Monday, September 20, 2021
Home PRANALA Soal Penangkapan Mahasiswa UNS, Pengamat: Bentuk Inkonsistensi Pemerintah

Soal Penangkapan Mahasiswa UNS, Pengamat: Bentuk Inkonsistensi Pemerintah

Suara.com – Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai penangkapan 10 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo merupakan sebuah inkonsistensi pemerintah. Mereka sebelumnya sempat diamankan karena membentangkan poster, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke UNS.

Herry mengatakan langkah kepolisian tersebut tak sesuai dengan semangat demokrasi yang selalu digaungkan pemerintah.

“Saya melihatnya inkonsistensi dari pak Jokowi dan Pemerintah yang selalu mendengungkan mendengung-dengungkan semangat demokrasi. Artinya bahwa ketika pak Jokowi menyampaikan narasi tersebut ternyata implementasinya di lapangan tidak terjadi seperti itu,” ujar Herry saat dihubungi Suara.com, Selasa (14/9/2021).

Ia pun menyoroti indeks demokrasi Indonesia yang sedang menurun. Terlebih sorotan publik kata Herry, mengarah kepada persoalan demokrasi di Indonesia .

Baca Juga:
Waduh! Dalam Sepekan, Polsek Balikpapan Barat Amankan 4 Orang Kasus Narkoba

“Jadi sorotan dunia internasional, sorotan publik mengarah kepada persoalan demokrasi di Indonesia,” ucap dia.

Menurutnya tindakan penangkapaan mahasiswa tersebut kemungkinan berdampak pada Indeks Demokrasi Indonesia yang semakin menurun.

Sehingga hal tersebut menjadi catatan penting bagi Presiden Joko Widodo dan jajarannya.

“Jadi ini urgensinya, ketika pak Jokowi melakukan hal tersebut bukan tidak mungkin, Indeks demokrasi Indonesia juga semakin menurun jadi catatan penting Pak Jokowi dan pemerintah, soal demokrasi,” katanya.

Sempat Diamankan

Baca Juga:
Jokowi : Mahasiswa Harus Paham Semuanya, Matematika, Statistika, Ilmu Komputer, Bahasa

Diketahui, sebanyak 10 mahasiswa UNS Solo yang diamankan aparat keamanan saat Presiden Jokowi mengunjungi kampus tersebut, Senin (13/9/2021) ternyata anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

Mengutip dari Solopos.com – jaringan Suara.com, Ketua BEM UNS, Zakky Musthofa Zuhad mengonfirmasi bahwa 10 mahasiswa tersebut adalah rekannya. Mereka kini dibawa ke Mapolresta Solo. Kejadian ini bermula saat perwakilan BEM se-UNS menyuarakan aspirasi dengan membentangkan poster di depan kampus pada Senin siang sekitar pukul 10.59 WIB.

Presiden Jokowi di hadapan Forum Rektor Perguruan Tinggi Indonesia di UNS Surakarta. [YouTube Setpres]
Presiden Jokowi di hadapan Forum Rektor Perguruan Tinggi Indonesia di UNS Surakarta. [YouTube Setpres]

Berdasarkan siaran pers yang diterima dari BEM UNS Solo, salah seorang mahasiswa yang membentangkan poster di halte UNS Solo diamankan petugas keamanan pada pukul 11.13 WIB dan dibawa dengan mobil berwarna hitam. Selanjutnya, dua mahasiswa lain menghampiri teman yang diamankan, sehingga ketiganya dibawa dengan mobil yang sama.

Selanjutnya petugas mengamankan empat mahasiswa lain dengan mobil putih. Keempat mahasiswa ini sempat digeledah petugas sebelum dibawa ke Mapolresta Solo. Terakhir, aparat mengamankan tiga mahasiswa lain yang hendak menyampaikan asprirasi di depan kampus.

Dibebaskan

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memastikan seluruh mahasiswa yang sempat diamankan sudah dibebaskan.

“Siang menjelang sore, 10 adik-adik mahasiswa tersebut sudah dihantar petugas ke UNS mas,” ungkap Ade Safri, Senin (13/9/2021.

Dia memaparkan, pihaknya memastikan bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dijamin Undang-undang.

Meski demikian, lanjut dia, yang tidak boleh diabaikan adalah tata cara yang harus dipatuhi dalam penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana regulasi yang berlaku.



https://www.suara.com/news/2021/09/14/223431/soal-penangkapan-mahasiswa-uns-pengamat-bentuk-inkonsistensi-pemerintah

RELATED ARTICLES

Bupati Bangli buka kembali wisata air terjun Tukad Cepung Bali

Bangli (ANTARA) - Dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat dan keterpurukan akibat pandemi COVID-19, kurang lebih dua tahun lamanya Tukad Cepung ditutup untuk umum, dan...

Federal Oil Indonesia harap FOGM2 raih lebih banyak poin di Austin

Jakarta (ANTARA) - ExxonMobil Lubricants Indonesia bersama merek pelumas Federal Oil mengapresiasi kinerja dua pebalap Federal Oil Gresini Moto2 (FOGM2), Fabio Di Giannantonio (Diggia)...

KKP apresiasi ikrar nelayan NTB patuhi aturan terkait lobster

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi ikrar yang dilakukan perwakilan nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menyampaikan dukungan untuk mematuhi...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Bupati Bangli buka kembali wisata air terjun Tukad Cepung Bali

Bangli (ANTARA) - Dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat dan keterpurukan akibat pandemi COVID-19, kurang lebih dua tahun lamanya Tukad Cepung ditutup untuk umum, dan...

Federal Oil Indonesia harap FOGM2 raih lebih banyak poin di Austin

Jakarta (ANTARA) - ExxonMobil Lubricants Indonesia bersama merek pelumas Federal Oil mengapresiasi kinerja dua pebalap Federal Oil Gresini Moto2 (FOGM2), Fabio Di Giannantonio (Diggia)...

KKP apresiasi ikrar nelayan NTB patuhi aturan terkait lobster

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi ikrar yang dilakukan perwakilan nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menyampaikan dukungan untuk mematuhi...

Porsche tawarkan update software bagi pemilik Macan second

Jakarta (ANTARA) - Porsche Indonesia menawarkan program Unleash Your Macan, sebuah program yang didedikasikan untuk pemilik Macan tangan kedua untuk memberikan kenyamanan.Program ini menawarkan...

Recent Comments