Monday, August 2, 2021
Home Blog

Buat Bayar Utang , Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Jual Saham Treasury Ke Lief Holding Pte di Harga Rp1.225 Per Saham

0

EmitenNews.com – Produsen makanan siap saji Roti dengan brand Sari roti, PT Nippon  Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menyatakan telah menjual sebanyak 375.033.700 lembar saham Treasuri dengan harga Rp1.225 per lembar pagi ini kepada Lief Holding Pte Ltd, sebuah perusahaan investasi terdaftar di Singapura.

Berdasarkan keterangan ROTI yang dimuat  pada laman BEI, Senin (5/10) , disebutkan, bahwa total dana hasil penjualan saham tresuri itu sebesar Rp495,41 miliar. Rencana penggunaan dari hasil pengalihan tersebut akan digunakan untuk keperluan ekspansi usaha perseroan dalam rangka pengembangan pasar produk roti dan membayar utang jangka pendek sehingga mengurangi beban bunga perseroan,” tulis Sri Mulyana Corporate Secertary ROTI.

Dijelaskan, setelah pelepasan aksi korporasi itu, Lief Holding Pte Lte memegang sebanyak 6,06 persen saham perseroan, masyarakat 19,23 persen, Demeter Indo Invesment Pte Ltd sebesar 19,64 persen, Bonglight Invesment sebanyak 20,79 persen dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sebanyak 25,77 persen.

Dengan demikian, Lief Hodling Pte Ltd dan anak usahanya Bonlight Invesment memegang 26,85 persen, atau menjadi pemegang saham mayoritas.

Tapi, manajemen ROTI menyebutkan Lief Holding Pte Ltd bukan pemegang saham pengendali.

Juga dijelaskan, Lief Holding dan Bonglight Invesment merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Keluarga Yap dan Direktur Utama ROTI, Wendy Yap

EMITEN NEWS

Kunjungan wisman ke Kepri naik jadi 271 orang pada Juni

0
Kunjungan wisman ke Kepri naik jadi 271 orang pada Juni

Jumlah kunjungan wisman masih rendah akibat banyak negara membatasi warganya berkunjung ke negara lain, karena masih ada wabah COVID-19.

Tanjungpinang (ANTARA) – Badan Pusat Statistik  mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara  ke Provinsi Kepulauan Riau naik sebesar 2,26 persen menjadi 271 kunjungan pada Juni 2021 dibanding Mei 2021 yang  sebanyak 265 kunjungan.

Sementara itu jika dibandingkan Juni 2020 naik sebesar 179,38 persen.

 “Jumlah kunjungan wisman masih rendah akibat banyak negara membatasi warganya berkunjung ke negara lain, karena masih ada wabah COVID-19,” kata Kepala BPS Provinsi Kepri dalam siaran pers virtual di Tanjungpinang, Senin.

Baca juga: Belum membaik, BPS: Kunjungan wisman masih turun 10,04 persen

Agus menyebut peningkatan jumlah kunjungan wisman selama Juni 2021 sebagai naiknya jumlah kunjungan wisman yang berasal dari pintu masuk utama yang ada di Provinsi Kepri, yaitu Kota Batam naik sebesar 2,45 persen menjadi 251 kunjungan, dan Kabupaten Bintan masih tetap sama dibandingkan bulan Mei 2021 yakni sebanyak 20 kunjungan.

“Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun tidak terdapat kunjungan wisman karena kedua pintu itu masih ditutup,” ungkap Agus.

Secara kumulatif Januari-Juni 2021, kata Agus, jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri mencapai 1.646 kunjungan atau turun 99,59 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jumlah kunjungan wisman terbanyak pada Januari hingga Juni 2021 menurut pintu masuk, yaitu di Kota Batam sebanyak 1.476 kunjungan (89,67 persen), Kabupaten Bintan sebanyak 155 kunjungan (9,42 persen), dan Kabupaten Karimun sebanyak 15 kunjungan (0,91 persen).

“Untuk Kota Tanjungpinang tidak terdapat kunjungan wisman,” ujarnya.

Baca juga: Marwan Jafar sarankan empat strategi untuk dongkrak kunjungan wisman

Agus menyampaikan wisman berkebangsaan Singapura merupakan wisman yang paling banyak berkunjung ke Provinsi Kepri pada periode Januari hingga Juni 2021.

Selama Januari sampai Juni 2021, kunjungan wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 195 kunjungan atau sebesar 11,85 persen dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Provinsi Kepri.

Jumlah kunjungan terbanyak yang kedua adalah wisman berkebangsaan Malaysia sebesar 91 kunjungan atau 5,53 persen, ketiga adalah wisman berkebangsaan Australia yaitu sebanyak 15 kunjungan atau 1,09 persen.

Kemudian secara berturut-turut, jumlah kunjungan terbanyak setelah wisman berkebangsaan Singapura, Malaysia, dan Australia adalah India (0,91 persen), Tiongkok (0,85 persen), Filipina (0,91 persen), Inggris (0,85 persen), Perancis (0,36 persen), Amerika Serikat (0,30 persen), dan Jepang (0,12 persen).

“Kontribusi dari wisman sepuluh negara tersebut, yaitu 22,78 persen dari total seluruh kunjungan wisman selama bulan Januari-Juni 2021,” demikian Agus.

Pewarta: Ogen
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

https://www.antaranews.com/berita/2302630/kunjungan-wisman-ke-kepri-naik-jadi-271-orang-pada-juni

PLN Imbau Pelanggan Bayar Tagihan di Awal Bulan Agar Listrik Tak Diputus

0
PLN Imbau Pelanggan Bayar Tagihan di Awal Bulan Agar Listrik Tak Diputus

TEMPO.CO, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengimbau agar para pelanggan listrik pascabayar untuk membayar tagihan di awal bulan. Dengan begitu, pelanggan bisa lebih nyaman dalam menggunakan listrik karena terhindar dari insiden layanan listrik karena kelalaian pembayaran tagihan. 

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi, menyatakan, tatihan listrik biasanya akan keluar dan bisa diakses oleh pelanggan mulai tanggal 2 atau 3 tiap bulannya. Tagihan itu adalah hasil penggunaan listrik pada bulan sebelumnya.

“Meskipun dalam Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL), telah diatur bahwa batas waktu untuk pembayaran rekening listrik pascabayar adalah tanggal 20 setiap bulannya, namun kami mengimbau pelanggan untuk melakukan pembayaran di awal bulan,” kata Agung seperti dikutip dari siaran pers, Ahad, 1 Agustus 2021.

Untuk pelanggan listrik pascabayar, PLN menghitung tagihan listrik dengan cara mencatat dan mengecek fisik angka kWh meter yang terpasang di rumah pelanggan. Namun pelanggan juga bisa melakukan catat meter mandiri yang dikirim pelanggan melalui aplikasi PLN Mobile.

Pelanggan bisa melakukan catat meter mandiri melalui menu Catat Meter tanggal 24-27 per bulannya. “Sekarang pelanggan bisa melaporkan langsung angka penggunaan listrik di kWh meternya melalui aplikasi PLN Mobile. Selain lebih mudah, pelanggan juga bisa langsung mendapatkan estimasi tagihan listriknya,” ucap Agung.

Selain itu, pembayaran tagihan listrik juga dengan mudah dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile atau melalui bank yang bekerja sama dengan PLN, baik lewat internet banking maupun SMS banking. Pelanggan juga bisa membayar tagihan melalui marketplace, Kantor Pos, maupun gerai mini market.

Bila belum membayar tagihan hingga tanggal 20 bulan berikutnya, pelanggan PLN akan dikenakan denda biaya keterlambatan dalam tagihan selanjutnya. PLN juga akan menyampaikan pemberitahuan melalui aplikasi PLN Mobile jika tagihan rekening listrik sudah terbit dan mengingatkan agar pelanggan segera melakukan pembayaran.

Sesuai SPJBTL, berikut ini konsekuensi atas kelalaian;

  • Jika melewati batas waktu pembayaran, yaitu tanggal 20, maka PLN berhak untuk melakukan pemutusan sementara.
  • Jika 60 hari sejak dilakukan pemutusan sementara pelanggan belum melunasi tagihannya, maka PLN berhak melakukan pembongkaran rampung.
  • Bila setelah dilakukan pembongkaran rampung, pelanggan menginginkan sambungan listrik kembali maka pelanggan tetap harus melunasi tunggakannya dan diperlakukan sebagai permintaan sambungan baru.



https://bisnis.tempo.co/read/1490027/pln-imbau-pelanggan-bayar-tagihan-di-awal-bulan-agar-listrik-tak-diputus

Kinerja keuangan Bakrie & Brothers pertengahan 2021 membaik

0
Kinerja keuangan Bakrie & Brothers pertengahan 2021 membaik

Alhamdulillah hingga saat ini kami bisa terus menjaga pertumbuhan perusahaan dan melewati pasang-surutnya dunia usaha, berbekal resiliensi dari sektor-sektor usaha yang kami miliki

Jakarta (ANTARA) – Kinerja keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) pertengahan 2021 membaik terlihat nilai rugi bersih yang mencapai Rp43 miliar, angka ini jauh lebih rendah dibanding periode sama 2020 yang rugi bersih sebesar Rp121 miliar lebih.

“Alhamdulillah hingga saat ini kami bisa terus menjaga pertumbuhan perusahaan dan melewati pasang-surutnya dunia usaha, berbekal resiliensi dari sektor-sektor usaha yang kami miliki,” kata Presiden Direktur BNBR Anindya Bakrie melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan bahwa pilihan sektor bisnis yang ditekuni selama ini telah terbukti mampu membawa BNBR melewati berbagai macam krisis dan tantangan. Diakuinya pula pandemi yang berkepanjangan ini memang berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan namun, secara bertahap perusahaan dapat membalik kinerja negatif tersebut.

Dikatakan dalam menjalankan efisiensi perusahaan, beberapa cara kami tempuh termasuk langkah-langkah penghematan, penurunan biaya-biaya, hingga penjadwalan ulang pembayaran kewajiban.

Sementara itu, kata Anindya, pendapatan perusahaan sepanjang setengah tahun di 2021 ini berada di angka Rp1,038 triliun, turun sekitar 21 persen dibanding tahun lalu. Sejalan dengan itu,secara proporsional harga pokok penjualan/COGS juga mengalami penurunan sebesar 21 persen.

Selain mengendalikan COGS, BNBR juga berhasil melakukan efisiensi sebesar 27 persen pada beban usaha dibanding periode yang sama tahun lalu, yang menjadi indikasi positif atas upaya efisiensi yang dilakukan oleh Bakrie & Brothers.

Anindya juga mengatakan perusahaan kini merintis beberapa sektor usaha yang tergolong dalam bisnis baru yang berkelanjutan. Di antaranya Bakrie Autoparts, unit usaha BNBR yang bergerak di bidang komponen otomotif, yang tengah memasok unit bus listrik kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Transjakarta.

“Sebanyak 30 unit bus saat ini akan segera digunakan oleh pihak Transjakarta. Ke depan BNBR juga telah berkomitmen untuk menyediakan tambahan unit berikutnya, demi memenuhi target DKI Jakarta sebanyak 100 unit bus listrik di tahun ini,” katanya.

Dalam sektor industri energi baru dan terbarukan,perusahaan melalui anak usaha PT Bakrie Power belum lama ini menyepakati kerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam proyek pengadaan dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid di Desa Parak, Selayar, Sulsel.

BNBR melalui PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) yang berfokus pada industri teknologi informasi dan komunikasi/ICT dan penyediaan jasa pendukung infrastruktur IT, saat ini juga mulai berkiprah sebagai salah satu penyedia jasa IoT (Internet of Things) untuk industri mining, manufacturing and utilities.

Baca juga: Bakrie Brothers dukung Menhub gunakan mobil listrik

Baca juga: Bakrie Brothers: Bisnis di 2021 tetap optimistis

Baca juga: Anindya: Cadangan devisa capai rekor, ekonomi Indonesia segera pulih

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

https://www.antaranews.com/berita/2302318/kinerja-keuangan-bakrie-brothers-pertengahan-2021-membaik

Ketika PKL Pasang Merah Putih Sebagai Perlawanan pada Pandemi Corona

0

Ketika PKL Pasang Merah Putih Sebagai Perlawanan pada Pandemi Corona
Pedagang Kaki Lima atau PKL yang ada di Lamongan, Jawa Timur serentak mengibarkan bendera merah putih di masing-masing lapak mereka. Foto: Dok. Istimewa

Pandemi corona memukul berbagai sektor. Tak terkecuali para pedagang kecil yakni pedagang kaki lima atau PKL. Mereka melakukan perlawanan pada pandemi corona dengan memasang bendera merah putih.

Dalam siaran pers Pendam Brawijaya, Senin (2/8), PKL yang ada di Lamongan, Jawa Timur, serentak mengibarkan bendera merah putih di masing-masing lapak mereka.

Bahkan, sikap kooperatif ditunjukkan oleh para PKL pada petugas gabungan yang pada saat itu melintas di jalan Laras Liris.

PKL yang berada di lokasi itu ternyata membuktikan bahwa protokol kesehatan, sangat penting untuk dipatuhi.

"Menurut laporan yang saya terima, mereka sangat disiplin protokol kesehatan. Nah, adanya pengibaran bendera di awal bulan Agustus itu, sebagai simbol melawan pandemi," ujar Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono.

Tak ayal, aksi kooperatif para PKL itupun mendapat apresiasi dari semua pihak, terutama Kodim Lamongan. Sidik berharap, sikap kooperatif itu bisa dijadikan contoh oleh masyarakat.

"Sesuai anjuran Pemerintah, protokol kesehatan itu penting untuk dipatuhi. Itu mampu memutus rantai pandemi," pungkasnya.

https://kumparan.com/kumparannews/ketika-pkl-pasang-merah-putih-sebagai-perlawanan-pada-pandemi-corona-1wFm6Jvse4L

Emas Melonjak, Tambang Emas Peter Sondakh Keruk Cuan Besar

0
Emas Melonjak, Tambang Emas Peter Sondakh Keruk Cuan Besar

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pertambangan emas milik Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) resmi merilis laporan keuangan periode semester pertama tahun 2021 pada hari ini.

Saham pertambangan emas yang baru saja melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 28 Juni ini berhasil mencetak laba bersih sebesar US$ 32,58 juta atau setara dengan Rp 470,75 miliar (asumsi kurs Rp 14.450/US$) pada semester I-2021, naik 24% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 26,29 juta atau Rp 379,96 miliar.

Peningkatan laba bersih perseroan didorong oleh harga rata-rata penjualan emas yang lebih tinggi sebesar 9% dan penurunan biaya penambangan sebesar 16% dari US$ 3,35 per ton menjadi US$ 2,83 per ton.

Kenaikan laba bersih Archi juga didorong oleh peningkatan EBITDA perseroan, yakni meningkat 5% menjadi US$ 75,5 juta atau Rp 1,09 triliun jika dibandingkan pada semester pertama tahun 2020.

Perseroan juga mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar US$ 142,36 juta atau Rp 2,06 triliun pada semester I-2021, meningkat 9,4% dari periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 130.08 juta atau Rp 1,88 triliun.

Peningkatan pendapatan perseroan didukung oleh meningkatnya harga rata-rata penjualan emas pada semester I-2021 menjadi US$ 1.802 per ons dibandingkan dengan semester I tahun 2020 sebesar US$ 1.656 per ons.

“Kinerja keuangan Archi pada semester pertama tahun 2021 diuntungkan dari harga emas yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kami berharap keadaan akan jauh lebih baik pada tahun 2022 seiring dengan ekspansi pabrik pengolahan kami yang telah mencapai efisiensi penuh dan akan berdampak secara langsung terhadap kenaikan produksi emas.” kata Presiden Direktur Archi, Kenneth Ronald Kennedy Crichton dalam siaran pers-nya, dikutip CNBC Indonesia Senin (2/8/2021).

Saat ini, Archi tengah fokus untuk meningkatkan aktivitas eksplorasi pada Tambang Emas Toka Tindung, yang dioperasikan oleh Entitas Anak yang dimiliki sepenuhnya oleh Archi, yakni PT Meares Soputan Mining (PT MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (PT TTN).

Peningkatan aktivitas eksplorasi dilakukan di Koridor Timur dan Koridor Barat yang bertujuan untuk mempercepat penemuan Sumber Daya Mineral dan Cadangan Bijih yang baru dengan harapan dapat mencerminkan pertumbuhan sebesar 5% – 10% dari jumlah produksi emas pada tahun lalu.

Program eksplorasi yang sedang berjalan di lokasi cadangan emas Bima di Koridor Barat, yang berlokasi sekitar 15 km arah barat dari Pit Toka dan yang memiliki kadar emas tinggi, memperlihatkan hasil yang menjanjikan.

Dengan produksi emas yang telah tercatat sebesar 81,6 kilo ons pada semester pertama tahun ini, Perseroan berharap untuk mencapai produksi emas antara 138 kilo ons – 148 kilo ons pada semester kedua tahun 2021.

Sebagai informasi, produksi emas pada semester kedua tahun 2020 adalah sebesar 120 kilo ons, sehingga total produksi emas untuk tahun penuh 2021 menjadi 220 kilo ons – 230 kilo ons.

“Tim eksplorasi kami telah membuat kemajuan yang luar biasa di Koridor Timur dan Koridor Barat, dan kami mengantisipasi keberhasilan yang lebih jauh bedasarkan hasil awal menjanjikan yang telah kami terima. Kami juga senang dengan tingginya kadar bijih emas yang ditemukan dari hasil pengeboran di lokasi cadangan emas Bima di Koridor Barat, yang nantinya akan memberikan tambahan potensi cadangan emas baru bagi Archi di masa mendatang,” lanjut Kenneth dalam siaran pers-nya.

Perseroan berharap untuk dapat membiayai kebutuhan belanja modal seluruhnya dari kas masuk hasil aktivitas operasi.

Per 30 Juni 2021, posisi kas bersih, diluar kas yang dibatasi penggunaannya sebesar US$ 16,1 juta atau Rp 232,65 miliar, lebih rendah dari periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 sebesar US$ 40,2 juta atau Rp 580,89 miliar.

Hal ini disebabkan oleh kenaikan arus kas keluar yang signifikan untuk aktivitas investasi, terutamanya untuk penambahan aset tetap dan properti pertambangan.

Dari laporan neraca perseroan, total aset Archi pada periode tengah tahun 2021 naik 18,9% menjadi US$ 713,7 juta atau Rp 10,31 triliun, dari sebelumnya pada posisi akhir tahun 2020 sebesar US$ 600,24 juta atau Rp 8,67 triliun.

Sementara dari liabilitas perseroan pada semester I tahun 2021 naik 3,7% menjadi US$ 524,25 juta atau Rp 7,58 triliun, dari sebelumnya pada periode yang berakhir 31 Desember 2020 sebesar US$ 505,89 juta atau Rp 7,31 triliun.

Adapun dari equitas perseroan pada semester I-2021 juga naik sekitar 100% menjadi US$ 189,25 juta atau Rp 2,73 triliun, dari sebelumnya pada periode akhir tahun 2020 sebesar US$ 94,34 juta atau Rp 1,36 triliun.

Pada awal Juli 2021, perseroan telah membayarkan sebagian utang bank jangka panjang yang masih akan jatuh tempo pada tahun 2025, sebesar US$ 59,3 juta atau Rp 856,89 miliar dari dana hasil IPO.

Pembayaran sebagian utang bank jangka panjang ini menyebabkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) Archi saat ini adalah sebesar 1,7 kali, menurun signifikan dari 4,1 kali pada 31 Desember 2020.

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210802104839-17-265345/emas-melonjak-tambang-emas-peter-sondakh-keruk-cuan-besar

Cek 10 Kinerja Emiten di BEI, Laba HMSP & GGRM hingga Maybank

0
Cek 10 Kinerja Emiten di BEI, Laba HMSP & GGRM hingga Maybank

Jakarta, CNBC Indonesia – Laporan kinerja emiten untuk periode yang berakhir pada Juni 2021 ramai dilaporkan oleh emiten hingga akhir pekan lalu, Jumat (30/7/2021).

CNBC Indonesia telah merangkum 10 peristiwa emiten yang terjadi pada jelang penutupan pasar pekan lalu di akhir Juli, untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum perdagangan awal pekan yang sudah masuk Agustus, Senin (2/8/2021), dibuka.

1. Duh! Laba Bersih HM Sampoerna Semester I Drop 15% Jadi Rp 4 T

Emiten rokok, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat penurunan laba bersih sebesar 15,29% di sepanjang semester I-2021 menjadi senilai Rp 4,13 triliun, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,88 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, penurunan laba ini terjadi kendati pendapatan perusahaan tumbuh 6,47% YoY (year on year) menjadi Rp 47,62 triliun, bertambah dari posisi akhir Juni 2020 yang sebesar Rp 44,73 triliun.

Peningkatan penjualan ini ikut menambah beban pokok penjualan perusahaan menjadi Rp 38,79 triliun dari sebelumnya Rp 34,99 triliun.

2. Ngikut HMSP, Laba Gudang Garam Semester I juga Anjlok 39%

Emiten produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan penurunan laba bersih di tengah kenaikan penjualan sepanjang semester I tahun ini.

Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/7) ini, laba bersih Gudang Garam turun 39,53% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 2,31 triliun per akhir Juni 2021 dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 3,82 triliun.

Kendati laba bersih terkoreksi, pendapatan dan penjualan usaha mengalami kenaikan sebesar 12,92% dari posisi semester I 2020 mencapai Rp 53,65 triliun menjadi Rp 60,59 triliun pada periode yang sama tahun ini.

3. Cetak Laba Rp 1,3 T, Ciputra Mau Bagi-bagi Dividen Rp 158 M

Perusahaan pengembang properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membagikan dividen senilai Rp 157,5 miliar atas laba bersih perusahaan sepanjang 2020 lalu. Dengan demikian, maka pemegang saham CTRA akan menerima Rp 8,50/saham.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan yang digelar Kamis (29/7/2021) kemarin.

“Telah menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham total sebesar Rp 157,5 miliar, atau Rp 8,50 per saham. Dividen tunai ini sekitar 12% dari alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2020,” tulis keterangan resmi perusahaan, dikutip Jumat (30/7/2021).

4. Jasa Marga Masuk Charger Mobil Listrik, Lawan Pertamina-PLN?

Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui anak usahanya, PT Jasamarga Related Business (JMRB) sedang menjajaki studi terkait bisnis energi baru terbarukan (EBT), stasiun pengisian kendaraan listrik, energi efisiensi dan bisnis digital.

Perseroan sudah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan asal Korea Selatan, Verywords Co. Ltd untuk penjajakan kerja sama.

Direktur Bisnis Komersial PT JMRB Imad Zaky menyebut, penjajakan kerja sama ini sebagai salah satu upaya JMRB untuk turut berpartisipasi terhadap program pemerintah dalam keberlanjutan lingkungan yang sehat.

5. Pengumuman! BCA Putuskan Stock Split dengan Rasio 1:5

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5. Hal ini dilakukan mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

“Sebagai bagian dari anggota bursa, kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal tanah air, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split) guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam siaran pers yang disampaikan, Jumat (30/7/2021).

Dalam Rapat Direksi & Komisaris BCA PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada tanggal 29 Juli 2021 telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 (1 saham lama menjadi 5 saham baru).

NEXT: Cek Lapkeu Emiten Lainnya

https://www.cnbcindonesia.com/market/20210802074706-17-265280/cek-10-kinerja-emiten-di-bei-laba-hmsp-ggrm-hingga-maybank

Mau Stock Split, Terpantau Saham BCA Mulai Diborong Investor

0
Pengumuman! BCA Putuskan Stock Split dengan Rasio 1:5

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten perbankan yang dikuasai Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat ke zona hijau pada awal perdagangan pagi ini, Senin (2/8/2021). Penguatan ini terjadi di tengah kabar BCA akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.11 WIB, saham BBCA menguat 0,50% ke 30.000/saham dengan nilai transaksi Rp 86,49 miliar. Pagi ini, saham BBCA berada di posisi ketiga saham dengan nilai transaksi tertinggi. Adapun volume perdagangan mencapai 2,91 juta saham.

Namun, di tengah penguatan harga saham BBCA, investor asing malah melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 25,93 miliar, menjadikan saham ini sebagai saham yang paling banyak dilego asing. Sementara dalam sebulan terakhir, asing sudah melakukan net sell sebesar Rp 263,56 miliar di pasar reguler.

Kendati menguat, saham BBCA masih terkoreksi 0,08% dalam sepekan, sementara turun 1,72% dalam sebulan. Secara year to date (ytd) saham emiten yang melantai di bursa sejak 31 Mei 2020 ini juga merosot 11,45%.

Pada Jumat (30/7) pekan lalu, manajemen BCA mengumumkan akan akan melakukan stock split saham. Tujuan stock split dilakukan dengan mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di BEI.

“Sebagai bagian dari anggota bursa, kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal tanah air, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split) guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam siaran pers yang disampaikan, Jumat (30/7/2021).

Rapat Direksi dan Komisaris BCA pada 29 Juli 2021 juga telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 (1 saham lama menjadi 5 saham baru).

Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp 62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp 12,5.

“Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri.” kata Jahja.

Proses stock split akan mengikuti ketentuan yang berlaku dan membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 23 September 2021.

Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, BCA akan berkoordinasi dengan BEI untuk memproses stock split yang diperkirakan akan terjadi pada Oktober 2021.

Tercatat pada penutupan perdagangan akhir Juli, saham BBCA terhenti di angka Rp Rp 29.850/saham, yang artinya investor harus menggelontorkan dana sebesar Rp 2,9 juta untuk membeli 1 lot (100 unit) saham BBCA.

Nantinya pasca-stock split, BBCA akan diperdagangkan di harga sekitar Rp 5.950/unit karena pembulatan ke bawah dari Rp 5.970/saham. Ini artinya investor hanya perlu merogoh kocek sebanyak Rp 597.000 untung membeli 100 saham BBCA.

Dengan demikian, harga saham BBCA juga akan bersaing dengan harga big four bank lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang diperdagangkan di kisaran Rp 3.710/saham, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk BMR) di harga Rp 5.700/saham, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) di harga Rp 4.780/saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210802091746-17-265302/mau-stock-split-terpantau-saham-bca-mulai-diborong-investor

Bikin Kaget! Ini Rasio Stock Split BCA, Lippo Jual LINK ke XL

0
Bikin Kaget! Ini Rasio Stock Split BCA, Lippo Jual LINK ke XL

Jakarta, CNBC Indonesia – Akhir pekan lalu jelang pergantian bulan, dua aksi korporasi menyita perhatian publik pasar modal terutama setelah perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pukul 15.00 WIB, Jumat (30/7/2021).

Saat itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup minus 0,83% di 6,070, dengan nilai transaksi Rp 15,42 triliun dengan volume perdagangan 22,86 miliar saham.

Kedua aksi korporasi tersebut yakni pertama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5 dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang akan membeli saham terbesar PT Link Net Tbk (LINK) dari Grup Lippo.

Untuk BCA, tujuan stock split dilakukan dengan mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di BEI.

“Sebagai bagian dari anggota bursa, kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal tanah air, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split) guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam siaran pers yang disampaikan, Jumat (30/7/2021).

Rapat Direksi dan Komisaris BCA pada 29 Juli 2021 juga telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 (1 saham lama menjadi 5 saham baru).

Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp 62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp 12,5.

“Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri.” kata Jahja.

Proses stock split akan mengikuti ketentuan yang berlaku dan membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 23 September 2021.

Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, BCA akan berkoordinasi dengan BEI untuk memproses stock split yang diperkirakan akan terjadi pada Oktober 2021.

Tercatat pada penutupan perdagangan akhir Juli, saham BBCA terhenti di angka Rp Rp 29.850/saham, yang artinya investor harus menggelontorkan dana sebesar Rp 2,9 juta untuk membeli 1 lot (100 unit) saham BBCA.

Nantinya pasca-stock split, BBCA akan diperdagangkan di harga sekitar Rp 5.950/unit karena pembulatan ke bawah dari Rp 5.970/saham. Ini artinya investor hanya perlu merogoh kocek sebanyak Rp 597.000 untung membeli 100 saham BBCA.

Dengan demikianm harga BBCA juga akan bersaing dengan harga big four bank lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang diperdagangkan di kisaran Rp 3.710/saham, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk BMR) di harga Rp 5.700/saham, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) di harga Rp 4.780/saham.

Data BEI mencatat, Jumat lalu (30/7), saham bank Grup Djarum ini ditutup turun 1,16% di Rp 29.850/saham.

Dalam sepekan terakhir saham BBCA turun 1,08%, sebulan terakhir juga turun 0,91% dan year to date masih minus 11,82% dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI Rp 736 triliun. Saham BBCA diperdagangkan dengan PBV (price to book value, rasio harga terhadap nilai buku) 3,93 kali dan PER (price to earnings ratio, rasio harga terhadap laba) 25,46 kali.

EXCL

Adapun manajemen PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyatakan akan mengakuisisi 66,03% saham Link Net yang akan dilepas oleh pemegang saham sebelumnya, termasuk Grup Lippo.

Setelah transaksi jual beli ini dilakukan, maka sebagai pemegang saham pengendali baru, XL akan melakukan penawaran tender wajib kepada pemegang saham lainnya.

Saat ini XL tengah melakukan negosiasi mengenai rencana transaksi tersebut. Perusahaan telah menandatangani term sheet yang belum mengikat untuk mengambilalih 1.816.735.484 (66,03%) saham LINK dari pemegang saham sebelumnya.

Pengambilalihan saham ini dilakukan dalam rangka pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan perusahaan.

Tidak disebutkan berapa harga per saham yang akan ditebus, tetapi dengan asumsi harga rata-rata LINK pada Jumat (30/7) di Rp 4.588/saham, maka pembelian berpotensi bisa saja mencapai level Rp 8 triliun.

“Tujuan rencana pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha dan memperluas jaringan usaha serta untuk memperkuat posisi bisnis XL dan Axiata di bidang penyediaan jasa telekomunikasi kepada para pelanggan,” tulis manajemen EXCL dalam laporan keterbukaan informasi BEI tersebut, Jumat (30/7/2021).

Sebelumnya diberitakan bahwa pemegang saham mayoritas Link Net memang berniat untuk melepas kepemilikannya. Pemegang saham yang dimaksud adalah Grup Lippo melalui PT First Media Tbk (KBLV) dan perusahaan private equity global CVC Capital Partners via Asia Link Dewa Pte.

“Saat ini, LINK sedang dalam tahap advance merger and acquisition atau M&A dengan buyer,” kata Marlo Budiman, EO dan Presiden Direktur Link Net, kepada CNBC Indonesia, Rabu (7/7/2021).

Marlo menegaskan, calon pembeli potensial tersebut masih di kawasan Asia Tenggara, meski ia belum bisa merinci nama lebih lanjut. Jumlah calon investor ini berubah dari tahun lalu saat Marlo menyatakan ada empat calon investor strategis.

Menurut Marlo, pertimbangan pelepasan saham ini adalah keinginan dari pemegang saham.

Kepemilikan saham Link Net oleh CVC (Asia Link Dewa) adalah sebesar 36,99%, sementara kepemilikan saham Link Net oleh First Media adalah 29,04%.

Data BEI mencatat, saham EXCL ditutup naik 5,91% di Rp 2.690/saham pada Jumat lalu (30/7). Saham EXCL naik 9,8% sepekan dan sebulan terakhir naik tipis 1,8%. Year to date saham emiten telco milik Axiata Berhad Malaysia ini turun 1,47%. 

Sementara saham LINK ditutup naik 1,55% di Rp 4.600/saham. Sepekan sahamnya melesat 9% dan sebulan juga naik 6%. Year to date saham LINK melejit 91%.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)



https://www.cnbcindonesia.com/market/20210801214554-17-265258/bikin-kaget-ini-rasio-stock-split-bca-lippo-jual-link-ke-xl

Cdm Indonesia optimistis dapat tambahan medali di laga pemungkas besok

0
Cdm Indonesia optimistis dapat tambahan medali di laga pemungkas besok
Jakarta (ANTARA) – Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan P. Roeslani, mengaku optimistis kontingen Merah Putih dapat menambah perolehan medali saat tampil dalam lanjutan pesta olahraga hari Senin (2/8) besok.

Pada Senin (2/8), atlet-atlet Indonesia akan tampil dalam tiga nomor dari dua cabang olahraga yang memperebutkan raihan medali dan Rosan yakin penampilan mereka bakal mampu mendongkrak peringkat Indonesia di klasemen perolehan medali.

“Harapan medali emas kita di bulu tangkis pada sektor ganda putri. Semoga besok hasilnya baik sehingga bisa menaikkan peringkat sesuai arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga,” kata Rosan, dalam siaran pers Komite Olimpiade Indonesia, Minggu.

Baca juga: Cara main Greysia-Apriyani pelihara asa Indonesia raih emas Tokyo 2020

Baca juga: Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sejarah baru bulu tangkis Indonesia

Pebulu tangkis ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan melawan pasangan nomor dua dunia asal China Qing Chen Chen/Yi Fan Jia pada laga perebutan medali emas di Musashino Forest Sport Plaza pukul 11.50 WIB.

Selain ganda putri, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting juga akan berjuang memperebutkan medali perunggu dengan menghadapi wakil Guatemala Kevin Cordon pukul 18.00 WIB.

Anthony gagal melaju ke final seusai kandas di tangan peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro Chen Long 16-12, 11-21.

“Anthony sudah berjuang, meski hasilnya belum maksimal. Tapi, kita tahu bahwa Anthony sudah bemain dengan maksimal di semifinal tadi,” ucap Rosan.

Baca juga: Kerja keras Ginting dipatahkan Chen Long di semifinal Tokyo 2020

Baca juga: Ginting berharap menangi medali perunggu dari Olimpiade perdana

Sementara itu, lifter Nurul Akmal akan tampil di Grup A kelas +87kg di Tokyo Internasional Forum pukul 17.50 WIB. Terkait peluang medali di kelas +87kg, Rosan yang juga merupakan ketua PB PABSI itu mengaku tak ingin takabur soal hasil.

“Persaingan di kelas Nurul terbilang ketat karena tidak ada pembatasan berat badan, yang penting lebih dari 87 kg. Kalau dilihat, postur Akmal paling kecil. Jadi tantangannya cukup berat untuk meraih medali dari kelas ini,” tuturnya.

Indonesia saat ini berada di posisi ke-57 klasemen sementara perolehan medali Olimpiade Tokyo dengan raihan satu medali perak dan dua perunggu.

Kontingen Indonesia berangkat ke Tokyo dibebani target peringkat ke-40 klasemen akhir perolehan medali oleh pemerintah, naik dari posisi ke-46 di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Baca juga: (Round Up) Ginting tersingkir di semifinal, berpeluang rebut perunggu

Baca juga: Menpora berpesan agar Greysia/Apriyani bermain tanpa beban di final

Baca juga: Klasemen medali Olimpiade: China tetap di puncak, Amerika salip Jepang

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

https://www.antaranews.com/berita/2301178/cdm-indonesia-optimistis-dapat-tambahan-medali-di-laga-pemungkas-besok

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

0
BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia
Jakarta (ANTARA) – Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika (BMKG), Herizal.

“Di wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena cuaca yang dikenal dengan gelombang panas tersebut. Yang terjadi di wilayah Indonesia adalah kondisi suhu panas harian,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Ahad.

Herizal mengatakan Badan Meteorologi Dunia melaporkan kejadian gelombang panas di wilayah Amerika Utara yang memecahkan beberapa rekor suhu tertinggi, seperti di wilayah British Columbia Kanada setinggi 49,6 derajat Celcius dan 47,7 derajat Celcius di Phoenix Arizona pada pertengahan bulan Juni 2021 telah berdampak luas pada kehidupan manusia maupun ekosistem.

Baca juga: BMKG tegaskan suhu panas Indonesia bukan dari “Heatwave”

Baca juga: BMKG sebut Indonesia bukan dilanda gelombang panas tapi suhu panas

Pada pekan pertama Agustus 2021, kata Herizal, sedang berlangsung kejadian gelombang panas di Eropa yang diprediksi bisa mencapai suhu 40 hingga 45 derajat Celcius di wilayah Eropa Selatan.

Gelombang panas atau dikenal dengan “heatwave” merupakan fenomena cuaca dimana suhu udara panas terjadi lebih tinggi 5 derajat Celcius dari rata-rata suhu maksimum harian di wilayah setempat, dan berlangsung selama lima hari atau lebih secara berturut-turut.

Herizal mengatakan fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Amerika, Eropa dan Australia, dan terjadi pada wilayah yang memiliki massa daratan yang luas.

Secara dinamika atmosfer, kata Herizal, situasi itu dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah yang disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak pada wilayah yang luas, misalnya saat terbentuknya sistem tekanan tinggi dalam skala yang luas dan bertahan cukup lama.

“Secara geografis, wilayah Indonesia berada di wilayah ekuatorial, sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi,” katanya.

Selain itu, kata Herizal, wilayah Indonesia juga memiliki karakteristik perubahan cuaca yang cepat. “Dengan perbedaan karakteristik dinamika atmosfer tersebut, dapat dikatakan bahwa wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena cuaca yang dikenal dengan gelombang panas,” katanya.

Baca juga: Hoaks, gelombang panas ekstrem landa Indonesia hingga tiga hari ke depan

Ia mengatakan umumnya gelombang panas terjadi di wilayah tropis, yang disebabkan oleh kondisi cuaca cerah pada siang hari dan relatif menguat pada saat posisi semu matahari berada di sekitar ekuatorial.

Berdasarkan siklus tahunan, kata Herizal, posisi semu matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU) pada Maret sampai pertengahan September.

“Pada periode ini angin timuran yang identik dengan musim kemarau terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” katanya.

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum pada 30 Juli 2021 tercatat antara 24,0-35,5 derajat Celcius. “Suhu maksimum sekitar 24 derajat Celcius terjadi di bagian tengah Papua dan maksimum mencapai 35,5 derajat Celcius terjadi di Kalimarau, Berau,” katanya.

Kondisi suhu maksimum dengan kisaran tersebut, menurut Herizal, masih berada pada kondisi normal, dimana perubahan suhu maksimum harian masih dapat terjadi dalam skala waktu harian bergantung pada kondisi cuaca atau awan di suatu wilayah.

Baca juga: Hampir 400 orang meninggal di Belanda karena gelombang panas

Baca juga: Gerak semu matahari pemicu suhu panas

Sampai akhir Juli 2021, sebagian besar wilayah Indonesia atau lebih dari 73 persen zona musim berada pada musim kemarau. “Walaupun hujan secara sporadis masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah, secara umum situasi awan akan cukup rendah pada siang hari.

Herizal mengimbau masyarakat tetap mengantisipasi perubahan cuaca dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan diri, keluarga, serta lingkungan.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

https://www.antaranews.com/berita/2300878/bmkg-fenomena-gelombang-panas-tidak-terjadi-di-indonesia