Home Blog Page 2

Labuhkan Inovasi di Dunia Pendidikan, bank bjb Hadirkan Kampus NgaDIGI

0

MAJALENGKA – Pandemi COVID-19 telah sedemikian rupa mengubah wajah dunia pendidikan di tanah air. Pembelajaran konvensional tatap muka beralih rupa menjadi model belajar online dengan pemanfaatan teknologi ponsel pintar. Digitalisasi tak hanya terjadi dalam bentuk pembelajaran. Aspek-aspek penunjang operasional akademik juga menyesuaikan diri, termasuk pembayaran iuran pendidikan yang diarahkan untuk memanfaatkan perangkat digital.

Situasi pandemi yang menjadi momentum untuk bertransformasi membuka ruang bagi insan-insan akademik untuk turut serta memerankan diri sebagai agen bagi difusi inovasi. bank bjb sebagai agen penggerak turut serta dalam mendorong hiruk-pikuk transformasi digital di dunia pendidikan ini.

Salah satu bentuk dorongan transformasi digital pada dunia pendidikan ini dilakukan bank bjb melalui program Kampus NgaDIGI. Dengan menjalankan peran sebagai lembaga keuangan nasional, bank bjb menyediakan layanan finansial dalam bentuk fasilitas pembayaran iuran kuliah secara digital.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan Kampus NgaDIGI merupakan aktivitas yang bertujuan untuk dapat memudahkan para mahasiswa agar dapat menikmati kemudahan pembayaran layanan pendidikan dan layanan lainnya tanpa harus melakukan kontak fisik. Dengan Kampus NgaDIGI, mahasiswa didorong melakukan pembayaran iuran pendidikan secara digital tanpa harus membawa uang tunai (cashless).

Layanan ini diresmikan dalam launching Kampus NgaDIGI yang disiarkan langsung di virtual meetings dan akun media sosial (YouTube) Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon pada Rabu (4/10/2020). Peluncuran layanan ini juga turut diisi oleh webinar bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Digitalisasi Sistem Pembayaran di Lingkungan Kampus & Digitalisasi UMKM”.

“Dengan kesamaan tugas dan peran sebagai agen penggerak dan perubahan, bank bjb turut serta mengajak para mahasiswa untuk menjadi bagian dari perubahan dengan mendorong pemanfaatan teknologi digital khususnya dalam lingkup dunia pendidikan maupun dalam berbagai lini kehidupan secara keseluruhan. Inovasi merupakan sesuatu yang niscaya mesti dilakukan demi menjawab tantangan perubahan zaman yang senantiasa mengharuskan setiap generasi untuk terus beradaptasi,” kata Widi.

Fasilitas pembayaran cashless ini telah diterapkan di kampus-kampus di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning). Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon bekerja sama dengan bank bjb dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka serta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka telah melakukan pengaplikasian QRIS pada lingkungan universitas. bank bjb juga turut aktif melakukan pengaplikasian QRIS di dalam lingkungan kampus, dan sekitarnya sebagai wujud implementasi atas dukungan gerakan cashless society.

Dalam praktiknya, pembayaran layanan pendidikan dapat dilakukan mahasiswa dengan dengan melakukan pemindaian kode QRIS yang disediakan oleh pihak kampus. Mahasiswa dapat melakukan pemindaian QRIS melalui QR Payment pada aplikasi mobile banking bjb DIGI, bjb DigiCash atau uang elektronik lainnya.

“Dengan adanya program Kampus NgaDIGI ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sektor pendidikan wilayah Ciayumajakuning, serta dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menerapkan pembayaran secara nontunai dan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Kabupaten Majalengka,” ujar Widi.

DIVISI CORPORATE SECRETARY

bank bjb

Miliaran Rupiah untuk Antisipasi dan Cegah Covid-19

0

PT TIMAH Tbk telah mengucurkan dana sebesar Rp 17 miliar untuk mencegah dan menangani pandemi covid-19 di lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Bantuan ini disalurkan ke seluruh wilayah operasional perusahaan yakni di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau.
Menyadari penanganan covid-19 harus dilakukan secara terstruktur mengingat pandemi ini berlangsung dalam jangka panjang, PT Timah menyalurkan batuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi terkini sesuai perkembangan.
Bantuan yang disalurkan, diantaranya ialah 30 ribu paket sembako yang pemebeliannya di Toko Kelontong masyarakat di wilayah operasional dan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di lokasi pembagian sembako. Pembelian di toko kelontong sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
PT Timah juga menyalurkan bantuan 30 ribu masker kain yang diproduksi oleh 29 UMKM di wilayah operasional perusahaan. Pelibatan UMKM ini bertujuan untuk menjaga dan melindungi usaha para pelaku UMKM di masa pandemi covid-19. Selain membagikan masker kain juga turut menyalurkan 12.980 lembar masker N95 dan 100.352 lembar masker 3 ply.
TINS juga menyalurkan 300 unit westafel portable, yang juga dikerjakan oleh UMKM. Membagikan 18.1515 botol handsanitizer, 8.851 paket APD ke rumah sakit, 8.851 liter disinfektan, serta mengadakan dua unit ventilator dan tiga unit X-ray portable untuk penanganan covid-19.
“PT Timah melalui anak usahanya RSBT juga mengadakan ruang isolasi yang dilengkapi dengan negative pressure, serta pengadaan laboratorium PCR untuk menangani pandemi ini. Melalui dana CSR kita telah mengucurkan sekitar Rp17 miliar untuk penanganan covid-19,” kata Direktur Utama Mochtar Riza Pahlevi.
Riza menambahkan, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan 3000 set rapid test ke Gugus Tugas Provinsi Babel, 520 set ke Gugus Tugas Tanjungpandan, dan 320 set ke Gugus Tugas Belitung Timur.
“Secara internal kita juga telah melakukan rapid test kepada 6.199 karyawan dan swab test sebanyak 566 karyawan dan outsourcing. Kita juga melakukan rapid test kepada karyawan mitra sebnayak 420 orang dan swab test 96 orang,” katanya.
Riza mengatakan, PT Timah terus berupaya bersinergi dengan berbagai pihak untuk menangani pandemi ini dan mempersiapkan untuk menerapkan new normal. PT Timah juga berupaya untuk menggerakkan ekonomi kemasyarakatan dengan melibatkan UMKM.
“Kita harus beradaptasi dengan new normal dan tentunya ini perlu kerjasama dengan semua pihak, kita juga harus tetap menggerakkan ekonomi masyarakat, salah satu cara PT Timah untuk menggerakkan ekonomi dengan memberdayakan UMKM,” katanya.
Rektor Universitas Bangka Belitung, Ibrahim menyampaikan aparesiasinya kepada PT Timah yang telah konsisten membantu penanganan covid-19 khususnya di Babel. Hal ini disampaikannya dalam dialog ringan bersama akademisi Babel, dan Forkompinda, dengan tema ‘Kebijakan Ekonomi Kreatif di Masa covid-19 di Aula Rektorat UBB, Senin (6/7/2020).
“Kita mengapresiasi PT Timah yang selama ini telah konsisten dalam penanganan covid-19, dan kita berharap ini akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat termasuk memberdayakan UMKM,” katanya.*

Kanal Berita SEA Today Siap Membawa Kabar Baik Indonesia Mendunia

0
SEA Today
Menteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10).

Jakarta, 28 Oktober 2020 – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio melakukan soft launching dan menyaksikan penayangan perdana kanal berita berbahasa Inggris, Southeast Asia Today atau SEA Today di Jakarta (28/10). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Komisaris Utama Telkom Rhenald Kasali dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Ririek Adriansyah beserta jajaran. SEA Today merupakan kanal berita dengan target audiens publik internasional, yang dikelola oleh PT Metra Digital Media (MDM) selaku anak usaha Telkom yang bergerak di bidang digital content media.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi dukungan Telkom melalui kehadiran SEA Today. “Sudah saatnya kita sampaikan berita yang benar mengenai Indonesia kepada dunia. Sudah saatnya kita dipandang dunia. Sudah saatnya kita bangkit, seperti para pemuda yang bangkit menyatukan Indonesia di 28 Oktober 1928,” ungkapnya. Erick Thohir mengaku, selama ini informasi positif tentang Indonesia masih kurang tersampaikan, sehingga persepsi dunia internasional menjadi kurang baik.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. “SEA Today ini dapat menjadi sarana baru untuk memperkuat komunikasi publik mengenai Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia ke khalayak internasional. Diharapkan kanal ini dapat menjadi perpanjangan info mengenai potensi alam, budaya dan ekonomi kreatif yang dapat menarik minat wisatawan hingga investor asing. Tantangannya ke depan adalah bagaimana kita mengemas materi tersebut menjadi sebuah konten komunikasi yang menarik untuk disampaikan,” ujar Wishnutama.

SEA Today disiarkan melalui berbagai kanal digital, seperti TV Interaktif IndiHome, aplikasi UseeTV GO, website UseeTV.com, aplikasi Maxstream, aplikasi SEA Today, YouTube SEA Today News dan website www.seatoday.com. Tayangan perdana yang disiarkan secara langsung adalah SEA Morning Show, yang hadir setiap hari pukul 06.00 – 09.00 WIB. Disajikan berbahasa Inggris, SEA Morning Show membuka pagi dengan peristiwa terkini, laporan langsung dari tempat kejadian, talkshow, performance & features dari Indonesia, Asia Tenggara dan dunia.

“SEA Today merupakan bagian dari upaya TelkomGroup melalui anak usahanya, MD Media dalam melakukan ekspansi bisnis khususnya digital content provider. Semoga SEA Today dapat menjadi kanal yang membawa nama Indonesia mendunia, memberikan berita yang bukan hanya cepat, tetapi juga tepat dan akurat,” jelas Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah.

SEA Today direncanakan akan didistribusikan ke mancanegara melalui kemitraan dengan media internasional di 10 negara, beberapa di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Korea Selatan. Ke depannya, Telkom membuka peluang kerja sama dengan content provider demi memperkaya dan meningkatkan kualitas konten, termasuk juga media partner untuk memperluas jangkauan.

Kehadiran SEA Today diharapkan dapat menjadi media baru untuk menampilkan citra positif Indonesia serta membuka mata dunia akan potensi dan prestasi, baik dari sisi kekayaan alam, masyarakat maupun budaya, serta peluang peningkatan investasi. Semoga hal ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan berbagai industri di Indonesia dan perekonomian nasional.

ANTAM Mencatatkan Pertumbuhan Kinerja Positif Pada Periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2020

0

ANTAM Terus Melakukan Inovasi Dalam Bidang Produksi Dan Penjualan Dengan Fokus Pada Peningkatan Nilai Tambah Produk, Optimalisasi Tingkat Produksi dan Penjualan serta Implementasi Kebijakan Strategis Terkait Pengelolaan Biaya yang Tepat dan Efisien.

ANTAM Membukukan Tingkat Penjualan Sepanjang Periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2020 (Januari-September 2020, 9M20) Sebesar Rp18,04 Triliun. Pada Triwulan Ketiga Tahun 2020 (Juli-September 2020, 3Q20) Penjualan ANTAM Tercatat Sebesar Rp8,81 Triliun, Tumbuh Signifikan Sebesar 119% Dibandingkan Penjualan Pada Triwulan Kedua Tahun 2020 (April-Juni 2020, 2Q20) Sebesar Rp4,02 Triliun.

Capaian Laba Kotor ANTAM Pada 9M20 Sebesar Rp2,90 Triliun. Kontribusi Laba Kotor Pada 3Q20 Tercatat Rp1,59 Triliun, Tumbuh 114% Dibandingkan Laba Kotor ANTAM Pada 2Q20 Sebesar Rp747,23 Miliar.

Pada 9M20 Laba Usaha ANTAM Tercatat Sebesar Rp1,44 Triliun, Naik 16% Dibandingkan Laba Usaha Periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2019 (Januari-September 2019, 9M19) Sebesar Rp1,24 Triliun. Kontribusi Laba Usaha Pada 3Q20 Tercatat Rp988,97 Miliar, Naik Signifikan Sebesar 215% Dari Laba Usaha 2Q20 Sebesar Rp313,90 Miliar.

Pertumbuhan Kinerja Produksi dan Penjualan Positif Pada 9M20 Serta Pengelolaan Tingkat Biaya Optimal Mendukung Capaian Laba Tahun Berjalan ANTAM Sebesar Rp835,77 Miliar, Tumbuh 30% Dibandingkan Laba Tahun Berjalan 9M19 Sebesar Rp641,51 Miliar. Sepanjang 3Q20, Laba Tahun Berjalan ANTAM Mencapai Rp750,95 Miliar, Naik 105% Dari Laba Tahun Berjalan Periode 2Q20 Sebesar Rp366,66 Miliar

Jakarta, 27 Oktober 2020 – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM; IDX: ANTM; ASX: ATM) mengumumkan pertumbuhan kinerja Keuangan Perusahaan yang signifikan sepanjang periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2020 (9M20) (unaudited). Capaian pertumbuhan kinerja positif tersebut tidak terlepas dari upaya ANTAM untuk terus melakukan inovasi dalam bidang produksi dan penjualan dengan fokus pada peningkatan nilai tambah produk, optimalisasi tingkat produksi dan penjualan serta implementasi kebijakan strategis terkait pengelolaan biaya yang tepat dan efisien.      

Di tengah volatilitas kondisi perekonomian global serta kondisi new normal pandemi Covid-19, ANTAM dapat menjaga kesinambungan produksi dan pertumbuhan penjualan melalui penerapan protokol kesehatan yang tepat dan konsisten, sehingga performa profitabilitas ANTAM terjaga tetap solid. Performa tersebut tercermin dari capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada 9M20 sebesar Rp2,14 triliun. Tercatat pertumbuhan EBITDA pada triwulan ketiga tahun 2020 (3Q20) mencapai Rp1,32 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan capaian EBITDA pada triwulan kedua tahun 2020 (2Q20) sebesar Rp794 miliar. Performa solid tersebut terutama didukung oleh kesetabilan kinerja operasi dan peningkatan penjualan komoditas utama ANTAM serta penerapan strategi efisiensi biaya yang tepat, berujung pada tercapainya tingkat biaya tunai operasi ANTAM yang optimal.      

Pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada 9M20 tercermin pada capaian laba kotor Perusahaan sebesar Rp2,90 triliun. Kontribusi laba kotor pada 3Q20 tercatat sebesar Rp1,59 triliun, tumbuh 114% dari tingkat laba kotor 2Q20 sebesar Rp747,23 miliar. Pertumbuhan tingkat penjualan serta pengelolaan biaya beban pokok penjualan dan usaha yang optimal, mendukung pencapaian laba usaha ANTAM pada 9M20 sebesar Rp1,44 triliun, naik 16% dibandingkan laba usaha pada periode Sembilan bulan pertama tahun 2019 (9M19) sebesar Rp1,24 triliun. Pada periode 3Q20, laba usaha ANTAM tercatat sebesar Rp988,97 miliar, tumbuh signifikan sebesar 215% dari laba usaha 2Q20 sebesar Rp313,90 miliar.   

Pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha mendukung capaian laba bersih ANTAM pada periode 3Q20 sebesar Rp750,95 miliar, tumbuh signifikan mencapai 105% dari capaian laba bersih pada periode 2Q20 sebesar Rp366,66 miliar. Secara akumulatif, ANTAM membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp835,77 miliar pada periode 9M20, tumbuh 30% dari laba tahun berjalan periode 9M19 sebesar Rp641,51 miliar.

Implementasi strategi operasional yang tepat mendukung pertumbuhan profitabilitas seluruh segmen operasi utama ANTAM yang berbasis pada komoditas nikel, emas dan bauksit. Hal tersebut tercermin pada posisi arus kas bersih ANTAM yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 3Q20 sebesar Rp991,81 miliar, tumbuh signifikan lebih dari 800% dibandingkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 2Q20 sebesar Rp106,83 miliar. Secara akumulatif, ANTAM mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 9M20 sebesar Rp1,12 triliun. Dengan tingkat posisi kas dan setara kas sebesar Rp3,67 triliun (9M20), ANTAM memiiki posisi keuangan yang solid untuk mendukung kesinambungan operasi dan pengembangan Perusahaan.

Pada Laporan Keuangan ANTAM yang berakhir pada tanggal 30 September 2019, Perusahaan melakukan penyajian kembali terhadap laporan keuangan konsolidasian terutama terkait dengan pencatatan akuntansi ekuitas atas investasi dalam mata uang asing, aset tidak lancar, kapitalisasi atas pengeluaran tertentu, persediaan, provisi atas pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup dan akun perpajakan tertentu. Selain itu dilakukan reklasifikasi pada akun-akun tertentu untuk menyesuaikan dengan penyajian Laporan Keuangan audited di tahun 2019.

Kinerja Produksi & Penjualan Komoditas Utama yang Solid Selama Periode 9M20

Nilai penjualan bersih ANTAM sepanjang periode akumulatif 9M20 tercatat sebesar Rp18,04 triliun. Kontribusi penjualan bersih pada periode 3Q20 tercatat Rp8,81 trilun. Capaian tersebut tumbuh signifikan sebesar 119% dibandingkan tingkat penjualan periode 2Q20 sebesar Rp4,02 triliun.   

Pada 9M20, produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan kontribusi 72% terhadap total penjualan ANTAM dengan nilai penjualan sebesar Rp12,98 triliun. ANTAM mencatatkan pertumbuhan pendapatan dari penjualan emas pada 3Q20 dengan capaian nilai penjualan emas sebesar Rp6,58 triliun, tumbuh 170% dibandingkan nilai penjualan emas periode 2Q20 sebesar Rp2,43 triliun. Pertumbuhan nilai penjualan tersebut sejalan dengan peningkatan volume penjualan emas ANTAM di tengah apresiasi positif tingkat permintaan emas di pasar dalam negeri serta didukung terjaganya tingkat produksi emas ANTAM. Sepanjang periode 3Q20, ANTAM membukukan volume penjualan emas sebesar 6.967 Kg (223.994 troy oz), tumbuh signifikan sebesar 147% dibandingkan capaian penjualan emas pada 2Q20 yang mencapai 2.818 Kg (90.600 troy oz). Secara akumulatif, capaian volume penjualan emas ANTAM pada 9M20 tercatat sebesar 14.882 Kg (478.467  troy oz). Produksi emas ANTAM dari tambang Pongkor dan Cibaliung sepanjang periode 3Q20 sebesar 430 Kg (13.825 troy oz), tumbuh 6% dari capaian produksi periode 2Q20 sebesar 404 Kg (12.988 troy oz). Dengan capaian tersebut, tercatat volume produksi emas ANTAM sepanjang 9M20 mencapai 1.280 Kg (41.152 troy oz).  

ANTAM fokus dalam memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri serta penerapan strategi efisiensi biaya operasi yang optimal. Capaian laba usaha segmen operasi Logam Mulia dan Pemurnian pada 9M20 tercatat sebesar Rp1,05 triliun tumbuh sebesar 136% dibandingkan capaian 9M19 sebesar Rp446,86 miliar. Pada 3Q20 segmen operasi Logam Mulia dan Pemurnian membukukan laba usaha sebesar Rp558,51 miliar, tumbuh 186% dibandingkan periode 2Q20 sebesar Rp195,49 miliar. Selain itu penguatan harga rata-rata emas global pada 9M20 sebesar 27% (dibandingkan periode 9M19) turut meningkatkan profitabilitas segmen Logam Mulia dan Pemurnian. Saat ini produk emas batangan Logam Mulia merupakan top brand di Indonesia.  

Guna menjaga kualitas layanan yang prima penjualan emas di tengah kondisi new normal pandemi Covid-19, ANTAM mengedepankan mekanisme penjualan emas secara online melalui website resmi www.logammulia.com. Melalui jaringan Butik Emas Logam Mulia yang tersebar di 11 kota di Indonesia dan penjualan sales canvassing di beberapa lokasi strategis, ANTAM menjalankan operasional dengan menetapkan protokol kesehatan yang ketat guna menjaga kesehatan para pekerja dan pelanggan.

Pada periode 9M20, penjualan feronikel merupakan kontributor terbesar kedua penjualan ANTAM dengan kontribusi sebesar Rp3,26 triliun atau 18% dari total penjualan. Volume penjualan feronikel ANTAM pada 9M20 mencapai 19.507 ton nikel dalam feronikel (TNi) relatif stabil jika dibandingkan penjualan feronikel pada 9M19 yang mencapai 19.703 TNi. Capaian volume produksi feronikel pada 9M20 mencapai 19.133 TNi, tumbuh dari capaian produksi feronikel 9M20 sebesar 19.052 TNi. Terkait dengan pengelolaan biaya tunai produksi (cash cost) feronikel, ANTAM memperkokoh posisi sebagai salah satu produsen feronikel global berbiaya rendah dengan capaian cash cost sebesar USD3,34 per pon nikel sepanjang periode 9M20. Capaian tersebut memperlihatkan terjadinya penurunan biaya tunai sebesar 15% jika dibandingkan biaya tunai rata-rata feronikel ANTAM tahun 2019 sebesar USD3,95 per pon.    

Untuk komoditas bijih nikel, tercatat produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTAM dan penjualan kepada pelanggan domestik pada 3Q20 mencapai 1,49 juta wet metric ton (wmt), tumbuh 100% dibandingkan capaian produksi bijih nikel pada periode 2Q20 sebesar 745 ribu wmt. Capaian penjualan bijih nikel pada 3Q20 tercatat sebesar 1,04 juta wmt, tumbuh signifikan sebesar 522% jika dibandingkan dengan tingkat penjualan pada 2Q20 sebesar 168 ribu wmt. Secara akumulatif pada 9M20, produksi bijih nikel ANTAM mencapai 2,86 juta wmt dengan tingkat penjualan mencapai 1,21 juta wmt. Nilai penjualan bijih nikel periode 9M20 tercatat sebesar Rp663,07 miliar dengan kontribusi nilai penjualan pada periode 3Q20 sebesar Rp573,81 miliar. Sejalan dengan ditetapkannya Harga Patokan Mineral Logam di dalam negeri oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, memberikan tingkat harga jual mineral dalam negeri yang lebih kompetitif dan hal tersebut memberikan peluang bagi ANTAM untuk meningkatkan jangkauan pemasaran bijih nikel di dalam negeri.

Tercatat laba usaha segmen operasi Nikel (komoditas feronikel dan biji nikel) pada 9M20 sebesar Rp1,03 triliun. Pada 3Q20, segmen operasi Nikel mecatatkan laba usaha sebesar Rp692,70 miliar, tumbuh signifikan sebesar 163% dibandingkan laba usaha pada 2Q20 sebesar Rp263,06 miliar. Pertumbuhan tersebut terutama didukung capaian positif tingkat penjualan bijih nikel serta tren positif apresiasi kenaikan harga nikel global pada 3Q20.  

Pada komoditas bauksit, pada periode 9M20, ANTAM mencatatkan volume produksi bauksit yang digunakan dalam untuk mendukung produksi Pabrik Chemical Grade Alumina Tayan serta penjualan kepada pihak ketiga sebesar 1,30 juta wmt. Capaian produksi tersebut tumbuh 18% dibandingkan volume produksi 9M19 sebesar 1,10 juta wmt. Sepanjang 9M20, total volume penjualan bauksit ANTAM mencapai 951 ribu wmt dengan nilai penjualan sebesar Rp444,22 miliar.

Pengembangan Hilirisasi ANTAM

Terkait dengan proyek pengembangan usaha, saat ini ANTAM sedang menyelesaikan tahap konstruksi proyek pembangunan pabrik feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 13.500 TNi per tahun. Dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, saat ini ANTAM terus berfokus dalam pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun (Tahap 1).

ANTAM memiliki pengalaman lebih dari 52 tahun mendukung pengembangan hilirisasi mineral di Indonesia, khususnya pada komoditas nikel, emas dan bauksit, melalui operasi pertambangan yang terintegrasi.  ANTAM memiliki profil aset nikel dan bauksit yang solid. Hingga tahun 2019 tercatat posisi sumber daya bijih nikel dan bauksit ANTAM masing-masing mencapai sebesar 1,36 miliar wmt bijih nikel dan 598 juta wmt bijih bauksit. Potensi sumberdaya mineral tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangkan skala bisnis Perusahaan melalui hilirisasi mineral strategis guna menciptakan nilai tambah produk mineral serta meningkatkan kontribusi yang positif kepada negara dan masyarakat.

Kontribusi ANTAM dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Sejak pandemi Covid-19 meluas di Indonesia, ANTAM memiliki komitmen kuat dalam penerapan protokol kesehatan yang tepat dan konsisten di area kerja tambang, pabrik pengolahan dan perkantoran guna menjaga kesehatan pekerja dalam melakukan aktivitas pekerjaan bebas Covid-19. Implementasi protokol kesehatan yang ketat tersebut sejalan dengan upaya ANTAM dalam menjaga kesinambungan operasi produksi, penjualan dan pengembangan Perusahaan.

ANTAM juga bersinergi dengan pemangku kepentingan dalam melakukan pencegahan dan penanganan pandemi diantaranya melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, bantuan fasilitas umum & APD untuk tenaga medis, perlengkapan kebersihan & bantuan bahan makanan pokok, penyediaan Rumah Sakit Ready Covid-19 di Jakarta, serta bantuan unit Polymerase Chain Reaction & reagent di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Tercatat hingga periode September 2020, ANTAM telah merealisasikan total Rp22,31 miliar terkait kontribusi bantuan penanganan Covid-19.

PT Bank Central Asia Tbk Hasil Kinerja Januari-September 2020 – Likuiditas yang Solid di Tengah Berbagai Tantangan

0

Jakarta, 26 Oktober 2020 – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) dan entitas anak melaporkan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama tahun 2020 dengan laba bersih Rp20,0 triliun, turun 4,2% dibandingkan dengan Rp20,9 triliun pada tahun sebelumnya disebabkan meningkatnya biaya pencadangan. Di tengah pandemi dan sejumlah tantangan ekonomi, BCA mencatat pertumbuhan positif laba sebelum provisi dan pajak (PPOP) yang ditopang oleh pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA), penurunan biaya dana (CoF) dan penurunan biaya operasional. PPOP meningkat 13,5% YoY menjadi Rp33,8 triliun. 

Permintaan kredit di sektor perbankan masih dalam proses pemulihan, sejalan dengan berlanjutnya pandemi yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis. Pada akhir September 2020, total kredit BCA tercatat sebesar Rp581,9 triliun, turun 0,6% YoY. Pertumbuhan positif pada kredit korporasi menopang penyaluran kredit BCA secara keseluruhan di tengah pelemahan kredit segmen lainnya. Kredit korporasi tercatat sebesar Rp252,0 triliun, meningkat 8,6% YoY, sementara kredit komersial dan UKM turun 4,9% YoY menjadi Rp182,7 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,1% YoY menjadi Rp89,3 triliun dan KKB turun 19,3% YoY menjadi Rp38,6 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 18,5% YoY menjadi Rp10,9 triliun. Total portofolio kredit konsumer turun 9,4% YoY menjadi Rp141,7 triliun. Dari total portofolio kredit, sekitar 20% atau Rp114 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan dalam rangka mendukung impelementasi ESG (Enviromental, Social, and Governance) dan komunitas UKM. 

“Pada sisi penyaluran kredit, BCA berfokus untuk membantu nasabah dalam merestrukturisasi kreditnya sejak awal pandemi. Sampai dengan pertengahan Oktober 2020, BCA memproses Rp107,9 triliun pengajuan restrukturisasi kredit atau sekitar 19% dari total kredit, yang berasal dari 90.000 nasabah. Total kredit yang direstrukturisasi pada akhir 30 September 2020 adalah sebesar Rp90,7 triliun, atau 16% dari total kredit pada semua segmen. Kami sangat bersyukur atas program relaksasi dari regulator yang membantu perbankan dan nasabah dalam melewati masa yang sulit untuk mencapai pemulihan” tutur Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja,. 

Dari sisi pendanaan, BCA berhasil mencatat kinerja yang solid pada sembilan bulan pertama 2020. CASA tumbuh 16,1% YoY, mencapai Rp596,6 triliun, menghasilkan total dana pihak ketiga dengan pertumbuhan sebesar 14,3% YoY menjadi Rp780,7 triliun. Sementara itu, deposito berjangka meningkat sebesar 8,8% YoY mencapai Rp184,1 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid tersebut telah mendukung pertumbuhan total asset BCA menembus level seribu triliun atau tepatnya Rp 1003,6 Triliun, meningkat 12,3% YoY. 

Franchise perbankan transaksi BCA yang didukung oleh besarnya jumlah nasabah dan pengembangan berbagai layanan digital, telah memperkokoh kontribusi CASA sebagai dana inti Bank. CASA memberikan kontribusi sebesar 76,4% dari total dana pihak ketiga. BCA memproses sekitar 33 juta transaksi per hari selama sembilan bulan pertama tahun 2020, meningkat dari 26 juta transaksi per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kami terus melihat perkembangan yang pesat pada jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking. 

Pada laporan laba rugi, terlepas dari pertumbuhan stagnan pada pendapatan bunga, BCA mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 9,0% YoY menjadi Rp40,8 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2020, terutama ditopang oleh beban bunga yang rendah. BCA telah menurunkan suku bunga berbagai produk pendanaan, sejalan dengan kebijakan suku bunga rendah dari Bank Indonesia. Pendapatan selain bunga tercatat sebesar Rp15,1 triliun, meningkat 3,0% YoY. Total pendapatan operasional selama sembilan bulan pertama tahun 2020 mencapai sebesar Rp55,9 triliun, tumbuh 7,3% YoY. Beban operasional tercatat sebesar Rp22,1 triliun atau turun sebesar Rp216 miliar dibanding tahun lalu. Sejalan dengan hal ini, PPOP meningkat sebesar Rp4,0 triliun atau 13,5% menjadi Rp33,8 triliun dan dapat menjadi penyangga atas meningkatnya biaya pencadangan. BCA membukukan biaya pencadangan sebesar Rp9,1 triliun, meningkat sebesar Rp5,6 triliun (160,6%) YoY, sejalan dengan peningkatan risiko penurunan kualitas kredit. Secara keseluruhan, laba bersih turun Rp886 miliar atau 4,2% YoY menjadi Rp20,0 triliun 

Rasio keuangan BCA berada pada kondisi yang tetap kokoh untuk melewati pandemi yang berkepanjangan, dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 24,7% pada September 2020, lebih tinggi dari ketetapan regulator, dan rasio LDR yang sehat sebesar 69,6%. Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga pada level 1,9% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 1,6%. Rasio pengembalian terhadap aset (ROA) tercatat sebesar 3,4% dan pengembalian terhadap ekuitas (ROE) sebesar 16,9% pada sembilan bulan pertama tahun 2020. 

“Pandemi COVID-19 tidak hanya menciptakan tantangan di berbagai aspek, namun juga mengharuskan kita untuk mengelola ketidakpastian. Terlepas dari tantangan-tantangan yang ada, pandemi juga memberikan peluang dalam meningkatkan layanan digital kami untuk dapat melayani nasabah dengan lebih baik. Kedepannya, kami memperkirakan akan lebih banyak lagi transaksi non-tunai dan tanpa kartu yang akan menjadi bagian signifikan dalam kehidupan normal baru. BCA akan terus berinovasi menyiapkan berbagai inisiatif untuk mendukung kebutuhan nasabah terkini” tutur Bapak Jahja Setiaatmadja. 

Sejak awal mula pandemi, BCA telah mengambil berbagai langkah untuk melindungi karyawan dan nasabah dari imbas pandemi COVID-19. Inisiatif tersebut termasuk pemeriksaan suhu di kantor cabang, mengatur physical distancing, menerapkan kebijakan work from home bergiliran, menerapkan pembagian operasional kerja (split operation)sterilisasi ruangan dan ozonisasi disinfektan secara berkala, pemasangan wastafel, dan penerapan penilaian mandiri atas risiko COVID-19 bagi karyawan dan pengunjung. 

Untuk komunitas, ‘Bakti BCA’ menyediakan bantuan sosial dan donasi, termasuk bantuan alat kesehatan seperti alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk beberapa rumah sakit, serta kebutuhan dasar masyarakat yang didistribusikan melalui cabang BCA di seluruh indonesia. BCA berkomitmen untuk menjadi responsible corporate citizen serta memperhatikan nilai-nilai ESG (Enviromental, Social, and Governance). BCA menghargai nilai ‘good health and well-being’ sebagai salah satu elemen dari SDG (Social Development Goals) yang disponsori oleh PBB. 

Paparan Kinerja BCA Triwulan III 2020 – Presiden Komisaris BCA Djohan Emir Setijoso (kedua kanan) bersama Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (ketiga kanan), Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman (kanan), Direktur BCA Rudy Susanto (kedua kiri), Direktur BCA Santoso Liem (kelima kanan), Direktur BCA Vera Eve Lim (keempat kanan), dan EVP Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn (layar) memaparkan kinerja keuangan BCA Triwulan III 2020 di Jakarta, Senin (26/10). Pada periode sembilan bulan pertama 2020, tercatat laba bersih Rp20,0 triliun didukung oleh pencapaian kinerja operasional yang solid. CASA tumbuh 16,1% YoY, mencapai Rp596,6 triliun, menghasilkan total dana pihak ketiga dengan pertumbuhan sebesar 14,3% YoY menjadi Rp780,7 triliun. Sementara itu, deposito berjangka meningkat sebesar 8,8% YoY mencapai Rp184,1 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid tersebut telah mendukung pertumbuhan total asset BCA menembus level seribu triliun atau tepatnya Rp1003,6 Triliun, meningkat 12,3% YoY.

***

Tentang PT Bank Central Asia Tbk (per 30 September 2020)

BCA merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksi serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial & SME dan konsumer. Pada akhir September 2020, BCA melayani 23,0 juta rekening nasabah dan memproses sekitar 33 juta transaksi setiap harinya didukung oleh 1.249 kantor cabang, 17.415 ATM, serta layanan internet & mobile banking dan contact center Halo BCA yang dapat diakses 24 jam. Kehadiran BCA didukung oleh sejumlah entitas anak yang berfokus pada pembiayaan kendaraan, perbankan Syariah, sekuritas, asuransi umum dan jiwa, perbankan digital, pengiriman uang, dan pemodal ventura. BCA berkomitmen untuk membangun relasi jangka panjang dengan nasabah, mengutamakan kepentingan Bersama, dan menciptakan dampak positif pada masyarakat luas. Dengan lebih dari 24.000 karyawan, visi BCA adalah untuk menjadi bank pilihan utama andalan masyarakat yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

PT BANK CENTRAL ASIA TBK

Divisi Sekretariat Perusahaan – Sub Divisi Komunikasi Korporasi

Biro Hubungan Masyarakat

Alamat : Jl. MH Thamrin No. 1

      Menara BCA Grand Indonesia Lt. 20

       Jakarta Pusat

Telepon : (021) 2358-8000

Fax : (021) 2358-8339

E-mail : humas@bca.co.id

Akselerasi Akses Informasi di Seluruh Negeri, Jaga Momentum di Tengah Pandemi

0

Jakarta, 25 Oktober 2020 – Merebaknya pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang sangat besar bagi seluruh negara di dunia. Hampir semua aktivitas para pelaku bisnis dari berbagai aspek industri terkena dampak pandemi ini dan dituntut mampu beradaptasi agar dapat bertahan. Meski demikian, ada juga beberapa sektor industri yang memiliki peluang dan prospek yang cukup baik untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, di antaranya industri kesehatan, makanan, e-commerce, dan Information & Communication Technology (ICT).

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menjadi satu dari sekian banyak pelaku bisnis ICT yang diharuskan untuk beradaptasi di tengah disrupsi pandemi ini. Setelah mencanangkan diri untuk bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital (digital telco) sejak tahun lalu, adanya pandemi COVID-19 memberikan ruang akselerasi digital sehingga mengharuskan perusahaan untuk mempercepat upaya transformasi tersebut.

Peluang ini tentunya ditangkap Telkom sebagai sebuah momentum, tidak hanya untuk bertahan memberikan kinerja yang cemerlang tapi juga untuk melahirkan inovasi melalui produk dan layanan digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat yang turut mengalami pergeseran.

Pandemi secara tidak langsung mengubah gaya hidup dan kebutuhan, hingga mengakselerasi adopsi digital masyarakat. Di Indonesia sendiri contohnya, demi meminimalisasi penyebaran virus, Pemerintah menerapkan kebijakan PSBB sehingga kegiatan aktivitas belajar dan bekerja dilakukan dari rumah. Kondisi ini menyebabkan pergeseran kebutuhan masyarakat, di mana internet menjadi kebutuhan yang sangat penting saat ini. Telkom melalui infrastruktur, platform, dan layanan digitalnya menangkap peluang ini dan menjadi enabler untuk setiap aktivitas masyarakat di masa pandemi,” ujar Direktur Keuangan Telkom, Heri Supriadi di Jakarta (23/10).

Hal ini pula yang menjadikan Digital Business Telkomsel dan IndiHome menjadi mesin utama pertumbuhan pendapatan Perseroan pada semester pertama 2020, khususnya di masa pandemi COVID-19. IndiHome membukukan pendapatan sebesar Rp10,4 triliun atau tumbuh 19,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, bisnis digital Telkomsel tumbuh 13,5% YoY menjadi Rp31,9 triliun dan menumbuhkan kontribusinya terhadap pendapatan sebesar 72,4% dari 62,2% tahun lalu.

Untuk itu, Telkom secara kontinyu terus melakukan pembangunan infrastruktur yang dianggarkan dari belanja modal perusahaan (capital expenditure), yang akan dimanfaatkan untuk penguatan seluruh lini bisnis, baik mobile related business, fixed broadband, dan bisnis lainnya. Meski terjadi persaingan yang tinggi dan juga turunnya bisnis legacy, Layanan Digital Telkom mampu tumbuh dan mengompensasi penurunan dari bisnis legacy, bahkan disebut menjadi penopang bisnis kinerja perusahaan.

Transformasi Perusahaan dan Digitalisasi

Tidak hanya membangun infrastruktur telekomunikasi darat, laut, dan udara hingga pelosok Indonesia, Telkom kini tengah gencar bertransformasi menjadi digital telco dengan fokus pada tiga domain bisnis digital, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services. Telkom secara konsisten terus mempercepat pembangunan infrastruktur dan platform digital cerdas, mengembangkan talenta digital unggulan, mendorong kemampuan digital, dan tingkat adopsi digital bangsa serta mengorkestrasi ekosistem digital untuk memberikan pengalaman digital pelanggan terbaik.

Untuk peningkatan digital capabilities dan pengembangan bisnis, Telkom secara cermat mengidentifikasi dan tepat memilih strateginya, dengan konsep Build (mengembangkan dari kompetensi internal), Borrow (partnership), Buy (akuisisi) dengan konsiderasi value proposition perusahaan. Telkom juga turut serta dalam mengembangkan ekosistem digital melalui sarana inkubasi seperti Amoeba dan Indigo serta mendukung investasi startup melalui MDI Ventures.

“Di Indonesia, digitalisasi menjadi hal yang sangat besar manfaatnya dalam mendukung beragam aktivitas. Untuk itu, kami berupaya untuk hadir di setiap aspek kehidupan masyarakat dan mendukung kebutuhannya. Meski di tengah pandemi, dengan kerja keras dan semangat untuk terus berinovasi, kami berharap dapat terus menjaga momentum perusahaan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan negara melalui kinerja produk dan layanan terbaik demi mendukung digitalisasi Indonesia” tutup Heri Supriadi.

TELKOM

IPC Dukung Program Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

0

Jakarta, 23 Oktober 2020 – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC mendukung pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SD Juara Cinta IPC Jakarta Utara. Khusus di masa pandemi, berbagai program dan kegiatan dilaksanakan bekerjasama dengan Rumah Zakat sejak Maret  2020.  

SD Juara Cinta IPC Jakarta Utara merupakan Sekolah Unggulan untuk 140 pelajar dari keluarga dhuafa dan anak yatim yang berlokasi di Kelurahan Kebon Bawang,  Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sekolah ini didirikan dan didanai penuh oleh IPC sejak tahun 2011 dengan sinergi bersama Rumah Zakat dalam Program Pendidikan melalui program bantuan biaya operasional sekolah.   

“Dalam kondisi pandemi akibat Covid-19, kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan berbagai aplikasi dan teknologi internet. Dukungan yang diberikan IPC ini sejalan dengan salah satu poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu  Pendidikan Bermutu (Quality Education),” ujar EVP Sekretariat Perusahaan IPC, Ari Santoso, di Jakarta, Selasa (23/10).  

Bantuan yang diberikan IPC antara lain memfasilitasi ujian sekolah kelas 6 dengan menggunakan akun Google Suite for Education (GSE) pada aplikasi di smartphone orang tua wali murid selama 1 pekan, pada bulan Mei 2020. Selain itu SD Juara Cinta IPC Jakarta Utara melaksanakan kegiatan home visit guru ke rumah-rumah siswa untuk mengetahui perkembangan dan perilaku siswa di lingkungan rumah secara langsung.   

Secara lebih luas, dukungan IPC dalam proses belajar mengajar di SD Juara Cinta IPC Jakarta Utara mencakup kegiatan Kesiswaan, Pelatihan Guru, Ekstrakurikuler, Pembelajaran di dalam atau di luar (outing class), dan Pertemuan dengan orang tua murid.  Program bantuan biaya operasional ini juga memberikan akses bagi 12 Guru dan Tenaga Pengajar untuk meningkatkan kualitas mengajar melalui berbagai pelatihan.   

Sementara itu, Direktur Rumah Zakat Asep Nurdin mengatakan, sinergi dan kerjasama yang terjalin antara IPC dan Rumah Zakat dalam Program Pendidikan selama hampir satu dasawarsa ini telah memberikan fasilitas pendidikan yang berkualitas untuk anak dari keluarga yang membutuhkan serta membantu pihak sekolah menggali beragam potensi peserta didik untuk menjadi insan mandiri dengan mental juara. 

BUMN

Potensi Ekspor USD229 Juta, LPEI Siap Dukung Industri Halal

0

Jakarta, 25 Oktober 2020 – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) siap mendukung langkah pemerintah untuk terus meningkatkan ekspor produk halal. Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, LPEI juga terus memperbesar share pembiayaan syariah.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati pada paparannya di Webinar Strategis Nasional “Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia” (24/10), “Kementerian Keuangan dalam hal ini membawahi LPEI bisa memberikan dukungan pembiayaan untuk industri yang masuk dalam National Interest Account untuk hal ini promosi ekspor dan menggunakan pembiayaan dari LPEI.”

Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas menyampaikan, share pembiayaan syariah terhadap Industri Keuangan NonBank (IKNB) terhadap total IKNB per Juni 2020 sebesar 4,2%. Kemudian, share pembiayaan syariah LPEI terhadap total syariah IKNB per Juni 2020 sebesar15,3%. Sedangkan share pembiayaan syariah LPEI terhadap total pembiayaan LPEI per September 2020 mencapai 17,03%. Adapun dari sisi pembiayaan syariah LPEI, sebesar 76% disalurkan dalam Rupiah dan 24% dalam USD.

“82% pembiayaan syariah LPEI digunakan untuk tujuan pembiayaan investasi dan 18% untuk kebutuhan pembiayaan modal kerja,” ujar D. James Rompas, Sabtu (24/10/2020).

Akad yang paling banyak digunakan yaitu Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) sebesar 68%, disusul dengan Murabahah (20%) dan Musyarakah (11,4%). Dijelaskan bahwa LPEI juga melakukan pendanaan dengan instrumen syariah antara lain Sukuk Mudharabah yang diterbitkan tahun 2018-2020 untuk mendukung kegiatan pembiayaan syariah dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,8Triliun dengan outstanding sukuk per 20 Sep 2020 Rp1,1 Triliun.

Adapun dari sisi sektor industri, sebesar 53,6,% setara Rp8,55 Triliun pembiayaan disalurkan ke sektor perkebunan, sektor perindustrian sebesar 29,3 % setara Rp4,65 Triliun meliputi pupuk, obat, serat dan benang untuk produk ban, alumunium foil, tekstil, dan charcoal. Selanjutnya sektor pertambangan mencapai 10,1%, setara Rp1,59 Triliun dan 3,9% atau setara Rp610 Miliar ke sektor pergudangan dan pengangkutan.

D. James Rompas menilai, potensi pasar produk halal masih sangat terbuka lebar. Permintaan domestik sangat besar, karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Belum lagi dari pasar luar negeri, terutama permintaan dari negara-negara mayoritas muslim di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan yang terus tumbuh.

Dijelaskan pula bahwa untuk tiga kawasan pasar ekspor tersebut terdapat 10 besar produk makanan halal dengan total nilai potensi ekspor senilai USD229 Juta di tahun 2020. Produk makanan halal yang berpotensi antara lain: produk margarin, biskuit, olahan buah sayur, kopi, dan ekstrak makanan. Dari nilai potensi perdagangan tersebut, Indonesia diproyeksikan baru memiliki market share sekitar 39%. “Masih terbuka peluang pasar ekspor sebesar 61% atau senilai USD139 Juta,” ucap D.James Rompas.

Karena itu, LPEI siap mendukung dengan bauran produk yang luas, baik dengan skema konvensional maupun syariah. Selain itu, LPEI juga melaksanakan Penugasan Khusus Ekspor untuk segmen UKM berorientasi ekspor. Dalam mendukung ekspor nasional, dilakukan seperti melalui fasilitas penugasan umum LPEI dalam bentuk Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi untuk segmen UKM maupun Korporasi. Selain itu LPEI menyediakan Layanan Jasa Konsultasi dalam bentuk Coaching Program for New Exporters, Marketing Handholding Program dan Desa Devisa.

“LPEI berkomitmen untuk terus mendukung industri halal berorientasi ekspor. Kami mengajak pengusaha di dalam negeri memanfaatkan berbagai produk dan layanan pembiayaan yang dimiliki LPEI sehingga diharapkan turut mendukung bisnis, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas D. James Rompas. (*)

Narahubung Media
Agus Windiarto
Corporate Secretary – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
Ph. : (021) 39503600
Email : corpsec@indonesiaeximbank.go.id
Web : http://www.indonesiaeximbank.go.id

Beli Mobil Baru dengan Paket DP Ringan KKB BCA

0
kredit mobil DP 20%

Memiliki kendaraan impian kini bukan lagi sekedar angan – angan dan dapat segera Anda wujudkan. Walaupun belum bisa beli secara tunai, Anda tidak tidak perlu khawatir. Kini KKB BCA hadir dengan program “Paket DP Ringan” sebagai solusi pembiayaan kendaraan impian Anda.

Pembiayaan mobil melalui KKB BCA kini dapat Anda nikmati dengan DP murah dan meringankan mulai dari 20% selama progam berlangsung. Terdapat beragam pilihan dealer serta brand yang dapat Anda pilih. Pastinya promo menarik lainnya juga dapat Anda nikmati.

Isi data dibawah di sini dan nantinya tim KKB BCA akan menghubungi Anda untuk berinteraksi secara online dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Program ini berlangsung dari tanggal 21 Oktober 2020 – 31 Desember 2020. Ambil kesempatan ini sekarang juga dan miliki kendaraan impian Anda dengan KKB BCA.

Informasi lanjut hubungi layanan 24 jam Halo BCA melalui telepon 1500888 atau ketik #halobca melalui Whatsapp di 0811 1500 998, dan Halo BCA Chat di www.bca.co.id atau mention akun Twitter: @HaloBCA.

Perkuat Bisnis Tower melalui Penataan Portfolio, TelkomGroup Mengalihkan Kepemilikan 6.050 Menara Telkomsel ke Mitratel

0
bts, menara, telkom

Jakarta, 16 Oktober 2020 – Dalam rangka memperkuat bisnis menara telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melakukan penataan portfolio melalui dua anak perusahaannya PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) untuk pengalihan kepemilikan sebanyak 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel. Pengalihan kepemilikan dilakukan secara bertahap hingga ditargetkan selesai pada akhir triwulan pertama tahun 2021. Penandatanganan dilakukan antara Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dan Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro di Jakarta (14/10). 

Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya menyampaikan, aksi korporasi yang dilakukan Mitratel dan Telkomsel merupakan bagian dari penataan portofolio TelkomGroup demi mengoptimalisasikan bisnis dan aset yang dimiliki serta memastikan optimal value bagi pemegang saham. Langkah ini juga merupakan upaya untuk value creation bisnis tower dan memastikan agar setiap entitas anak perusahaan dapat fokus dalam melakukan penguatan pada lini bisnisnya masing-masing.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan aksi korporasi tersebut merupakan salah satu strategi bisnis untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi. “Kami yakin bahwa pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel akan memperkuat bisnis Mitratel secara fundamental. Ini menjadi potensi yang baik dan menciptakan nilai tambah bagi Mitratel yang akan berdampak positif pada penguatan industri telekomunikasi nasional, khususnya sektor menara telekomunikasi,” ujar Theodorus.

Tak hanya itu, selanjutnya Theodorus menambahkan bahwa bisnis menara telekomunikasi masih menjanjikan, mengingat hingga saat ini operator telekomunikasi masih terus melakukan ekspansi demi meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas jangkauan layanannya sehingga diyakini bisnis menara telekomunikasi masih akan mencatatkan kinerja positif ke depannya, terlebih menghadapi pengembangan teknologi 5G yang akan masuk dan diimplementasikan di Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro menyampaikan Telkomsel mendukung penataan portfolio TelkomGroup dengan pelepasan 6.050 menara telekomunikasi yang dimiliki. “Ke depan Telkomsel akan fokus pada bisnis utamanya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia dengan salah satu prioritas strategi bisnis dengan memperkuat ekosistem digital melalui ketersediaan layanan digital connectivity terbaik dan merata serta mengembangkan potensi layanan digital services dan digital platform terkini bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Setyanto.

Dengan adanya transaksi ini, terhitung sejak terpenuhi segala kewajiban berdasarkan perjanjian dan ditandatanganinya akta pengalihan antara para pihak, Mitratel yang merupakan anak usaha Telkom yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi memiliki menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah dan melayani semua operator seluler di Indonesia dengan jumlah lebih dari 22.000 menara telekomunikasi. Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi Telkomsel ini menjadi salah satu langkah TelkomGroup untuk memperkuat fundamental bisnis Mitratel sekaligus menjadikan sebagai salah satu provider menara terbesar di Indonesia.