakukan beli bersih. Saham Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Bank Panin melejit 7,33% dengan nilai beli bersih asing sebesar Rp 3,40 miliar.

Saham trio bank pelat merah juga menghijau. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkerek 2,07% ke Rp 4.920/saham dengan net buy asing RP 17,48 miliar. Kemudian, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMR) terapresiasi 1,32%, tetapi asing melakukan jual bersih Rp 7,70 miliar.

Lalu, saham bank ‘wong cilik’, BBRI, naik 0,53% ke Rp 3.760/saham dibarengi oleh net buy asing Rp 6,39 miliar.

Tidak ketinggalan, saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) juga menguat 0,91% ke Rp 2.210/saham dengan net buy asing Rp 902,18 juta.

Sementara, saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) stagnan di Rp 980/saham, sedangkan saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) melemah 0,51% ke Rp 1.970/saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210803143532-17-265766/saham-bca-bangkit-menguat-3-lebih-tanda-apa-ini

RELATED ARTICLES

Pelanggan Indihome yang Terdampak Gangguan Internet Akan Dapat Kompensasi

TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communication PT Telkom...

Kemenkop siap bantu perluas pasar produk rotan Cirebon

Pasar untuk industri olahan rotan memang luar biasa, nanti kita bisa hubungkan dengan ekosistem yang saat ini sudah kita bangun melalui Smesco (lembaga di...

Garuda fasilitasi repatriasi kura-kura leher ular dari Singapura

Melalui penerbangan repatriasi kali ini, kami tentunya berharap bahwa usaha bersama yang dilakukan ini dapat mendorong tercapainya tujuan fundamental dari langkah penting membawa kembali...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Pelanggan Indihome yang Terdampak Gangguan Internet Akan Dapat Kompensasi

TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communication PT Telkom...

Kemenkop siap bantu perluas pasar produk rotan Cirebon

Pasar untuk industri olahan rotan memang luar biasa, nanti kita bisa hubungkan dengan ekosistem yang saat ini sudah kita bangun melalui Smesco (lembaga di...

Garuda fasilitasi repatriasi kura-kura leher ular dari Singapura

Melalui penerbangan repatriasi kali ini, kami tentunya berharap bahwa usaha bersama yang dilakukan ini dapat mendorong tercapainya tujuan fundamental dari langkah penting membawa kembali...

Delegasi Indonesia Terlibat Diseminasi Final Communique di Y20 Italia 2021

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia mengirimkan delegasi ke...

Recent Comments