Sunday, August 1, 2021
Home Ekonomi Sri Mulyani Akui Ada Efek Samping Pada Kebijakan PPKM Level 4

Sri Mulyani Akui Ada Efek Samping Pada Kebijakan PPKM Level 4

JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lanjutan atau PPKM level 4 akan berdampak pada konsumsi rumah tangga di kuartal III tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, konsumsi rumah tangga di kuartal III akan tertekan seiring dengan pengurangan aktivitas ekonomi masyarakat dan pembatasan mobilitas.

“Adanya PPKM level 4 ini tentu akan mengurangi mobilitas, dan penurunan mobilitas tentu akan mempengaruhi kegiatan aktivitas masyarakat terutama konsumsi. Kemungkinan konsumsi memang akan mengalami tekanan di kuartal ketiga ini,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/7).

Sri Mulyani memperkirakan, tekanan akan sangat terasa di bulan Juli. Namun, pemerintah berharap masyarakat dapat menerapkan disiplin protokol kesehatan agar dapat terjadi penurunan setelah kebijakan ini dijalankan. Sehingga, pertumbuhan ekonomi bisa dikejar di Agustus dan September mendatang.

“Makanya kita berharap pada minggu kedua ini di bulan Juli kita semuanya bersama-sama seluruh komponen masyarakat menurunkan Covid-19 dengan melakukan disiplin kesehatan protokol kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, percepatan vaksinasi yang diiringi dengan penerapan protokol kesehatan diharapkan dapat menciptakan keseimbangan baru, di mana aktivitas ekonomi berjalan tanpa menimbulkan risiko penyebaran covid.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri



https://www.jawapos.com/ekonomi/22/07/2021/sri-mulyani-akui-ada-efek-samping-pada-kebijakan-ppkm-level-4/

RELATED ARTICLES

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Pandemi, anggota DPR: Jangan bergantung kepada impor obat-obatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan bahwa kebijakan yang ada seharusnya membuat Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan untuk mengatasi...

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi,...

KKP amankan tujuh pelaku pengeboman ikan di perairan Takalar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sebanyak tujuh orang nelayan pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,...

Pandemi, anggota DPR: Jangan bergantung kepada impor obat-obatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan bahwa kebijakan yang ada seharusnya membuat Indonesia dapat memproduksi berbagai obat-obatan untuk mengatasi...

Guru Besar FEB UI: Indonesia perlu ubah paradigma pembangunan

Depok (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan bahwa perubahan mendasar yang harus dilakukan Indonesia dalam bidang...

Recent Comments