Home Blog

Buat Bayar Utang , Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Jual Saham Treasury Ke Lief Holding Pte di Harga Rp1.225 Per Saham

0

EmitenNews.com – Produsen makanan siap saji Roti dengan brand Sari roti, PT Nippon  Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menyatakan telah menjual sebanyak 375.033.700 lembar saham Treasuri dengan harga Rp1.225 per lembar pagi ini kepada Lief Holding Pte Ltd, sebuah perusahaan investasi terdaftar di Singapura.

Berdasarkan keterangan ROTI yang dimuat  pada laman BEI, Senin (5/10) , disebutkan, bahwa total dana hasil penjualan saham tresuri itu sebesar Rp495,41 miliar. Rencana penggunaan dari hasil pengalihan tersebut akan digunakan untuk keperluan ekspansi usaha perseroan dalam rangka pengembangan pasar produk roti dan membayar utang jangka pendek sehingga mengurangi beban bunga perseroan,” tulis Sri Mulyana Corporate Secertary ROTI.

Dijelaskan, setelah pelepasan aksi korporasi itu, Lief Holding Pte Lte memegang sebanyak 6,06 persen saham perseroan, masyarakat 19,23 persen, Demeter Indo Invesment Pte Ltd sebesar 19,64 persen, Bonglight Invesment sebanyak 20,79 persen dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sebanyak 25,77 persen.

Dengan demikian, Lief Hodling Pte Ltd dan anak usahanya Bonlight Invesment memegang 26,85 persen, atau menjadi pemegang saham mayoritas.

Tapi, manajemen ROTI menyebutkan Lief Holding Pte Ltd bukan pemegang saham pengendali.

Juga dijelaskan, Lief Holding dan Bonglight Invesment merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Keluarga Yap dan Direktur Utama ROTI, Wendy Yap

EMITEN NEWS

IPC Dukung Program Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

0

Jakarta, 23 Oktober 2020 – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC mendukung pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SD Juara Cinta IPC Jakarta Utara. Khusus di masa pandemi, berbagai program dan kegiatan dilaksanakan bekerjasama dengan Rumah Zakat sejak Maret  2020.  

SD Juara Cinta IPC Jakarta Utara merupakan Sekolah Unggulan untuk 140 pelajar dari keluarga dhuafa dan anak yatim yang berlokasi di Kelurahan Kebon Bawang,  Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sekolah ini didirikan dan didanai penuh oleh IPC sejak tahun 2011 dengan sinergi bersama Rumah Zakat dalam Program Pendidikan melalui program bantuan biaya operasional sekolah.   

“Dalam kondisi pandemi akibat Covid-19, kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan berbagai aplikasi dan teknologi internet. Dukungan yang diberikan IPC ini sejalan dengan salah satu poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu  Pendidikan Bermutu (Quality Education),” ujar EVP Sekretariat Perusahaan IPC, Ari Santoso, di Jakarta, Selasa (23/10).  

Bantuan yang diberikan IPC antara lain memfasilitasi ujian sekolah kelas 6 dengan menggunakan akun Google Suite for Education (GSE) pada aplikasi di smartphone orang tua wali murid selama 1 pekan, pada bulan Mei 2020. Selain itu SD Juara Cinta IPC Jakarta Utara melaksanakan kegiatan home visit guru ke rumah-rumah siswa untuk mengetahui perkembangan dan perilaku siswa di lingkungan rumah secara langsung.   

Secara lebih luas, dukungan IPC dalam proses belajar mengajar di SD Juara Cinta IPC Jakarta Utara mencakup kegiatan Kesiswaan, Pelatihan Guru, Ekstrakurikuler, Pembelajaran di dalam atau di luar (outing class), dan Pertemuan dengan orang tua murid.  Program bantuan biaya operasional ini juga memberikan akses bagi 12 Guru dan Tenaga Pengajar untuk meningkatkan kualitas mengajar melalui berbagai pelatihan.   

Sementara itu, Direktur Rumah Zakat Asep Nurdin mengatakan, sinergi dan kerjasama yang terjalin antara IPC dan Rumah Zakat dalam Program Pendidikan selama hampir satu dasawarsa ini telah memberikan fasilitas pendidikan yang berkualitas untuk anak dari keluarga yang membutuhkan serta membantu pihak sekolah menggali beragam potensi peserta didik untuk menjadi insan mandiri dengan mental juara. 

BUMN

Potensi Ekspor USD229 Juta, LPEI Siap Dukung Industri Halal

0

Jakarta, 25 Oktober 2020 – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) siap mendukung langkah pemerintah untuk terus meningkatkan ekspor produk halal. Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, LPEI juga terus memperbesar share pembiayaan syariah.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati pada paparannya di Webinar Strategis Nasional “Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia” (24/10), “Kementerian Keuangan dalam hal ini membawahi LPEI bisa memberikan dukungan pembiayaan untuk industri yang masuk dalam National Interest Account untuk hal ini promosi ekspor dan menggunakan pembiayaan dari LPEI.”

Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas menyampaikan, share pembiayaan syariah terhadap Industri Keuangan NonBank (IKNB) terhadap total IKNB per Juni 2020 sebesar 4,2%. Kemudian, share pembiayaan syariah LPEI terhadap total syariah IKNB per Juni 2020 sebesar15,3%. Sedangkan share pembiayaan syariah LPEI terhadap total pembiayaan LPEI per September 2020 mencapai 17,03%. Adapun dari sisi pembiayaan syariah LPEI, sebesar 76% disalurkan dalam Rupiah dan 24% dalam USD.

“82% pembiayaan syariah LPEI digunakan untuk tujuan pembiayaan investasi dan 18% untuk kebutuhan pembiayaan modal kerja,” ujar D. James Rompas, Sabtu (24/10/2020).

Akad yang paling banyak digunakan yaitu Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) sebesar 68%, disusul dengan Murabahah (20%) dan Musyarakah (11,4%). Dijelaskan bahwa LPEI juga melakukan pendanaan dengan instrumen syariah antara lain Sukuk Mudharabah yang diterbitkan tahun 2018-2020 untuk mendukung kegiatan pembiayaan syariah dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,8Triliun dengan outstanding sukuk per 20 Sep 2020 Rp1,1 Triliun.

Adapun dari sisi sektor industri, sebesar 53,6,% setara Rp8,55 Triliun pembiayaan disalurkan ke sektor perkebunan, sektor perindustrian sebesar 29,3 % setara Rp4,65 Triliun meliputi pupuk, obat, serat dan benang untuk produk ban, alumunium foil, tekstil, dan charcoal. Selanjutnya sektor pertambangan mencapai 10,1%, setara Rp1,59 Triliun dan 3,9% atau setara Rp610 Miliar ke sektor pergudangan dan pengangkutan.

D. James Rompas menilai, potensi pasar produk halal masih sangat terbuka lebar. Permintaan domestik sangat besar, karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Belum lagi dari pasar luar negeri, terutama permintaan dari negara-negara mayoritas muslim di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan yang terus tumbuh.

Dijelaskan pula bahwa untuk tiga kawasan pasar ekspor tersebut terdapat 10 besar produk makanan halal dengan total nilai potensi ekspor senilai USD229 Juta di tahun 2020. Produk makanan halal yang berpotensi antara lain: produk margarin, biskuit, olahan buah sayur, kopi, dan ekstrak makanan. Dari nilai potensi perdagangan tersebut, Indonesia diproyeksikan baru memiliki market share sekitar 39%. “Masih terbuka peluang pasar ekspor sebesar 61% atau senilai USD139 Juta,” ucap D.James Rompas.

Karena itu, LPEI siap mendukung dengan bauran produk yang luas, baik dengan skema konvensional maupun syariah. Selain itu, LPEI juga melaksanakan Penugasan Khusus Ekspor untuk segmen UKM berorientasi ekspor. Dalam mendukung ekspor nasional, dilakukan seperti melalui fasilitas penugasan umum LPEI dalam bentuk Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi untuk segmen UKM maupun Korporasi. Selain itu LPEI menyediakan Layanan Jasa Konsultasi dalam bentuk Coaching Program for New Exporters, Marketing Handholding Program dan Desa Devisa.

“LPEI berkomitmen untuk terus mendukung industri halal berorientasi ekspor. Kami mengajak pengusaha di dalam negeri memanfaatkan berbagai produk dan layanan pembiayaan yang dimiliki LPEI sehingga diharapkan turut mendukung bisnis, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas D. James Rompas. (*)

Narahubung Media
Agus Windiarto
Corporate Secretary – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
Ph. : (021) 39503600
Email : corpsec@indonesiaeximbank.go.id
Web : http://www.indonesiaeximbank.go.id

Perkuat Bisnis Tower melalui Penataan Portfolio, TelkomGroup Mengalihkan Kepemilikan 6.050 Menara Telkomsel ke Mitratel

0
bts, menara, telkom

Jakarta, 16 Oktober 2020 – Dalam rangka memperkuat bisnis menara telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melakukan penataan portfolio melalui dua anak perusahaannya PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) untuk pengalihan kepemilikan sebanyak 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel. Pengalihan kepemilikan dilakukan secara bertahap hingga ditargetkan selesai pada akhir triwulan pertama tahun 2021. Penandatanganan dilakukan antara Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dan Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro di Jakarta (14/10). 

Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya menyampaikan, aksi korporasi yang dilakukan Mitratel dan Telkomsel merupakan bagian dari penataan portofolio TelkomGroup demi mengoptimalisasikan bisnis dan aset yang dimiliki serta memastikan optimal value bagi pemegang saham. Langkah ini juga merupakan upaya untuk value creation bisnis tower dan memastikan agar setiap entitas anak perusahaan dapat fokus dalam melakukan penguatan pada lini bisnisnya masing-masing.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan aksi korporasi tersebut merupakan salah satu strategi bisnis untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi. “Kami yakin bahwa pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel akan memperkuat bisnis Mitratel secara fundamental. Ini menjadi potensi yang baik dan menciptakan nilai tambah bagi Mitratel yang akan berdampak positif pada penguatan industri telekomunikasi nasional, khususnya sektor menara telekomunikasi,” ujar Theodorus.

Tak hanya itu, selanjutnya Theodorus menambahkan bahwa bisnis menara telekomunikasi masih menjanjikan, mengingat hingga saat ini operator telekomunikasi masih terus melakukan ekspansi demi meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas jangkauan layanannya sehingga diyakini bisnis menara telekomunikasi masih akan mencatatkan kinerja positif ke depannya, terlebih menghadapi pengembangan teknologi 5G yang akan masuk dan diimplementasikan di Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro menyampaikan Telkomsel mendukung penataan portfolio TelkomGroup dengan pelepasan 6.050 menara telekomunikasi yang dimiliki. “Ke depan Telkomsel akan fokus pada bisnis utamanya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia dengan salah satu prioritas strategi bisnis dengan memperkuat ekosistem digital melalui ketersediaan layanan digital connectivity terbaik dan merata serta mengembangkan potensi layanan digital services dan digital platform terkini bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Setyanto.

Dengan adanya transaksi ini, terhitung sejak terpenuhi segala kewajiban berdasarkan perjanjian dan ditandatanganinya akta pengalihan antara para pihak, Mitratel yang merupakan anak usaha Telkom yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi memiliki menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah dan melayani semua operator seluler di Indonesia dengan jumlah lebih dari 22.000 menara telekomunikasi. Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi Telkomsel ini menjadi salah satu langkah TelkomGroup untuk memperkuat fundamental bisnis Mitratel sekaligus menjadikan sebagai salah satu provider menara terbesar di Indonesia.

Jasa Marga Kantongi Rp566 Miliar dari Surat Berharga Komersial

0

Jakarta (14/10) – PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) Rp566 miliar. SBK atau Commercial Paper merupakan instrumen pasar uang untuk Korporasi Non-Bank berbentuk surat sanggup (promissory note) dan berjangka waktu sampai dengan satu tahun yang terdaftar di Bank Indonesia (BI).
Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan bahwa hasil penerbitan dari SBK ini akan digunakan untuk modal kerja, belanja modal serta kebutuhan perusahaan lainnya. Sebelumnya, target perolehan dana Jasa Marga dari SBK adalah Rp500 miliar hingga Rp1 triliun.


“Dana yang diterima hari ini telah dapat memenuhi kebutuhan Working Capital Jasa Marga, pada prinsipnya akan digunakan untuk modal kerja, belanja modal serta kebutuhan perusahaan lainnya. SBK dipilih karena dapat menjaga cash flow jangka pendek mengingat pembayaran bunga SBK dilakukan secara discounted sebesar 6,8%,” jelas Adri.
SBK I Jasa Marga Tahun 2020 memiliki tingkat suku bunga yang sangat kompetitif, mengingat dasar suku bunga yang digunakan adalah Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR)+ (85-160 bps), dimana saat ini JIBOR cukup rendah, yaitu sebesar 4,7% per tahun. SBK jatuh tempo selama 12 bulan serta telah mendapatkan peringkat idA1+ (A satu plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Selain itu, Adri menambahkan, SBK juga dapat digunakan sebagai bridging financing sebelum perusahaan mendapatkan pendanaan jangka panjang, contohnya menerbitkan obligasi atau instrumen capital market lainnya.
“Tentu saja ke depannya, kami tetap membuka peluang untuk menerbitkan produk lain dari capital market ataupun pasar uang sebagai alternatif sumber pendanaan untuk Perusahaan. Dengan adanya alternatif-alternatif pendanaan ini, secara umum Jasa Marga juga turut menambah basis investor yang terlibat dalam pembangunan jalan tol di Indonesia,” tambahnya.
Jasa Marga konsisten menggalang dana dari capital market. September lalu Jasa Marga mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed dalam aksi penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun senilai Rp2 triliun. 
Permintaan yang masuk untuk Obligasi Berkelanjutan II tersebut mencapai angka Rp2,7 triliun melebihi nilai yang ditawarkan yaitu Rp2 triliun. Jasa Marga menggunakan dana hasil penerbitan obligasi diantaranya untuk modal kerja, pemeliharaan jalan tol, peningkatan fasilitas dan sarana penunjang jalan tol lainnya.
Di tahun-tahun sebelumnya, Jasa Marga juga telah menerbitkan sejumlah alternatif pendanaan di antaranya yaitu Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi, Project Bond JORR W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami) dan Global IDR Bond (Komodo Bond). Ketiga skema tersebut mendapat apresiasi dari publik. Terbukti, Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi oversubscribed lebih dari dua kali sedangkan Komodo Bond oversubscribed lebih dari tiga kali.


_____________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Faiza Riani

Marketing and Communication Department Head

PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah

Jakarta 13550

Telp. (021) 841 3526 / ext. 117/118

Kereta Cepat Jkt-Bandung Dapat Pasokan 150 Ribu Ton Ultrapro SG

0
Semen

SVP of Sales PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Rahman Kurniawan mengatakan, PT Semen Gresik (SG), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, menyuplai 150 ribu ton produk Ultrapro atau 75% dari total pasokan yang dibutuhkan dalam negeri untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

“Sekitar 75% atau 150 ribu ton sudah kami suplai karena SG tetap berusaha untuk mengikuti target pencapaian infrastruktur konektivitas KCJB yang diproyeksikan mencapai 70 persen pada akhir tahun 2020,” kata Rahman dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2020).

Semen Gresik sebagai bagian dari SIG terus berusaha menjaga ketersediaan semen untuk kebutuhan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung meski kondisi pandemi Covid-19 melanda dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Ada sejumlah upaya yang dilakukan Semen Gresik dalam mendukung pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yaitu pertama, senantiasa mempertahankan ketersediaan semen dan aspek kesuksesan pengiriman sesuai permintaan pelanggan.

Kedua, menjaga konsistensi kualitas bahan baku semen yang diproduksi untuk pembangunan konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ketiga, meluncurkan program promosi pemasaran tepat guna untuk menjaga loyalitas pelanggan karya.

Sementara itu, SM of Technical Sales SIG Roganda Harizona Saragih mengatakan, ada beberapa prioritas yang diutamakan terkait proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung antara lain tipe produk semen menyesuaikan dengan kebutuhan KCJB, di mana pada proyek itu mempersyaratkan penggunaan semen Portland tipe I.

Produk Semen Portland Tipe I Semen Gresik yang disuplai untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dikenal dengan brand Ultrapro. Produk itu sesuai untuk mendukung proyek KCJB karena memiliki keunggulan kuat tekan awal dan akhir yang tinggi, waktu pengeringan yang optimal, dan hasil akhir yang kokoh.

“Sehingga dapat menjamin kecepatan dalam konstruksi, keamanan dan keselamatan saat dibangun, serta saat nantinya dibuka untuk operasional kereta cepat,” kata Roganda, Senin (12/10/2020).

Semen Gresik juga mengutamakan penyediaan semen yang tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas sesuai kebutuhan proyek. Roganda menuturkan, inilah salah satu kelebihan Semen Gresik sebagai bagian dari SIG yang memiliki rantai pasokan lebih baik dibandingkan dengan kompetitornya karena memiliki pabrik yang tersebar di lokasi strategis.

“Untuk itulah, dedikasi tim sales dan tim technical SIG disediakan sebagai bentuk layanan dari SG untuk mendukung kelancaran proyek,” tuturnya.

Roganda mengatakan, SIG juga selalu memprioritaskan jaminan kualitas produk semen yang disuplai dengan menerapkan Quality Control dan Quality Assurance dimulai dari pengendalian kualitas bahan baku yang digunakan, proses produksi, dan pengecekan produk jadi sebelum dirilis.

Dengan pengendalian kualitas semen yang baik, SG dapat menjamin kualitas Ultrapro SG yang dipakai untuk membuat konstruksi pilar, terowongan, dan balok girder dalam proyek KCJB ini.

“Sebab konstruksi tersebut memiliki spesifikasi yang termasuk berisiko tinggi sehingga kualitasnya betul-betul kami jaga,” katanya.

Garuda Indonesia Raih Pinjaman Rp 1 Triliun dari Eximbank

0
garuda indonesia
Pesawat milik maskapai Garuda Indonesia

JAKARTA, investor.id –  PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meraih fasilitas pinjaman modal kerja ekspor senilai Rp 1 triliun dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank dengan tenor satu tahun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal menjelaskan, fasilitas kredit tersebut didapatkan atas penugasan khusus ekspor (PKE) dari Menteri Keuangan untuk mendorong industri penerbangan nasional.

“Pinjaman tersebut dapat mendukung aktivitas ekspor jasa perseroan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Fuad dalam keterangan resmi perseroan, Jumat (9/10). Direktur Keuangan Garuda Indonesia.

Adapun sebelumnya, perseroan meluncurkan penerbangan khusus kargo, yang kali ini menerbangi rute penerbangan Makassar – Singapura sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap pengembangan aksesibilitas jaringan penerbangan kargo bagi komoditas ekspor unggulan di kawasan timur Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, pengembangan jaringan penerbangan kargo dari hub penerbangan di Indonesia Timur, diharapkan dapat semakin memperkuat daya saing potensi komoditas ekspor nasional di kawasan timur Indonesia.

Khususnya aksesibilitas jalur penerbangan kargo langsung menuju Singapura sebagai salah satu negara pengimpor komoditas nasional terbesar di kawasan Asia Tenggara.

“Tentunya dengan optimalisasi jaringan penerbangan ini, kegiatan direct export dari kawasan timur Indonesia dapat semakin kompetitif dan menjanjikan di masa yang akan datang,” jelas Irfan.

Menurut Irfan, Makassar sebagai hub penerbangan di kawasan timur Indonesia memiliki letak yang strategis sebagai titik kumpul jaringan pengiriman komoditas kargo di Indonesia Timur. Hal tersebut karena hub Makassar terhubung dengan penerbangan langsung ke sejumlah wilayah penghasil komoditas unggulan ekspor nasional seperti Ambon, Kendari, Sorong hingga Manado.

Penerbangan khusus kargo rute Makassar – Singapura ini telah beroperasi pada Senin (5/10) yang akan dilayani sebanyak 1 kali per minggu dengan armada regular Airbus A330-300 dengan daya angkut mencapai 40 ton di setiap penerbangannya. Penerbangan rute Makassar – Singapura ini berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pada pukul 16.00 WITA dan tiba di Singapura pada pukul 18.40 waktu Singapura.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul “Garuda Indonesia Raih Pinjaman Rp 1 Triliun dari Eximbank”

Read more at: http://brt.st/6PAN

PP Presisi (PPRE) menyelesaikan dua agenda RUPSLB hari ini

0

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) menyelesaikan dua agenda berisi meminta perubahan anggaran dasar dan mengangkat satu direktur dan dua komisaris baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) yang berlangsung hari ini, Kamis (8/10).

Direktur Keuangan PPRE, Benny Pidakso mengatakan dengan tercapainya dua agenda tersebut pihaknya bergegas mengembangkan lebih lanjut jasa pertambangan untuk melengkapi bidang usaha konstruksi yang telah lebih dulu dijalankan oleh PPRE.

“Kami berharap jasa pertambangan akan menjadi recurring income yang berkontribusi besar bagi pertumbuhan berkelanjutan PP Presisi,” jelas Benny dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10).

Dia melanjutkan, selain menjadi recurring income, jasa pertambangan menjadi usaha PPRE mengelola risiko yang besar sebab Indonesia kaya sumber daya mineral dan batubara.

Selain itu, PPRE juga telah mengangkat Muhammad Darwis Hamzah sebagai Direktur, Muhammad Toha Fauzi sebagai Komisaris Utama dan Indra Jaya Rajagukguk sebagai komisaris independen.

Sebelumnya PPRE memberhentikan dengan hormat Agus Purbianto sebagai Komisaris Utama, Ketut Darmawan dan Graha Yudha Andarano Putra Pratama, yang awalnya menjabat masing-masing sebagai Komisaris Independen.

“Dengan kapasitas & kapabilitas serta prestasi yang telah kami raih, kami bertekad untuk menjadikan PP Presisi sebagai salah satu pemain jasa pertambangan yang disegani di Indonesia,” ujar Darwis.

Dengan demikian, adapun posisi Komisaris dan Direksi PPRE terhitung sejak ditutupnya RUPSLB untuk masa jabatan 5 tahun ke depan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Muhammad Thaha Fauzi 
  • Komisaris: Rukmini Triastuti
  • Komisaris Independen: Indra Jaya Rajagukguk

Direksi

  • Direktur Utama: Rully Noviandar
  • Direktur: Benny Pidakso
  • Direktur: M. Wira Zukhrial
  • Direktur: Muhammad Darwis Hamzah

Rangkaian Proyek Pengembangan PLTS PT Bukit Asam Tbk

0

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki visi untuk menjadi perusahaan energi kelas
dunia yang peduli lingkungan. Sejalan dengan visi ini, perusahaan juga memiliki
tagline “Beyond Coal” yang coba diwujudkan dengan melakukan diversifikasi bisnis
dan hilirisasi industri batu bara.
Salah satu diversifikasi bisnis yang menjadi pilihan PTBA adalah pengembangan
sektor energi baru dan terbarukan, yang juga merupakan fokus pemerintah dalam
menyediakan energi lebih ramah lingkungan untuk rakyat Indonesia.
PTBA ingin mengambil bagian dalam roadmap pengembangan PLTS, berikut
adalah beberapa proyek PLTS yang sedang dikembangkan oleh PTBA:
Proyek CSR Pembangunan PLTS untuk Pompa Irigasi
PTBA memiliki 3 proyek pengembangan PLTS untuk pompa irigasi yang masuk
dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

  1. PLTS Irigasi Pesawaran, Lampung (Operasi Oktober 2020)
    Diresmikan pada hari ini, Selasa (6 Oktober 2020), bantuan Pompa Irigasi
    yang diberikan oleh PTBA terletak di Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng
    Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung dan akan beroperasi di tahun ini.
    Peresmian pompa ini dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo
    dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Sementara dari PT Bukit Asam Tbk
    hadir Direktur Operasional Hadis Surya Palapa dan Direktur Niaga Adib
    Ubaidillah.
  2. Pompa yang digunakan merupakan pompa jenis Submersible. Pompa tersebut
    memiliki kapasitas 50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head
    10 meter. Bantuan tersebut terdiri dari 1 unit Pompa Submersible, 1 unit
    inverter, 1 unit bak intake ukuran 3×3 meter dengan kedalaman 6 meter.
    Pompa irigasi ini akan dialiri listrik dari PLTS berkapasitas 38.500 watt

yang dioperasikan melalui rumah panel kontrol seluas 4×4 meter, 140 keping
panel surya, dan pipanisasi sepanjang 50 meter.
Listrik yg dihasilkan oleh pompa tersebut adalah 35.000 watt, sementara
untuk kebutuhan Pompa Irigasi di Desa Trimulyo ini hanya 25.000 watt.
Lahan yg akan dialiri seluas 167 hektar dengan jarak dari danau ke lahan lebih
kurang 1 kilometer.
Proyek ini berkolaborasi dengan Pemrov Lampung. Saat ini petani masih
mengandalkan pompa diesel untuk tanaman cabe pada musim kemarau.
Sementara pada musim penghujan petani akan memanfaatkan lahan untuk
ditanami padi.

  1. PLTS Irigasi Talawi, Sawahlunto (Beroperasi sejak 2019)
    Bantuan Pompa Irigasi Tenaga Surya di Desa Talawi Mudik Kota
    Sawahlunto. Pompa ini beroperasi sejak tahun 2019 dan memiliki kapasitas
    50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head 50 meter.
    Bantuan tersebut terdiri 1 unit pompa submersible, 1 unit inverter, 1 unit bak
    intake ukuran 3×3 meter dengan kedalaman 6 meter.
    Listrik untuk pompa irigasi dengan daya 11 kW ini akan dialirkan oleh PLTS
    Talawi berkapasitas 16,5 kW yang dioperasikan melalui rumah panel kontrol
    1 unit, 142 keping panel surya, dan pipanisasi sepanjang 1,2 km.
    Luas lahan yang telah dialiri adalah 62 hektar dengan hasil panen mencapai
    1.000 ton per tahun dari 3 kali panen. Sebelumnya hanya 248 ton per tahun.
    Jumlah penerima manfaat adalah 460 orang yang terdiri dari 115 petani dan
    345 anggota keluarga dari masing-masing petani.
    Pemeliharaan melibatkan kerja sama dengan warga, dimana para petani akan
  2. memberikan kontribusi 1 kg beras per petani saat setiap kali panen. Dimana
  3. harga per kilonya Rp10.000,- jadi petani dapat berkontribusi senilai
  4. Rp1.150.000,-/panen. Artinya, di setiap tahunnya petani mampu
  5. mengumpulkan dana senilai Rp3.450.000,- untuk biaya perawatan dan pemeliharaan Pompa Irigasi tersebut.
  1. PLTS Irigasi Tanjung Raja (Rencana Beroperasi di 2020)
    Bantuan Pompa Irigasi Tenaga Surya di Desa Tanjung Raja Kecamatan
    Muara Enim Kabupaten Muara Enim akan beroperasi di tahun ini.
    Pompa tersebut merupakan Pompa Jenis Submersible yang memiliki
    kemampuan dapat menyedot air yang mengandung lumpur. Kapasitas pompa
    tersbut adalah 50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head
    mencapai 30 meter.
    Bantuan tersebut terdiri 1 unit pompa submersible, 1 unit inverter, 1 unit bak
    intake berukuran 1,5×3 meter dengan kedalaman 4 meter.
    Pompa irigasi berdaya 11 kW ini akan disokong listriknya oleh PLTS
    berkapasitas 18,7 kW yang menggunakan 140 keping panel surya.
    Lahan yang akan dialiri seluas 63 hektar dengan perkiraan hasil panen 3 kali
    setahun mencapai 567 ton dan jumlah penerima manfaat adalah 90 petani.
    Sebagai informasi, sebelum adanya bantuan ini, panen hanya dapat dilakukan
    1 kali per tahun dengan hasil sekitar 189 ton.
    Proyek Pengembangan PLTS Bandara Soekarno Hatta (Beroperasi di Oktober
    2020).

  2. Proyek PLTS di Bandara Soekarno Hatta sejalan dengan cita-cita PT Angkasa Pura
    II (AP II) untuk menghadirkan Green Airport di Indonesia. Dimulai dari Bandara
    Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, harapannya
    pemasangan PLTS di bandara terbesar ini bisa mendorong bandara lain untuk
    mengadopsi EBT melalui PLTS.

  3. Pengoperasian PLTS di Bandara Soekarno Hatta ini juga komitmen PTBA dan AP
    II dalam mewujudkan sinergi BUMN dan upaya Kementerian BUMN dalam
    pemanfaatan energi baru terbarukan.

  4. Meskipun berlokasi di kawasan AP II, PLTS di Gedung AOCC ini dibangun oleh
    PTBA yang juga menggandeng anak usaha PT LEN Industri yakni PT Surya Energi
    Indotama. Pengoperasian PLTS dijalankan oleh PTBA secara langsung.
  5. PLTS ini terdiri dari 720 solar panel dengan kapasitas 241 kilowatt peak (kWp) dan
  6. beroperasi pada Oktober 2020.

Bantuan PLTS untuk Yayasan Az-Zawiyah (Rencana Operasi 2020)
Yayasan Az-Zawiyah terletak di Desa Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, dan
menyediakan Pendidikan secara gratis kepada para siswanya.
Mayoritas siswa yang bersekolah di yayasan tersebut berasal dari keluarga kurang
mampu.

Listrik yang dihasilkan oleh PLTS adalah 6 kWp atau setara dengan 6.849 watt.
Kebutuhan listrik yang diperlukan oleh Yayasan tersebut adalah sekitar 5.520 watt.
Bantuan tersebut terdiri dari 18 keping panel surya, 2 unit inverter, 8 unit baterai,
panel listrik 1 unit dan 1 set kabel dengan kapasitas 7 kWp. Daya listrik yang
dihasilkan digunakan untuk 9 ruang kelas tingkat SMP, 10 ruang kelas tingkat SMK,
Ruang Kepsek, Ruang Guru, Ruang Kantor, Ruang Tata Usaha, Ruang UKS, Ruang
OSIS, Perpustakaan, Toilet dan Gudang.

Jumlah penerima manfaat 1.921 orang terdiri dari 374 siswa tingkat SMK, 247 siswa
tingkat SMP, 58 guru dan 1.242 orang tua. Sebelum mendapatkan bantuan PLTS,
Yayasan tersebut harus membayar listrik sebesar Rp3.000.000,-/bulan atau
Rp36.000.000,-/tahun.

PLTS Lahan Pasca Tambang Ombilin 100 MW (Perencanaan)
PTBA berencana menggarap proyek pengembangan PLTS di lahan pasca tambang
milik perusahaan yang berada di Ombilin, Sumatera Barat.
Lahan tambang yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu world
heritage ini akan terpasang PLTS dengan kapasitas mencapai 240 kWp.

Konstruksi PLTS dilakukan dalam 2 tahap, dan pembangunan tahap pertama
ditargetkan bisa rampung dengan kapasitas mencapai 100 Megawatt (MW).
Pembangunan tahap I saat ini dalam tahap perencanaan dan studi.
Pembangunan tahap II ditargetkan rampung pada 2022, sehingga total kapasitas
PLTS bisa mencapai 200 Megawatt.

Untuk Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Apollonius Andwie C
Corporate Secretary
PT Bukit Asam Tbk
www.ptba.co.id

Bank Banten Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2020

0
Bank Banten

Serang – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Serang (02/10). Rapat dilaksanakan guna meminta Penggabungan Nilai Nominal Saham (Reverse Stock) dan penerbitan nominal saham baru Seri C melalui melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED).

Rapat tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 70.39 % atau sejumlah 45.124.348.542 lembar saham dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan yaitu 64.109.430.357 lembar saham. Hadir dalam kesempatan tersebut, Perwakilan PT BGD selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), beserta Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Bank Banten.

RUPSLB Bank Banten menyetujui tiga agenda rapat yaitu pertama terkait Perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan perubahan nilai nominal saham Seri A dan Seri B melalui Penggabungan Nilai Nominal Saham (Reverse Stock). Kedua, penerbitan nilai saham baru saham Seri C dengan nominal yang berbeda sesuai ketentuan yang berlaku, serta melakukan pembatalan hasil RUPSLB Bank Banten pada 26 Februari 2020 untuk mata acara yang sama. Ketiga, penegasan persetujuan peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) melalui PUT VI dan VII.

Bank Banten berencana menerbitkan saham baru Seri C dengan nominal Rp50,00 per lembar saham dengan jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyak 60.820.296.033 lembar saham pada saat PUT VI. Nominal tersebut setara 90,46% dari jumlah saham yang
ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

Sebelum proses PUT VI dilaksanakan, Perseroan akan melakukan penggabungan Nilai Nominal Saham (Reverse Stock) terlebih dahulu dengan rasio 10 : 1 atau 10 saham dengan nilai nominal lama menjadi 1 saham dengan nilai nominal baru. Dasar penetapan rasio reverse stock tersebut dilandasi oleh beberapa pertimbangan, salah satunya adalah hasil kajian nilai wajar saham Perseroan oleh KJPP.

Dengan demikian, masing-masing saham Seri A dan Seri B akan mengalami perubahan harga nominal, yaitu untuk saham Seri A dari semula Rp100,00 akan menjadi Rp1.000,00 dan Seri B dari semula Rp.18,00 akan menjadi Rp.180,00. Sesuai hasil valuasi penggabungan nilai saham tersebut, maka saham seri C yang akan diterbitkan oleh Perseoan bernilai nominal Rp50,00.

“Para pemegang saham seri A, seri B dan seri C nantinya akan memiliki hak dan kedudukan yang sama dan sederajat sesuai dengan peraturan pasar modal.” Jelas Direktur Bank Banten. Aksi korporasi Reverse stock tidak akan mempengaruhi dan tidak akan mengubah struktur permodalan dan pemegang saham.  Hal ini terefleksikan dari nilai modal ditempatkan dan disetor penuh tetap sama saat sebelum dan sesudah reverse stock yaitu  senilai Rp2,04 Triliun.

Sesuai persetujuan dan keputusan RUPS, Perseroan dapat menjalankan rangkaian Aksi Korporasi Reverse Stock untuk mendukung proses PUT VI. Sebelumnya DPRD Provinsi Banten telah mengesahkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Ke Dalam Modal Saham Perseroran Terbatas Banten Global Development untuk Pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten sebesar Rp1.551 Triliun.


“Perda APBD-Perubahan Tahun Anggaran 2020 telah ditetapkan, sehingga insya Allah realisasi penambahan permodalan Bank Banten dapat terlaksana dalam waktu dekat ini. Kami berharap selaras dengan permohonan yang telah disampaikan Perseroan kepada PT Banten Global Development selaku Pemegang Saham Pengendali, yang turut ditembuskan kepada Bapak Gubernur Banten, Bapak Ketua DPRD Banten, dan juga OJK, maka kami berharap pemindahbukuan dana dari RKUD Pemprov Banten ke Rekening Escrow Dana Setoran Modal melalui Rekening PT BGD dapat dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2020 mendatang.” Terang Kemal

Bank Banten telah berupaya optimal di tengah keterbatasan yang ada guna terus melakukan perbaikan kinerja keuangan. Untuk dapat mencapai titik impas operasional, maka hal yang diperlukan saat ini adalah tambahan permodalan. Hal tersebut sangat dibutuhkan untuk melakukan ekspansi  usaha dan mencapai skala ekonomi yang  diharapkan untuk dapat membukukan laba  operasional.” Lanjutnya.

Perseroan berharap kepada seluruh Pemegang Saham dapat mendukung kelancaran pelaksanaan rangkaian Aksi Korporasi. Sebab, ini merupakan langkah yang fundamental untuk penguatan permodalan Perseroan. “Kami tetap komitmen serta optimis bahwa rangkaian Aksi Korporasi ini dapat berjalan dengan baik demi kebaikan semua pemangku kepentingan.” Tutup Kemal.