Home Blog

Buat Bayar Utang , Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Jual Saham Treasury Ke Lief Holding Pte di Harga Rp1.225 Per Saham

0

EmitenNews.com – Produsen makanan siap saji Roti dengan brand Sari roti, PT Nippon  Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menyatakan telah menjual sebanyak 375.033.700 lembar saham Treasuri dengan harga Rp1.225 per lembar pagi ini kepada Lief Holding Pte Ltd, sebuah perusahaan investasi terdaftar di Singapura.

Berdasarkan keterangan ROTI yang dimuat  pada laman BEI, Senin (5/10) , disebutkan, bahwa total dana hasil penjualan saham tresuri itu sebesar Rp495,41 miliar. Rencana penggunaan dari hasil pengalihan tersebut akan digunakan untuk keperluan ekspansi usaha perseroan dalam rangka pengembangan pasar produk roti dan membayar utang jangka pendek sehingga mengurangi beban bunga perseroan,” tulis Sri Mulyana Corporate Secertary ROTI.

Dijelaskan, setelah pelepasan aksi korporasi itu, Lief Holding Pte Lte memegang sebanyak 6,06 persen saham perseroan, masyarakat 19,23 persen, Demeter Indo Invesment Pte Ltd sebesar 19,64 persen, Bonglight Invesment sebanyak 20,79 persen dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sebanyak 25,77 persen.

Dengan demikian, Lief Hodling Pte Ltd dan anak usahanya Bonlight Invesment memegang 26,85 persen, atau menjadi pemegang saham mayoritas.

Tapi, manajemen ROTI menyebutkan Lief Holding Pte Ltd bukan pemegang saham pengendali.

Juga dijelaskan, Lief Holding dan Bonglight Invesment merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Keluarga Yap dan Direktur Utama ROTI, Wendy Yap

EMITEN NEWS

Migrasi Penyiaran Digital, Menuju Masyarakat Informasi

0

Jakarta, 17 Desember 2020 – Setelah lebih dari satu dasawarsa jadi diskursus publik, kebijakan migrasi penyiaran televisi dari analog ke digital, segera terealisasi. Rencananya, pemerintah akan secara resmi menghentikan siaran TV analog paling lambat pada bulan November 2022 mendatang.

“Sesuai dengan rancangan aturan teknis, Lembaga Penyiaran Publik (LPP-red), Lembaga Penyiaran Swasta (LPS-red), dan Lembaga Penyiaran Komunitas, jasa penyiaran televisi wajib menghentikan siaran televisi analog paling lambat pada tanggal 2 November 2022 pukul 24.00 WIB,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Cukup lama menunggu regulasi payung hukum melalui revisi RUU Penyiaran di Prolegnas 2014 – 2019, pemerintah bergerak mengimplementasikan Analog Switch Off (ASO) melalui langkah terobosan hukum.

Sejak 2019 lalu, pemerintah memang telah mendorong ketentuan perihal migrasi analog ke digital. Salah satunya melalui legislasi Omnibus Law RUU Cipta Kerja, yang kini telah diundangkan jadi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. UU ini mendukung percepatan program transformasi digital nasional, yaitu migrasi penyiaran, penyehatan industri telekomunikasi, hingga optimalisasi spektrum digital dividen frekuensi radio.

Kebijakan migrasi analog ke digital, memunculkan harapan besar bahwa langkah ini dapat mendorong munculnya konfigurasi keberagaman pemilik, menghilangkan monopoli atau konglomerasi media, yang mana perubahan itu secara simultan juga diharapkan berdampak pada munculnya keberagaman konten dan perbaikan kualitas isinya. Di sini peran dan penguatan kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), menjadi salah satu kunci penting.

Pasal 60A Ayat (2) UU Cipta Kerja terlihat jelas mandatori migrasi penyiaran televisi terestrial dari analog ke digital dan ASO harus diselesaikan paling lama dua tahun sejak regulasi ini berlaku. Seperti yang telah dikatakan Menkominfo, maka target pemerintah memutus penyiaran analog dan bermigrasi penuh ke penyiaran digital ialah pada 2 November 2022 mendatang.

Kebijakan migrasi ini juga akan menjadi solusi mengatasi keterbatasan dan inefisiensi pada penyiaran analog. Optimalisasi dan efisiensi yang paling kongkret dalam dunia penyiaran adalah fakta bahwa satu kanal siaran dapat diisi dengan jumlah siaran yang lebih banyak. Hal ini menciptakan apa yang disebut digital dividen, yaitu sisa frekuensi yang tidak lagi digunakan oleh TV, bisa digunakan untuk telekomunikasi. Dalam hal ini akan tercipta maksimalisasi penguatan internet 5G, transformasi digital atau layanan kebencanaan.

“Secara umum TV digital menjamin siaran yang jauh lebih berkualitas sehingga masyarakat bisa menikmati tayangan TV lebih jernih dan interaktif,” ujar Menkominfo.

Dengan beralihnya era analog ke digital, masyarakat dipastikan akan memperoleh keuntungan- keuntungan, seperti akses internet yang akan lebih cepat. Akses internet yang lebih cepat dapat terwujud karena adanya efisiensi dalam penggunaan spektrum digital dividen frekuensi untuk penyiaran.

“Kalau misalnya kita tetap berada di status TV analog, maka sangat boros penggunaan frekuensinya, tetapi ketika kita beralih ke digital maka kita bisa sepersepuluhnya menghemat frekuensi yang ada ini,” jelas Menteri johnny.

Pun dengan infrastruktur penyiaran, menara pemancar, antena dan saluran transmisi, cukup menggunakan satu alat saja untuk melakukan banyak siaran secara bersama-sama. Dengan migrasi analog ke digital tidak hanya membuat industri penyiaran televisi nasional tumbuh lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi, namun juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi baik itu secara langsung maupun tidak langsung, seiring perbaikan kualitas internet sebagai fondasi Indonesia menuju Industri 4.0 dan percepatan transformasi digital nasional.

Set Top Box Gratis untuk Keluarga Kurang Mampu

Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pemerintah juga akan membagikan alat khusus yang akan memungkinkan untuk migrasi televisi analog ke televisi digital kepada keluarga yang kurang mampu. Alat khusus yang bernama set top box dapat menjadi penerima siaran TV digital, meskipun pesawat televisi masih analog, sehingga masyarakat dapat menikmati siaran TV digital walau masih menggunakan TV yang lama.

“Pemerintah memperhatikan kemampuan penduduk. Dari sinilah kita memetakan penduduk yang tergolong kurang mampu, yang TV-nya masih analog harus mendapatkan bantuan set top box ini,” kata Menteri Johnny.

Pemerintah menjamin sekitar 6,7 juta set top box akan dibagikan gratis kepada keluarga miskin. Kominfo, dikatakan Menteri telah membuat gugus tugas migrasi TV analog ke digital yang berfokus pada pemindahan 728 TV analog yang ada di Indonesia ke digital. “Baik secara simulcast ataupun digital,” lanjut Menteri Johnny.

Sebanyak 12 provinsi di Indonesia saat ini telah mulai bersiaran secara simulcast (TV analog dan digital bersiaran secara bersamaan), termasuk beberapa kabupaten dan kota. Sisanya, ada 22 provinsi yang belum terdapat penyelenggara mux swasta namun sudah terdapat mux LPP TVRI. Maka itu pemerintah sedang menyiapkan rencana seleksi penyelenggara mux swasta di 22 propinsi agar dapat mempercepat migrasi penyiaran.

Kominfo menargetkan infrastruktur penyiaran digital siap terbangun serta beroperasi di 34 provinsi pada tahun 2021. Saat yang bersamaan masyarakat juga telah siap dengan perangkat penerima untuk beralih ke siaran TV digital. Maka target ASO nasional pada 2 Nopember 2022 dapat terpenuhi.

Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 kembali hadir dengan mengambil tajuk “Migrasi Penyiaran Digital, Menuju Masyarakat Informasi”. Menghadirkan narasumber, Direktur   Penyiaran   Kementerian   Kominfo   Geryantika   Kurnia,   FMB9    mengulas    berbagai isu penting terkait agenda migrasi analog ke digital. Bagaimana migrasi ini akan lebih memberi dampak positif bagi masyarakat dalam berbagai aspeknya. Optimisme ekonomi jelas tampak mengemuka. Pertanyaannya ialah: bagaimana transformasi menuju televisi digital ini bisa memajukan banyak hal?

Hadir menemani Direktur Pernyiaran Kominfo adalah Ketua Komisi Penyiara Indonesia Pusat (KPI) Agung Suprio, Anggota Komisi I DPR-RI Dave Laksono, serta Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia Syafril Nasution.

—-ooOoo—-

Industri Keuangan Syariah RI Naik Peringkat ke-2 Dunia

0

Jakarta, CNN Indonesia — Islamic Finance Development Indicator (IFDI) menempatkan industri keuangan syariah Indonesia di posisi kedua dunia pada tahun ini atau naik 2 peringkat dari tahun lalu. Posisi Indonesia hanya di bawah jiran Malaysia.

Head of Islamic Finance Refinitiv Mustafa Adil menyebut peningkatan tersebut didorong oleh dukungan pemerintah RI yang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terkait industri maupun produk keuangan syariah.

Tak hanya melihat ukuran industri keuangan syariah itu sendiri, Mustafa menyebut indikator lainnya yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan adalah edukasi dan kesadaran masyarakat akan industri keuangan syariah.

“Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam hal edukasi dan kesadaran masyarakat. Pemerintah RI juga bekerja baik dan ini diikuti oleh tren serupa di pasar syariah lainnya,” katanya pada press briefing daring, Selasa (15/12).

Pun begitu, ia menyebut masih ada beberapa hal yang harus dibenahi pemerintah jika ingin menjadi kekuatan keuangan syariah terbesar. Salah satunya, memperbaiki sektor perbankan syariah.

Saat ini, perbankan syariah Indonesia menduduki posisi ketiga dunia. Menurut Mustafa, pemerintah Indonesia dapat melakukan perbaikan yang signifikan dalam sektor terkait.

“Saat ini Indonesia menduduki posisi ketiga dalam hal aset perbankan syariah secara global dan terdapat perbaikan signifikan yang bisa dilakukan,” ujarnya.https://www.cnnindonesia.com/embed/video/280248?smartautoplay=false&mute=true

Lebih lanjut, ia juga menyebut potensi tersebut mulai disadari oleh pemerintah Indonesia. Ini terlihat dari kesungguhan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang serius dalam mengembangkan industri keuangan syariah.

Salah satu contohnya adalah merger tiga bank syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia pada tahun ini.

Ketiganya adalah PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Mandiri Syariah, dan PT Bank BNI Syariah. Nantinya, bank hasil merger itu memiliki aset mencapai Rp214,6 triliun, dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun.

CNNINDONESIA

Rilis produk jamu immunomodulator, Martha Tilaar Group lihat industri jamu yang seksi

0
imunku

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Martha Tilaar Group (MTG) merilis produk jamu anyar di akhir tahun ini. Produk tersebut merupakan jamu immunomodulator, Berto ImunKu yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat menjaga imunitas di tengah pandemi Covid-19. 

Namun, alasan dirilisnya Berto ImunKu tidak hanya itu. Martha Tilaar Group juga melihat potensi pasar industri jamu yang masih seksi di Indonesia. 

CEO Martha Tilaar Group Kilala Tilaar menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, perusahaan yang sedari awal dikenal sebagai produsen jamu, ingin membantu pemerintah mengurangi rantai penyebaran virus corona lewat produk yang bisa meningkatkan imunitas tubuh. 

“Melalui Martha Tilaar Inovation Center, kami menciptakan inovasi baru namanya Berto ImunKu yang berupa cairan herbal dari konsetrat bahan jahe, kencur, temulawak, miran dsb sebagai immunomodulator yang mampu meningkatkan imun tubuh secara alami,” jelasnya dalam soft launching Berto ImunKu secara virtual, Rabu (16/12).

Di samping itu, Kilala mengatakan, pihaknya melihat peluang pasar yang luar biasa di Indonesia. Menurutnya saat ini nilai pasar jamu di Tanah Air kurang lebih Rp 15 triliun yang dari tahun ke tahun selalu mencatatkan kenaikan yang seksi yakni  sebesar 10%. 

“Ditambah lagi di masa pandemi, produk jamu semakin digemari banyak kalangan, tidak terbatas umur,” jelas dia. 

Dirilisnya produk Berto ImunKu ini, juga untuk memenuhi kebutuhan yang belum ada di pasar. Selama ini, produk immunomodulator sudah cukup banyak di pasar, tetapi harganya relatif tinggi dan kemasannya kurang praktis. 

Adapun di tengah kondisi ekonomi seperti ini, Berto Imunku hadir dengan harga yang terjangkau yakni Rp 18.000 per box.

Saat ini, produk jamu anyar ini sudah bisa dibeli lewat Martha Tilaar Shop (MTS) seluruh Indonesia dan juga bisa dibeli online di shopee, lazada, tokopedia, dan MTOS.

Kilala mengungkapkan, rencananya pada kuartal I-2021 distribusi produk ini akan semakin masif menjangkau ke seluruh Indonesia lewat channel penjualan ke apotek, toko obat, dan supermarket supaya produk ini bisa diakses lebih mudah oleh pelanggan. 

Saat ini produk Berto ImunKu baru hanya bisa dikonsumsi oleh orang dewasa. Adapun pada Januari 2021, Berto ImunKu akan merilis produk untuk anak-anak dengan dua varian rasa yaitu jeruk dan strawberry. 

KONTAN

Saham HMSP & GGRM tertekan kenaikan tarif cukai rokok, ini rekomendasi analis

0

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau untuk tahun 2021 dengan besaran rata-rata 12,5%. Tarif sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) naik dobel digit, sementara sigaret kretek tangan (SKT) tidak naik sama sekali.

Secara rinci, tarif cukai SKM golongan I lebih tinggi 16,9%, SKM IIA +13,8%, dan SKM IIB +15,4%. Kemudian, SPM golongan I naik 18,4%, SPM IIA +16,5%, dan SPM IIB +18,1%.

Setelah pengumuman yang berlangsung pada Kamis (10/12) pukul 11.00 WIB, saham-saham rokok ikut rontok. Pada hari ini, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) merosot 6,99% ke level Rp 44.275 per saham, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) -6,96% ke posisi Rp 1.670, PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) -1,07% menjadi Rp 370, dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) ditutup stagnan pada Rp 595 dengan kisaran perdagangan Rp 560-Rp 660 per saham.

Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi menilai, penurunan ini disebabkan oleh kenaikan tarif cukai tahun 2021 yang di luar ekspektasi pelaku pasar. “Investor berasumsi bahwa kenaikan cukainya kecil pada tahun depan, tetapi ternyata SKM naik 16% dan SPM naik 18%. Jadi, cukup wajar harga sahamnya mengalami penurunan,” kata Yosua saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (10/12).

Menurut Yosua, saat ini investor tengah kembali menganalisis nasib industri rokok untuk ke depannya, terutama ketika pandemi Covid-19 selesai. Pasalnya, saat pandemi dan daya beli sedang lemah saja, kenaikan cukainya tergolong tinggi.

Terkait dengan sahamnya meski sudah turun dalam, ia melihat saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengoleksi saham rokok. Di samping itu, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yakni preferensi investor global yang saat ini cenderung lebih ke saham-saham berbasis Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG).

“Sehingga minat investor global di saham-saham rokok Indonesia bisa menurun,” ucap Yosua.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Michael Wilson Setjoadi bahkan memprediksi, GGRM dan HMSP masih berpotensi terkoreksi lagi sebesar 5%-10%. Saat ini, ia memasang rekomendasi netral untuk saham-saham rokok.

“Kira-kira, sampai produsen rokok sudah ada sinyal sepakat naikin harga tinggi sehingga market share bisa dipertahankan dan bagus buat margin,” ucap dia. Menurut Michael, selama harga jual rokok belum naik, harga saham juga belum bisa terkerek.

KONTAN

Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia masih Aman

0
UJI KLINIS VAKSIN cOVID-19

(Bandung 11/11) Vaksin Covid-19 hasil kolaborasi pengembangan Bio Farma dengan Sinovac, saat ini sudah mulai memasuki masa monitoring. Data per 6 November 2020 menunjukan, sebanyak 1.620 relawan sudah mendapatkan suntikan pertama, 1.603 sudah mendapatkan suntikan kedua dan 1.335 sudah masuk dalam tahap monitoring baik untuk imunogenicity, efikasi (khasiat) maupun keamanannya. Sejauh ini, belum ada laporan mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius atau Serious Adverse Event (SAE) atau kejadian serius yang tidak diinginkan dari para relawan yang diduga berhubungan dengan vaksin atau kegiatan vaksinasi. Hal ini disampaikan oleh juru bicara tim Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 dr. Rodman Tarigan, di Bandung.

SAE merupakan salah satu dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)  yang serius dan dialami oleh penerima obat atau vaksin, tanpa memandang hubungannya dengan obat atau vaksin tersebut. Sedangkan KIPI non serius atau KIPI ringan adalah kejadian medis yang terjadi setelah Imunisasi dan tidak menimbulkan risiko potensial pada kesehatan si penerima seperti terjadi demam, bengkak di lokasi suntikan, merah di lokasi suntikan.

Setiap relawan yang sudah mendapatkan suntikan pertama dan kedua ini, hingga uji klinis selesai akan diawasi dan dimonitor oleh tim uji klinis, sehingga apapun kejadian yang menimpa relawan pasti terawasi.

“SAE yang dialami oleh seseorang, bisa terjadi baik untuk vaksin yang sudah dipasarkan, maupun vaksin yang sedang dalam tahap uji klinis seperti vaksin Covid-19 ini. Untuk produk yang sedalam uji klinis, SAE akan dilaporkan ke Komite Etik, BPOM dan DSMB (Data Safety Monitoring Board). Sedangkan untuk produk yang sudah dipasarkan akan dilakukan investigasi atau penyelidikan, dan analisis oleh lembaga yang independen seperti KOMNAS KIPI, dan dilaporkan ke BPOM, untuk memastikan penyebab utama dari peristiwa ini apakah berhubungan langsung dengan vaksin (associated to vaccine), atau ada faktor lainnya (co-incident)”, ujar Novilia, salah satu tim ahli farmakovigilan Bio Farma.

Novilia menambahkan, untuk kejadian SAE yang saat ini terjadi di Brazil, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan apakah SAE ini berhubungan dengan vaksin atau bukan (co-incident). Dalam penyelidikan SAE ini, otoritas Badan Pengawas Obat setempat tentu akan dilibatkan. Jeda atau penangguhan pelaksanaan  uji klinis obat atau vaksin merupakan prosedur standar dan  biasa dilakukan untuk melakukan investigasi lebih dulu atas KIPI serius yang ditemukan dalam penelitian.

Terkait kasus SAE vaksin Covid-19 Sinovac di  Brazil, sudah ada pernyataan resmi dari Sinovac di  http://www.sinovac.com/?optionid=754&auto_id=914 dimana Sinovac sudah melakukan komunikasi dengan Butantan Institute dan menyatakan kejadian SAE ini tidak ditemukan berhubungan dengan vaksin (co-incident)

Manfaat Vaksin

Vaksin memiliki manfaat yang besar untuk memutus mata rantai penularan penyakit menular. Vaksin merupakan salah satu cara pencegahan penyakit menular yang tidak hanya diberikan kepada bayi melainkan kepada orang dewasa. Vaksin tidak hanya memberikan kekebalan individu namun juga dapat menciptakan kekebalan massal atau disebut juga kekebalan kelompok. Tidak hanya melindungi tubuh dari serangan penyakit serius. Pemberian vaksin juga dapat mencegah penyakit yang dapat menimbulkan kematian maupun kecacatan. Data dari World Health Organization  (WHO)  menunjukkan hampir 10 juta angka kematian dapat dicegah melalui vaksinasi

—-00ed00—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 5093

Tumpengan Nih! TLKM Ganti Nama jadi Telkom Indonesia

0

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten telekomunikasi BUMN, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk berganti nama perusahaan menjadi PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) dengan kode saham tetap TLKM.

Mengacu pengumuman yang disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2, Vera Florida dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Irvan Susandy, perubahan nama ini mengacu pada surat PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk No. TEL.17/LP 000/DCI-M2000000/2020 tanggal 13 November 2020 yang diterima tanggal 2 Desember 2020,

“Perseroan menyampaikan perubahan nama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk menjadi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk,” tulis pengumuman BEI, dikutip Jumat (4/12/2020).

Perubahan nama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk menjadi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini juga telah memperoleh persetujuan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0032595.AH.01.02.Tahun 2019 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tanggal 24 Juni 2019.

Sehubungan dengan hal tersebut, terhitung sejak hari ini, Jumat, 4 Desember 2020 PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan nama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Namun demikian, perdagangan efek PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di Bursa Efek Indonesia tetap menggunakan kode TLKM.

Sebagai informasi, sampai dengan September ini, perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih 1,33% menjadi Rp 16,67 triliun atau hampir Rp 17 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 16,45 triliun.

Kenaikan laba bersih ini terjadi kendati pendapatannya turun 2,62% YoY menjadi Rp 99,94 triliun pada akhir September 2020. Sedangkan pada September 2019 pendapatan perusahaan tercatat Rp 102,63 triliun.

Penyumbang pendapatan terbesar yakni dari anak usahanya yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang bergerak di segmen bisnis mobile yang berkontribusi 73,2% pada pendapatan perusahaan hingga akhir kuartal ketiga tahun ini.

CNBC INDONESIA

Dapat suntikan modal, Bank Banten naik kelas jadi bank BUKU 2

0
Bank banten
ILUSTRASI. Suasana pelayanan nasabah di kantor Bank Banten, Jakarta (31/5). KONTAN/Muradi/2017/05/31

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setoran modal yang diterima PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) Rp 1,55 triliun dari Pemprov Banten membuat perseroan kini resmi jadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2 dengan modal inti di atas Rp 1 triliun. 

“Dana Pemprov sudah dikonversi menjadi dana setoran modal dan ditempatkan penuh di Bank Banten dan telah disetujui OJK, sehingga telah diakui dalam perhitungan KPMM,” kata Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa kepada KONTAN, Kamis (3/12).

Fahmi juga menambahkan melalui tambahan modal tersebut, maka Bank Banten juga telah memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 1 triliun sesuai POJK 12/2020 tentang Konsolidasi Bank. 

Adapun dengan tambahan dana tersebut kini capital adequacy ratio (CAR) perseroan tercatat mencapai  54,10%. Tambahan modal tersebut juga membuat Bank Banten kini resmi menyandang status sebagai BUKU 2.

“Sesuai ketentuan yang mengatur kegiatan usaha bank, dengan tambahan modal, kami telah memenuhi kriteria, sekaligus ketentuan POJK 12/2020,” sambung Fahmi. 

Meski demikian, tambahan modal memang tak serta merta mengerek kinerja perseroan. Sebab, dana Pemprov sejatinya memang merupakan konversi Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang sebelumnya memang telah ditempatkan di perseroan. 

Adapun sampai Oktober 2020, aset Bank Banten tercatat terkontraksi 24,34% (ytd) menjadi Rp 6,12 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) juga negatif 26,32% (ytd) menjadi Rp 4,11 triliun. 

Tiga Dekade Listing, Inilah Peluang BUMI untuk ‘Come Back’

0
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (tengah), Presiden Direktur PT BUMI Resources Tbk. Saptari Hoedaja (kanan), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Arifin Tasrif (kedua kiri) bersama Sekretaris Kabinet Indonesia Maju, Pramono Anung (kiri) dan Ketua IMA, Ido Hutabarat (kedua kanan) dalam malam penganugerahan IMA Award 2019. (Dok. BUMI Resources)
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (tengah), Presiden Direktur PT BUMI Resources Tbk. Saptari Hoedaja (kanan), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Arifin Tasrif (kedua kiri) bersama Sekretaris Kabinet Indonesia Maju, Pramono Anung (kiri) dan Ketua IMA, Ido Hutabarat (kedua kanan) dalam malam penganugerahan IMA Award 2019. (Dok. BUMI Resources)

Jakarta, CNBC Indonesia – Tiga dekade mencatatkan saham dan jatuh-bangun di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), raksasa batu bara nasional PT Bumi Resources Tbk (BUMI) “angkat sauh” menuju beyond coal (tak sekadar batu bara).

Tercatat di bursa pada 30 Juli 1990, BUMI semula adalah emiten properti bernama PT Bumi Modern yang mengelola hotel dan jasa wisata. BUMI mengajukan izin pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) lewat surat nomor BM-17/J/90 pada 16 April 1990.

Permohonan IPO diajukan oleh AJB Bumiputera 1912 (Bumiputera) selaku pemilik 100% saham Bumi Modern, setelah membeli saham Bumi Modern lainnya milik pengusaha nasional Peter Sondakh dan H.A. Latief Thoyeb, masing-masing pada tahun 1983 dan 1985.

Izin IPO, atau pernyataan efektif, Otoritas Jasa Keuangan (dulu Badan Pengawas Pasar Modal/Bapepam) terbit pada 18 Juni 1990. Perseroan menawarkan 10 juta sahamnya (29% dari total saham disetor) seharga Rp 4.500 per unit, sehingga meraup dana segar Rp 45 miliar.

Izin IPO, atau pernyataan efektif, Otoritas Jasa Keuangan (dulu Badan Pengawas Pasar Modal/Bapepam) terbit pada 18 Juni 1990. Perseroan menawarkan 10 juta sahamnya (29% dari total saham disetor) seharga Rp 4.500 per unit, sehingga meraup dana segar Rp 45 miliar.

Pasca IPO, publik memiliki 29% saham BUMI dan 71% lainnya dipegang Bumiputera. Tiga tahun kemudian, investor kelas kakap masuk yakni PT Taspen (persero), PT Asuransi Sosial Tenaga Kerja (Astek)-kini PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dan Pelician Holdings Limited.

Hingga tahun 1997, BUMI memiliki aset perhotelan berupa hotel bintang lima Hyatt Regency Surabaya, yang dikelola oleh Hyatt International Asia Pacific Limited. Di luar itu mereka memiliki aset perkantoran dan bisnis jasa pariwisata.

Perubahan drastis BUMI terjadi setelah pengusaha nasional Grup Bakrie masuk ke perseroan, mengubah secara radikal bisnis intinya, hingga membuat sahamnya meroket ke level tertinggi sepanjang sejarah pencatatannya.

Menurut neraca keuangan BUMI, Grup Bakrie mulai masuk menjadi pemegang saham perseroan pada 20 Juni 1997 atau ketika krisis keuangan Asia mendera, dan menjatuhkan harga aset-aset properti, termasuk yang dikelola Bumi Modern.

Di tengah kondisi krisis yang memicu likuiditas ketat, PT Bakrie Capital Indonesia (Bakrie Capital) masuk menjadi penyelamat dengan melakukan penawaran tender (tender offer) atas saham BUMI sebanyak 25%, setelah mengakuisisi 58,15% saham BUMI milik AJB Bumiputera.

Setoran Modal Direstui OJK, CAR Bank Banten Naik Jadi 54,1%

0
BAnk BAnten

Jakarta, CNBC Indonesia– PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten/BEKS) telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas Dana Setoran Modal dari Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development (BGD), dalam perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).

Dana Setoran Modal  Rp 1,551 triliun tersebut merupakan konversi dari dana RKUD Provinsi Banten yang berada di Bank Banten melalui BGD berdasarkan Perda Banten Nomor 1 Tahun 2020. Dengan demikian, KPMM atau CAR Bank Banten per posisi Oktober 2020 mencapai angka 54,10%.

CAR tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri perbankan pada September 2020 yang tercatat hanya 23,52%. Hal ini mencerminkan tingkat kemampuan bank dalam memitigasi risiko secara relatif, selain juga menunjukan komitmen Pemerintah Provinsi Banten selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) Bank Banten.

“Tentunya hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para Nasabah dalam mempercayakan pengelolaan keuangannya bersama Bank Banten, khususnya semasa Pandemi ini” ujar Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa.

Fahmi menambahkan sebagai salah satu indikator Kesehatan Bank, membaiknya rasio permodalan tersebut diharapkan akan mampu memberikan daya dukung dan daya ungkit untuk pengembangan usaha Bank Banten selain meningkatkan ketahanan institusi, khususnya semasa Pandemi sebagai Bank Pembangunan Daerah.

Baca: Hore! Dana Rp 1,55 T Dari Pemprov Resmi Masuk Bank Banten

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Banten sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) serta seluruh pemangku kepentingan lainnya, dimana kepercayaan ini merupakan amanah bagi kami yang mesti dipertanggungjawabkan dan menjadi sebuah komitmen serta semangat Perseroan untuk bangkit membangun bank kebanggaan masyarakat Banten agar semakin maju serta dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh nasabah,” jelas Fahmi.

Fahmi menambahkan Bank banten juga menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Banten Global Development atas segala bentuk perhatian, buah pikir dan instruksi kepada dalam proses persetujuan pencairan Dana Setoran Modal tersebut.

“Hal ini merupakan penghargaan yang tinggi sekaligus tanggungjawab yang harus dan mampu kami integrasikan untuk kemudian bersama-sama melihat ke depan, menjalankan solusi dari hasil buah pikir tersebut. Prinsipnya adalah bekerja sama untuk membangun Bank Banten sebagai identitas, fungsi intermediasi dalam membantu perekonomian dan bisnis, berikut pula sarana dalam menciptakan kemaslahatan bagi segenap masyarakat di Provinsi Banten,” tutup Fahmi.
Saksikan video di bawah ini:Ekonom BCA: PDB 2021 Bisa 4,5% Jika Program PEN Dioptimalkanhttps://www.cnbcindonesia.com/embed/video/205901?smartautoplay=false&mute=true
(dob/dob)

SIG dan KAI Jalin Kerja Sama Optimalisasi Angkutan Semen

0

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) tentang Rencana Kerjasama Optimalisasi dan Pengembangan Angkutan Barang. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan secara virtual hari ini, Kamis (26/11) oleh Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir dan Direktur Niaga KAI, Maqin U. Norhadi.

Penandatangan MoU disaksikan oleh Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso, Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo serta Presiden Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), Aulia Mulki Oemar.

Kerja sama ini meliputi beberapa kegiatan, antara lain, peningkatan kerja sama angkutan berbasis kereta api dan sewa tanah atau bangunan untuk jangka menengah dan jangka panjang. Melakukan kajian bersama untuk rencana komersial dan operasional terkait jalur dan prasarana kereta api dalam mendukung distribusi produk SIG. Serta pengembangan bentuk kerja sama potensial lainnya yang dapat meningkatkan manfaat bisnis kedua belah pihak.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan, kereta api merupakan salah satu moda transportasi penting dalam mendukung logistik Perusahaan. Kedepan KAI akan menjadi salah satu mitra strategis seiring perkembangan SIG sebagai penyedia solusi bahan bangunan.

“Kerja sama ini merupakan sinergi untuk saling melengkapi dan memberikan hasil terbaik bagi kedua belah pihak. Melalui sinergi yang terjalin saat ini, diharapkan dapat semakin optimal dalam memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang ada. Sehingga dapat semakin berkontribusi bagi Perusahaan, BUMN, dan bangsa Indonesia,” ungkap Hendi Prio Santoso.

Lebih lanjut, Hendi Prio Santoso, berharap agar kerja sama ini dapat segera diwujudkan. ”Hari ini menjadi langkah awal sebuah komitmen bersama. Semoga apa yang menjadi tujuan serta harapan dari kerja sama ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target waktu yang direncanakan” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terjalinnya kerja sama dalam rangka sinergi BUMN untuk optimalisasi dan pengembangan angkutan barang berbasis kereta api. Hal ini untuk memberikan nilai tambah bagi masing-masing Perusahaan.

“Kerja sama ini juga merupakan implementasi core values AKHLAK sebagai Amanah Kementerian BUMN. Melalui kerja sama ini, diharapakan KAI dapat mendukung pendistribusian semen dan produk lainnya dari SIG, khususnya di wilayah Jawa dan Sumatera untuk menciptakan distribusi logistik yang efektif dan efisien. Selain itu juga mendukung program pemerintah dalam mengurangi biaya logistik Nasional”, ungkap Didiek Hartantyo. Didiek Hartantyo menambahkan, dalam skema kerja sama jangka pendek SIG dapat memanfaatkan stasiun Babat untuk pengiriman semen dari Pabrik Tuban milik SIG maupun SBI. “Sedangkan skema jangka panjang, kami akan melihat potensi untuk membangun prasarana, menyambung dari Babat masuk ke Tuban melewati kawasan pabrik SIG dan SBI. Selain itu KAI juga sedang menjajaki pengiriman semen dari Tonasa melalui jalur Makassar hingga Pare-Pare. Semoga melalui kerja sama ini dapat memberikan manfaat lebih bagi pelanggan SIG,” pungkas Didiek Hartantyo.

SIG.id